Kepadatan Payudara Dan Risiko Kanker

SehatFresh.com – Payudara besar dan padat kerap menjadi idaman. Padahal, payudara padat dinilai bisa menyulitkan pendeteksian kanker dan semakin meningkatkan risiko kanker. Deteksi kanker payudara yang biasanya direkomendasikan adalah mammogram. Terkait hal ini, mammogram berfungsi sebagai alat diagnostik yang memungkinkan dokter untuk mengamati struktur internal payudara, serta membantu mengidentifikasi daerah pertumbuhan payudara abnormal. Kepadatan payudara pada mammogram muncul sebagai area putih, sedangkan jaringan lemak sekitarnya tampak gelap.

Wanita muda dan wanita usia subur umumnya memiliki payudara yang padat. Semakin mendekati menopause, kepadatan payudara akan berkurang. Menurut Oxford Journal of Medicine, hampir 40 persen wanita di Amerika Serikat memiliki payudara padat. Dari mereka dengan payudara yang padat, 10 persen memiliki kepadatan tingkat 4. Penelitian menunjukkan bahwa kelompok wanita ini memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

Kepadatan payudara pada dasarnya didukung oleh kelenjar dan jaringan payudara itu sendiri. Kelenjar payudara berisi dua struktur, yaitu saluran dan lobulus. Saluran payudara adalah saluran panjang yang membawa air susu ke puting. Lobulus payudara mengandung sel-sel khusus yang menghasilkan air susu. Saluran dan lobulus muncul sebagai warna putih, yang muncul sebagai titik-titik dan garis-garis pada mammogram.

Dalam beberapa kasus, payudara menjadi lebih padat karena adanya tumor jinak dalam payudara, yang mungkin muncul sebagai benjolan jaringan padat. Beberapa tumor jinak berisi sel payudara padat yang berkembang biak di luar kendali untuk membentuk tumor jinak. Benjolan lain mungkin berisi jaringan fibrosa padat atau pengapuran akibat penyakit jinak dalam payudara. Akhirnya, beberapa benjolan payudara mungkin muncul pada mammogram sebagai benjolan berongga, sama dengan kista payudara berisi cairan.

Penyebab potensial lain mengapa kepadatan payudara menjadi lebih tinggi adalah kanker payudara, yang dapat muncul pada mammogram karena pertumbuhan payudara yang padat memengaruhi saluran atau lobulus payudara. Kanker payudara sering muncul sebagai wilayah padat pada mammogram, karena tumor berisi sel padat yang berkembang biak. Pada kanker payudara stadium lanjut, pusat tumor dapat muncul kurang padat karena kematian sel dan nekrosis di pusat tumor.

Payudara padat membuat mammogram lebih sulit ditafsirkan. Mammogram mungkin tidak dapat membedakan adanya pertumbuhan awal kanker karena kedua kanker dan kepadatan payudara tampak putih. Meskipun mammogram digital memiliki resolusi yang lebih baik dalam konteks kepadatan payudara tinggi, semua mammogram kurang mampu mengidentifikasi kanker pada payudara yang padat. Menurut National Cancer Institute, sekitar 10 sampai 20 persen kasus kanker terlewatkan pada mammogram. 40 sampai 50 persen dari presentase tersebut adalah wanita dengan payudara padat.

Tidak mudah memang untuk menilai apakah payudara padat atau tidak. Payudara yang terasa keras memang biasanya padat. Akan tetapi, payudara juga bisa menjadi keras dan padat karena otot atau jaringan lainnya yang tidak terkait dengan jaringan fibrosa. Payudara yang besar biasanya tidak terlalu padat karena jaringan lemaknya lebih banyak. Meskipun Anda memiliki payudara yang padat, tenangkanlah diri Anda. Hal yang terpenting adalah dengan tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan payudara termasuk mammogram, terutama jika ada riwayat kanker payudara dalam keluarga.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY