Kerugian dan Keuntungan Menjalani Vasektomi atau Alat Kontrasepsi Khusus Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vasektomi merupakan kontrasepsi bedah yang ditujukan untuk pria dengan metode memutus saluran sperma. Alhasil pria yang menjalani program vasektomi permanen tak mampu lagi menghamili wanita. Lantas apa keuntungan dan kerugian menjalani vasektomi?

Tidak dipungkiri jika vasektomi adalah salah satu cara kontrasepsi yang cukup efektif pada era modern ini. Efektivitas program vasektomi tak perlu diragukan, karena mencapai di atas 90 persen. Syaratnya pria harus melakukan langkah-langkah seusai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan.

Hanya saja pada prakteknya di Indonesia, animo masyarakat terkait program ini masih rendah. Pasalnya peserta vasektomi semenjak program KB dicanangkan sekitar tahun 1970 hingga saat ini, masih memunculkan angka yang yang sedikit.

Bagaimana pelaksanaan program vasektomi?

Vasektomi merupakan operasi penghambatan saluran spermatozoa (vas deferens), yang membawa keluarnya sperma. Operasi tersebut dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan metode memotong serta mengikat saluran sperma.

Hanya saja, pria yang ingin melakukan vasektomi harus benar-benar mempertimbangkan secara matang. Pasalnya operasi ini merupakan kontrasepsi permanen, alhasil pria tidak bisa lagi mengeluarkan sperma sehingga tidak bisa lagi memiliki anak.

Pria yang telah menjalani program vasektomi, sebenarnya masih terus memproduksi sel yang menciptakan bola benih. Namun karena salurannya terputus, hal itu menyebabkan sperma tak dapat keluar dengan ejakulasi. Kemudian sel-sel benih akan terserap oleh tubuh, namun tidak membahayakan kesehatannya.

Keuntungan dan kerugian menjalani vasektomi bagi pria

  • Keuntungannya
  1. Vasektomi merupakan operasi kecil yang sangat efektif dan aman.
  2. Vasektomi cocok dilakukan untuk pria yang sudah tidak ingin memiliki anak.
  3. Vasektomi lebih murah.
  4. Vasektomi tidak mengakibatkan komplikasi pada sterilisasi tubulus.
  5. Vasektomi sebagai kontrasepsi permanen bagi suami.
  6. Vasektomi tak mempengaruhi kemampuan pria dalam menikmati aktivitas seksual.
  • Kerugiannya
  1. Munculnya sedikit rasa sakit serta ketidaknyamanan dalam beberapa hari setelah operasi. Rasa sakit ini dapat hilang dengan mengkonsumsi obat tertentu.
  2. Ketidaknyamanan setelah operasi membuat pria harus sering mengkompres dengan es selama 4 jam. Tujuannya untuk mengurangi pendarahan, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman lainnya.
  3. Operasi ini tidak bisa efektif dengan segera, sehingga butuh waktu beberapa bulan (bahkan beberapa tahun) untuk memastikan jika program ini benar-benar sudah optimal.
  4. Vasektomi tak memberikan perlindungan terhadap penularan penyakit seksual, termasuk HIV.
  5. Penyesalan setelah melakukan vasektomi umumnya terjadi pada pria yang masih di bawah usia 25 tahun.
  6. Pria yang ingin membuka kembali vasektomi dapat dilakukan dengan cara yang menyambung saluran sperma. Hanya saja kemungkinannya kecil untuk berhasil. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here