Kesalahan Mengompres Saat Anak Demam

SehatFresh.com – Demam merupakan alasan konsultasi tersering  ke dokter anak. Pada dasarnya, demam merupakan bagian dari respons tubuh dalam mengatasi penyakit. Demam mengaktifkan sistem imun tubuh sebagai mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi.  Biasanya, kompres menjadi pertolongan pertama saat demam. Mungkin Anda pernah mendengar kalau kompres alkohol dapat meredakan demam dengan cepat. Kompres memang dapat menjadi terapi non-farmakologi yang efektif untuk mengobati demam. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan untuk tidak mengompres dengan air dingin ataupun alkohol untuk penanganan demam.

Alkohol yang sering digunakan untuk kepentingan medis adalah yang berkadar 70%. Zat ini mudah sekali diserap oleh kulit. Penanganan demam dengan alkohol juga dikhawatirkan akan menyebabkan anak menghirup alkohol tersebut. Penggunaan alkohol menurunkan panas tidak tepat karena bisa menurunkan kadar gula dalam darah secara drastis, kerusakan kulit, dan dehidrasi berat.

Untuk penanganan demam, cukup mengompres anak dengan air hangat. Jangan gunakan air dingin, karena air dingin justru akan mengecilkan pembuluh darah pada kulit sehingga tidak menyebabkan terjadinya evaporasi (penguapan). Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang akan meningkatkan suhu tubuh. Sedangkan, air hangat akan membuat pembuluh darah melebar, sehingga panas dari dalam tubuh akan menguap.

Seringkali, para orang tua hanya menerapkan kompres anak di kening anak. Penting untuk diketaui bahwa kompres hangat ditujukan agar seluruh reseptor demam di tubuh menyadari terjadinya lonjakan suhu, sehingga tubuh akan merespons demam dengan mengeluarkan zat-zat yang bisa menurunkan demam. Reseptor demam ini terdapat di seluruh permukaan kulit.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar kompres diaplikasikan di lipatan ketiak dan selangkangan selama 10-15 menit. Ini akan membantu secara efektif menurunkan panas dengan mengeluarkan panas dari pori-pori kulit melalui proses penguapan. Jika suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, dan tubuh anak tidak respon obat penurun panas, berikan obat penurun panas terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan mengaplikasiakan kompres air hangat.

Jika tubuh anak kekurangan cairan, suhu tubuh akan semakin tinggi. Setelah dikompres, pastikan anak beristirahat dan banyak minum air putih, agar kecukupan cairan tubuh terjaga dan mencegah peningkatan panas. Bila anak tidak mau minum banyak sehingga terlihat lemah atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera bawa ke penyedia layanan kesehatan terdekat. Ibu juga perlu waspada bila anak mengalami gejala seperti sesak, kejang yang tidak berhubungan langsung dengan demam.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY