Kesuburan Pria Pasca Perawatan Kanker

SehatFresh.com – Kanker dan perawatan kanker adalah dua hal yang dapat merusak kesuburan. Kemungkinan infertilitas setelah seorang pria menyelesaikan pengobatan kanker dapat memengaruhi diri secara emosional. Infertilitas pria adalah ketidakmampuan untuk menghasilkan sperma yang sehat atau untuk ejakulasi sperma. Walau produksi sperma biasanya pulih setelah pengobatan kanker, namun, penting agar mendiskusikan risiko infertilitas dengan dokter Anda sebelum pengobatan kanker dimulai. Risiko infertilitas dari pengobatan kanker tergantung pada banyak hal termasuk :

  • Kemoterapi: tipe, durasi dan dosis
  • Radiasi: lokasi dan dosis
  • Operasi: lokasi dan ruang lingkup
  • Lain-lain: umur, kondisi kesuburan sebelumnya dan tipe kanker

Beberapa jenis kanker untuk sementara waktu menurunkan kesuburan pria. Infertilitas adalah yang paling mungkin terjadi sebelum pengobatan kanker dan setelah pengobatan selesai. Analisis awal mungkin menunjukkan infertilitas, tetapi hasilnya bisa berubah selama beberapa bulan atau tahun ke depan. Bagi mereka yang akan memulihkan produksi sperma, analisis air mani biasanya menunjukkan perbaikan dalam 1-3 tahun setelah menyelesaikan pengobatan kanker. Namun, beberapa pria mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Sebagai contoh, kesuburan bisa menurun selama dua tahun sebelum kanker testis ditemukan. Meskipun kanker jarang terjadi di kedua testis, testis yang tidak kena kanker mungkin tidak berfungsi secara normal. Setelah perawatan, pria dengan kanker testis mungkin juga harus menjalani perawatan untuk perbaikan kualitas air mani (semen) dalam beberapa tahun.

Terapi radiasi dapat memperlambat atau menghentikan produksi sel sperma jika testis berada dalam atau dekat daerah sasaran untuk radiasi. Jika testis mendapatkan dosis radiasi ringan, kesuburan pria dapat menurun tetapi bisa pulih selama 1-4 tahun ke depan. Jika dosis radiasi ke testis tinggi, produksi sperma mungkin rusak secara permanen.

Kemoterapi alkilasi juga dapat merusak kesuburan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan atau hilangnya sel germinal yang berdampak kadar testosteron. Operasi untuk mengobati kanker prostat atau kandung kemih bisa sangat memengaruhi fungsi normal dari prostat dan vesikula seminalis, yang membuat bagian cair dari air mani pria. Operasi untuk pengobatan kanker testis atau kanker usus besar juga dapat menyebabkan efek samping disfungsi ejakulasi.

Status kesuburan seorang pria baik sebelum dan setelah pengobatan dapat memengaruhi kemampuannya untuk memiliki anak setelah kanker. Analisis air mani adalah cara sederhana untuk menguji kesuburan. Sampel dikumpulkan segera setelah ejakulasi dan diperiksa di bawah mikroskop. Analisis biasanya mencakup setidaknya tiga skor yang menentukan kualitas air mani berikut ini :

  • Jumlahsperma: Jumlahyang normaladalahsedikitnya 20juta spermaper mililiterair mani.
  • Motilitas(spermayangaktifberenang): Setidaknya50persendarispermaharusmotil.

Morfologi (bentuk sperma): Dianggap normal jika setidaknya 30 persen dari sperma memiliki bentuk yang ideal.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY