Ketahui dan Waspadai Gejala Infeksi Tetanus Neonatorum!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tetanus adalah sebuah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh neurotoxin yang diproduksi bakteri Clostridium tetani. Spora bakteri ini ada di mana-mana, biasanya di tanah dan kotoran, dan seringkali masuk ke dalam tubuh melalui luka tusukan atau luka terbuka. Tetanus dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering pada ibu hamil dan bayinya yang mengalami prosedur persalinan yang kurang higinis. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan instrumen yang tidak steril pada proses persalinan dan pemotongan tali pusar, atau penggunaan dressing yang sudah terkontaminasi.

Tetanus turut berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir di seluruh dunia per tahun. Penyakit ini sering disebut sebagai “the silent killer”, karena banyak kasus kematian ibu dan bayinya yang tidak terdata. Tetanus neonatorum merupakan sebutan bagi penyakit tetanus yang menyerang bayi, terutama bayi baru lahir. Penyakit ini banyak terjadi di negara miskin dan negara berkembang. Oleh karena tingkat bahayanya, gejala tetanus neonatorum perlu diketahui dan diwaspadai. Berikut adalah gejala penyakit ini:

  • Manifestasi awal

Bayi baru lahir yang terserang tetanus bisa jadi tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, bayi menjadi sensitif, banyak menangis, dan susah beristirahat. Bayi kemudian akan mengalami kesulitan menyusu (sucking) pada 3-7 hari pertama sejak lahir dikarenakan spasme otot masseter.

  • Manifestasi lanjutan

Pada fase ini, bayi mulai menunjukkan gejala umum tetanus. Pada fase ini bayi bisa saja tidak demam, tetapi bisa juga mengalami demam dengan temperatur ekstrim mencapai 39-41°C. Gejala awal pada fase ini adalah bayi mengalami kekakuan pada rahang (lockjaw). Bayi kemudian mengalami kekakuan pada leher dan kadang disertai dysphagia (kesulitan menelan) dikarenakan spasme otot laring. Gejala yang berikutnya adalah spasme otot perut dan punggung disertai kejang, dan dapat disertai dengan konstipasi. Oleh karena stimulasi yang berlebihan pada sistem saraf otonom, biasanya bayi akan terus berkeringat, detak jantung dan pernafasan lebih meningkat dan tidak teratur, nafas menjadi pendek seperti sesak nafas dan disertai stridor (wheezing sound karena hambatan aliran udara). Gejala ini dapat berlangsung hingga 14-28 hari, dan biasanya kesadaran bayi cukup baik, sehingga sering tampak menipu karena seringkali berujung pada kematian bayi secara mendadak.

Menyadari bahaya dari penyakit ini, pencegahan terhadap tetanus menjadi hal yang esensial. Imunisasi tetanus toxoid sebaiknya dilakukan pada wanita usia produktif, baik yang sedang hamil maupun tidak. Imunisasi ini akan melindungi ibu dan memudahkan antibodi tetanus disalurkan kepada bayi dalam kandungan. Praktik persalinan yang higinis juga perlu diperhatikan meskipun ibu sudah mendapat imunisasi, meliputi prosedur yang sesuai standar medis dan penggunaan instrumen yang steril. (MHW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY