Ketahui Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Puasa Ramadan dapat menyebabkan perubahan drastis gaya hidup selama 1 bulan dan dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Berbagai jenis penyakit jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi), hipertensi Jantung (Hipertention Heart Disease), ventrikel fibrillation, stroke dan banyak lagi jenis penyakit degeneratif jantung lainnya.

Fakor risiko yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian penyakit jantung koroner dan stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar lemak dalam darah, faktor koagulasi dan pembekuan darah dan kebiasaan merokok. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah otak pecah sehingga terjadi stroke hemoragik. Selama bulan Ramadan, terdapat penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa yaitu penurunan tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg, sedangkan pada tekanan darah diastolik, tidak terdapat penurunan berarti.

Lemak merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah. Lemak dapat menyusup ke dalam lapisan pembuluh darah yang rusak dan menyebabkan aterosklerosis yaitu penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Kadar kolesterol darah menurun dari 193,4±51 mg/dl menjadi 184,3±42 mg/dl setelah Ramadan, begitu pula dengan kadar trigliserida yang menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan lemak jahat yaitu LDL. Selain, itu didapatkan pula peningkatan dari lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan.

Berpuasa akan melatih seseorang, untuk hidup teratur serta mencegah kelebihan makan. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Menurut penelitian, puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bagi penyakit kardivaskuler, tidak ada penanggulangan yang lebih baik selain mencegahnya.

Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup sehat, melaksanakan pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur serta tidak makan berlebihan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi), serta dilanjutkan dengan olah raga atau aktivitas yang teratur. Bagi pengidap penyakit jantung, tidak ada larangan untuk berpuasa selama kondisinya terkontrol. Oleh karenanya, sebelum dan selama berpuasa sangat disarankan untuk melakukan check up atau pemeriksaan rutin. Jika kondisinya sedang drop, tidak perlu memaksakan diri. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here