Ketahui Obesitas saat Remaja Picu Kanker Usus

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sering dikait-kaitkan dengan orang kelebihan berat badan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan di usia remaja meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal pada usia dewasa.

Studi ini menunjukkan, kelebihan berat badan dan obesitas berhubungan dengan 53% risiko mengembangkan kanker usus besar adalah tertinggi untuk laki-laki dan perempuan. Obesitas juga berhubungan dengan 71% peningkatan risiko kanker anus pada pria dan lebih dari 2 kali lipat peningkatan risiko pada wanita.

Hubungan antara obesitas dan kanker sangat kuat. Kanker usus adalah penyakit berbahaya dengan hampir 1,4 juta kasus baru setiap tahun. Penelitian yang telah dilakukan pada responden berusia antara 16 dan 20 di awal. Mayoritas adalah berat badan normal, tetapi 6,5% kelebihan berat badan dan 1% adalah obesitas.

Ada 855 kasus kanker kolorektal dalam studi. Namun, hasil penelitian menunjukkan tidak semua beban yang terpengaruh sama. Mereka yang obesitas 2,38 kali lebih mungkin terkena kanker usus. Peneliti mengatakan bukti menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor risiko untuk kanker usus. Temuan ini menarik karena memberikan indikasi bahwa risiko kanker usus mungkin terpengaruh oleh kebiasaan gaya hidup kita sepanjang perjalanan hidup.

Sementara itu, remaja yang mengalami peradangan tingkat tinggi berkemungkinan 63 persen lebih tinggi untuk mengalami kanker usus, dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami peradangan atau mengalami peradangan tingkat sedang. Hasil penelitian ini belum cukup untuk menetapkan bahwa peradangan dan obesitas adalah penyebab kanker usus.

Namun sangat penting untuk berhati-hati karena kedua hal tersebut telah terbukti berkaitan. Selama ini diketahui juga bahwa obesitas merupakan penyebab peradangan dan berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai macam kanker.

Dalam studi sebelumnya, kelebihan berat badan saat remaja, ini juga diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung, jika dewasa nanti. Hal ini karena indeks massa tubuh sangat berpengaruh pada kesehatan jantung. Risiko kardiovaskular dapat terjadi karena peningkatan indeks masaa tubuh.

Banyak orang-orang muda di Inggris, kelebihan berat badan, dan risiko serangan jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak kausal massa tubuh indeks dipompa lebih besar dari volume darah dari jantung kiri ruang.

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas dan kanker. Yang pertama adalah pendekatan diet yang sehat dan seimbang dan yang kedua adalah aktivitas fisik berupa olahraga yang teratur. Untuk mencegah kelebihan berat badan diperlukan kesadaran untuk tetap menjaga kestabilan berat dalam kisaran normal.

Pertimbangkan untuk mengurangi porsi makanan atau mengurangi kalori yang dikonsumsi yang caranya bisa bermacam-macam seperti menghindari makanan yang padat kalori seperti makanan yang manis-manis dan berlemak, bisa juga mengurangi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here