Ketahui Peran Orang Tua dalam Meredam Emosi pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Keluarga sangat berfungsi dalam menanamkan dasar-dasar pengalaman emosi, karena disanalah pengalaman pertama didapatkan oleh anak. Gaya pengasuhan keluarga akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak.

Disini peranan emosi orang tua sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan emosi seorang anak. Para orang tua yang dapat melatih emosi mereka akan mendapatkan anak-anak mereka yang lebih efektif dalam meregulasikan diri mereka yang berkaitan dengan emosi-emosinya. Dibandingkan dengan orang tua yang tidak dapat melatih mengendalikan emosi mereka.

Cara-cara yang digunakan orang tua untuk menangani masalah anaknya memberikan pelajaran yang membekas pada perkembangan emosi anak. Gaya mendidik orang tua yang mengabaikan perasaan anak yang tercermin pada persepsi negatif orang tua terhadap emosi. Emosi anak dilihat sebagai gangguan atau sesuatu yang selalu direspon orang tua dengan penolakan.

Pada masa dewasa, anak tersebut tidak akan menghargai emosinya sendiri yang menimbulkan keterbatasan dalam mengungkapkan emosinya. Sebaliknya, pada kelurga yang menghargai emosi anak yang dibuktikan dengan penerimaan orang tua terhadap ungkapan emosi anak. Pada masa dewasa nanti anak akan menghargai emosinya sendiri sehingga ia mampu mengungkapkan emosinya pada orang lain.

Peran orang tua sangat diharapkan dalam rangka membantu para remaja untuk mengontrol dan mengelola emosinya kepada penyaluran yang positif. Peran tersebut meliputi sebagai berikut:

  • Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian dan kasih sayang, meningkatkan komunikasi dua arah, siap menerima keluhan dan mencarikan jalan keluar terhadap permasalahan yang dialami remaja akan memberikan suasana yang sejuk bagi remaja.
  • Memberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan posisinya. Disiplin yang terlalu keras dan kaku, disertai hukuman badan dapat menimbulkan pemberontakan atau penolakan dari remaja. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak.
  • Tidak memberikan tuntutan yang berlebihan dan menghindari larangan yang tidak terlalu penting serta memberikan pengawasan dan pengarahan secukupnya merupakan hal yang menyenangkan bagi remaja.
  • Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah sikap konsisten dari orang tua. Ketidakkonsistenan orang tua dapat menimbulkan kebimbangan remaja dalam perilakunya. Remaja akan mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan atau mengambil pelajaran dari apa-apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya.
  • Diperlukan pula sikap yang tenang, berwibawa dan arif bijaksana dalam menghadapi luapan emosi oleh para orang tua maupun pendidik.
  • Orang tua diharapkan memberi stimulasi mental yang cukap. Merangsang dan memuaskan dorongan keingin tahuan anak.
  • Memberi dorongan, semangat serta meningkatkan perasaan mampu anak.
  • Memberikan gizi yang cukup.
  • Menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai, dan menciptakan situasi rumah yang kondusif untuk belajar. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here