Ketidaksuburan Wanita

Definisi
Ketidaksuburan yakni ketika pasangan telah mencoba untuk menghasilkan keturunan dengan sering melakukan hubungan seksual selama setidaknya satu tahun, namun tidak membuahkan hasil. Ketidaksuburan pada wanita, ketidaksuburan pria atau kombinasi dari keduanya mempengaruhi jutaan pasangan di Amerika Serikat. Diperkirakan 10 sampai 15 persen pasangan mengalami kesulitan untuk hamil atau melahirkan dengan sukses.

Ketidaksuburan yang diakibatkan oleh ketidaksuburan perempuan yakni sekitar sepertiga, begitu juga dengan faktor ketidaksuburan pria, yakni sekitar sepertiga. Sedangkan sisanya, penyebabnya tidak diketahui atau merupakan kombinasi dari faktor-faktor laki-laki dan perempuan.

Penyebab ketidaksuburan wanita cenderung sulit untuk didiagnosa, tetapi banyak perawatan yang tersedia untuk mengobati kondisi ini. Pilihan pengobatan yang tepat untuk setiap orang akan tergantung pada masalah medis yang mendasarinya. Pengobatan tidak selalu diperlukan – banyak pasangan tidak subur yang secara tiba-tiba malah hamil dan memiliki keturunan atau anak secara spontan.

Gejala
Gejala utama ketidaksuburan adalah ketidakmampuan pasangan Anda untuk hamil. Siklus menstruasi yang terlalu panjang (35 hari atau lebih), terlalu pendek (kurang dari 21 hari), tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali dapat menjadi pertanda kurangnya ovulasi, yang dapat dikaitkan dengan ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita. Selain tanda-tanda dan gejala tadi, tidak ada tanda-tanda atau gejala lahiriah yang mengindikasikan ketidaksuburan pada wanita.

Kapan harus ke dokter
Kapan Anda harus mencari pertolongan medis tergantung, sebagian, pada usia Anda.

  • Jika Anda berada pada usia di awal 30-an atau lebih muda, kebanyakan dokter akan menyarankan Anda mencoba untuk hamil selama setidaknya satu tahun sebelum menjalani pemeriksaan atau pengobatan tertentu.
  • Jika Anda berusia di antara 35 dan 40 tahun, diskusikan masalah Anda dengan dokter Anda setelah enam bulan mencoba.
  • Jika Anda berusia di atas 40 tahun, dokter akan menyarankan Anda untuk memulai pemeriksaan atau pengobatan segera.

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan atau pengobatan segera jika Anda atau pasangan Anda memang diketahui memiliki masalah kesuburan, atau jika Anda memiliki riwayat menstruasi yang tidak teratur atau sakit, penyakit radang panggul, keguguran berulang, pernah menjalani pengobatan kanker sebelumnya, atau mengidap endometriosis.

PENYEBAB
Beberapa faktor berikut sangatlah penting agar Anda bisa hamil :

  • Anda perlu ovulasi. Untuk mencapai kehamilan, ovarium Anda harus mampu menghasilkan dan melepaskan telur, proses inilah yang dikenal dengan nama ovulasi. Dokter dapat membantu mengevaluasi siklus menstruasi Anda dan mengkonfirmasi ovulasi.
  • Pasangan Anda perlu sperma. Bagi kebanyakan pasangan, ini bukanlah sumber masalah kecuali jika pasangan Anda memiliki riwayat penyakit tertentu atau pernah menjalani operasi yang mempengaruhi organ genitalnya sebelumnya. Dokter dapat menjalankan beberapa tes sederhana untuk mengevaluasi kesehatan sperma pasangan Anda.
  • Anda harus melakukan hubungan intim secara teratur. Anda harus melakukan hubungan seksual secara teratur selama masa subur Anda. Dokter dapat membantu Anda agar lebih memahami kapan saja masa paling subur Anda sepanjang siklus menstruasi.
  • Anda harus memiliki saluran tuba yang terbuka dan rahim yang normal. Telur dan sperma bertemu di saluran tuba, dan kehamilan membutuhkan tempat yang sehat untuk tumbuh.

Agar kehamilan terjadi, setiap bagian dari proses reproduksi manusia yang kompleks harus terjadi dengan benar. Langkah-langkah dalam proses ini adalah sebagai berikut :

  • Salah satu dari dua indung telur melepaskan telur yang matang.
  • Telur diambil oleh tuba falopi.
  • Sperma berenang ke arah leher rahim, melalui rahim dan menuju ke dalam tuba falopi untuk mencapai sel telur agar pembuahan terjadi.
  • Telur yang dibuahi berjalan ke arah ke tuba falopi dan menuju rahim.
  • Telur yang dibuahi tertanam dan tumbuh di dalam rahim.

Pada wanita, sejumlah faktor dapat mengganggu proses ini pada setiap langkah. Infertilitas perempuan disebabkan oleh satu atau beberapa dari faktor-faktor ini.

Gangguan ovulasi
Gangguan ovulasi, yang berarti Anda jarang berovulasi atau tidak sama sekali, menjadi alasan utama ketidaksuburan pada sekitar 25 persen pasangan infertil. Ini dapat disebabkan oleh kelemahan dalam regulasi hormon reproduksi oleh hipotalamus atau kelenjar hipofisis, atau adanya masalah di ovarium itu sendiri.

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS). Pada PCOS, perubahan yang kompleks terjadi di hipotalamus, kelenjar pituitari dan ovarium, mengakibatkan ketidakseimbangan hormon, yang mempengaruhi ovulasi. PCOS berhubungan dengan resistensi insulin dan obesitas, pertumbuhan rambut tidak normal pada wajah atau tubuh, dan jerawat. Ini adalah penyebab paling umum dari ketidaksuburan pada perempuan.
  • Disfungsi hipotalamus. Dua hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang ovulasi setiap bulan – follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) – diproduksi oleh kelenjar hipofisis dalam pola tertentu selama siklus menstruasi. Stres fisik atau emosional yang berlebihan, berat badan yang sangat tinggi atau sangat rendah, atau kenaikan atau kehilangan berat badan yang cukup besar dapat mengganggu pola ini dan mempengaruhi ovulasi. Tanda utama masalah disfungsi hipotalamus ini adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak ada sama sekali.
  • Insufisiensi ovarium prematur. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh respon autoimun di mana tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan ovarium atau hilangnya telur dari ovarium Anda lebih awal karena masalah genetik atau gangguan lingkungan seperti kemoterapi. Hal ini mengakibatkan hilangnya kemampuan ovarium untuk menghasilkan telur, serta produksi estrogen yang menurun sebelum Anda mencapai usia 40 tahun.
  • Terlalu banyak prolaktin. Kondisi yang kurang umum seperti kelenjar pituitari dapat menyebabkan kelebihan produksi prolaktin (hiperprolaktinemia), yang mengurangi produksi estrogen dan dapat menyebabkan infertilitas. Umumnya hal ini disebabkan oleh masalah pada kelenjar pituitari, tetapi juga dapat berhubungan dengan obat yang Anda ambil untuk mengobati penyakit lain.

Kerusakan saluran tuba (infertilitas tuba)
Ketika saluran tuba rusak atau terhambat, hal ini dapat menghalangi jalannya sperma menuju sel telur atau menghambat perjalanan sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim. Penyebab kerusakan atau penyumbatan tuba fallopi dapat mencakup :

  • Penyakit radang panggul, infeksi pada rahim dan tuba tabung karena klamidia, gonore atau infeksi menular seksual lainnya
  • Operasi yang dijalani sebelumnya di area perut atau panggul, termasuk operasi untuk kehamilan ektopik, di mana telur yang dibuahi tertanam dan mulai berkembang dalam tuba falopi bukan di dalam rahim
  • TBC panggul, penyebab utama infertilitas tuba di seluruh dunia, meskipun jarang di Amerika Serikat

Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di rahim tertanam dan tumbuh di lokasi lain. Pertumbuhan jaringan tambahan ini – dan operasi pengangkatan untuk mengobatinya – dapat menyebabkan jaringan parut, yang dapat menghalangi tabung dan menghambat pembuahan sel telur oleh sperma. Hal ini juga dapat mempengaruhi lapisan rahim, mengganggu implantasi telur yang dibuahi. Kondisi ini juga tampaknya mempengaruhi kesuburan dengan cara yang kurang langsung, seperti menngakibatkan kerusakan pada sperma atau sel telur.

Penyebab ketidaksuburan yang berkaitan dengan leher rahim atau serviks
Beberapa kondisi yang berhubungan dengan rahim atau serviks dapat berdampak terhadap kesuburan. Kondisi ini dapat mengganggu implantasi atau meningkatkan kemungkinan keguguran.

  • Polip atau tumor (fibroid atau mioma) jinak yang umum tumbuh di dalam rahim, dan beberapa jenisnya dapat merusak kesuburan dengan menghalangi saluran tuba atau dengan mengganggu implantasi. Namun, kebanyakan wanita yang memiliki fibroid atau polip masih tetap bisa hamil.
  • Endometriosis jaringan parut atau peradangan di dalam rahim dapat mengganggu implantasi.
  • Kelainan rahim hadir sejak lahir, seperti rahim berbentuk tidak normal, dapat menyebabkan masalah kesuburan atau mengganggu kehamilan yang sedang berlangsung.
  • Stenosis serviks, penyempitan serviks, dapat disebabkan oleh kelainan genetik/ warisan atau kerusakan serviks.
  • Kadang-kadang serviks tidak dapat menghasilkan lendir dengan tepat. Hal ini dapat mengganggu perjalanan sperma melalui leher rahim menuju ke dalam rahim.

Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan
Dalam beberapa kasus, penyebab infertilitas tidak pernah dapat ditemukan. Ada kemungkinan bahwa kombinasi dari beberapa faktor minor pada kedua pasangan mendasari masalah-masalah kesuburan ini. Meskipun bisa menimbulkan frustasi karena tidak mendapatkan jawaban yang spesifik, masalah ini dapat secara perlahan membaik dengan sendirinya.

Faktor Risiko
Faktor-faktor tertentu dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi mengalami infertilitas, termasuk :

  • Usia. Dengan bertambahnya usia, kualitas dan kuantitas telur wanita mulai menurun. Pada pertengahan usia 30-an, tingkat kehilangan folikel semakin cepat, sehingga jumlah telur akan lebih sedikit dan berkualitas lebih rendah, membuat konsepsi lebih menantang dan meningkatkan risiko keguguran.
  • Merokok. Selain merusak leher rahim dan saluran telur, merokok meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik. Ini juga diduga dapat mengakibatkan ovarium menua lebih cepat dan menguras telur lebih dini, mengurangi kemampuan Anda untuk hamil. Berhenti merokok sebelum memulai perawatan kesuburan.
  • Berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan secara signifikan, mungkin akan menghambat ovulasi normal. Memiliki indeks massa tubuh yang sehat (BMI) telah terbukti meningkatkan frekuensi ovulasi dan kemungkinan berhasilnya kehamilan.
  • Sejarah seksual. Infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan kerusakan tuba falopi. Memiliki hubungan seksual tanpa pelindung dengan beberapa mitra meningkatkan peluang Anda untuk tertular penyakit menular seksual (PMS) yang dapat menyebabkan masalah kesuburan di kemudian hari.
  • Alkohol. Minum minuman beralkohol dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan ovulasi dan endometriosis.

Persiapan Sebelum ke Dokter
Untuk evaluasi infertilitas, Anda mungkin akan dirujuk kepada seorang endokrinologi reproduksi – seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam mengobati gangguan yang menghambat kehamilan. Dokter mungkin akan mengevaluasi Anda dan pasangan Anda untuk mengidentifikasi potensi penyebab – dan perawatan mungkin – untuk infertilitas yang Anda alami.

Apa yang dapat Anda lakukan
Untuk mempersiapkan janji Anda :

  • Siapkan bagan siklus menstruasi Anda dan gejala yang berhubungan selama beberapa bulan. Pada kalender atau perangkat elektronik, catatlah waktu saat haid Anda dimulai dan berhenti dan bagaimana lendir serviks Anda terlihat. Buatlah catatan setiap harinya ketika Anda dan pasangan melakukan hubungan intim.
  • Buatlah daftar setiap obat, vitamin, herbal atau suplemen lain yang Anda ambil. Sertakan dosis dan seberapa sering Anda mengonsumsinya.
  • Bawa catatan medis sebelumnya. Dokter perlu mengetahui apa saja tes dan perawatan yang sudah pernah Anda coba.
  • Bawa notebook atau perangkat elektronik saat konsultasi. Anda akan mendapatkan banyak sekali informasi dari dokter pada konsultasi perdana Anda, dan tentunya akan cukup sulit jika hanya mengingatnya.
  • Pikirkan pertanyaan apa saja yang ingin Anda ajukan kepada dokter. Urutkan daftar pertanyaan Anda dari yang paling penting hingga yang kurang penting untuk mengantisipasi habisnya waktu konsultasi.

Beberapa pertanyaan dasar yang perlu Anda sertakan dalam daftar Anda meliputi :

  • Kapan dan seberapa sering saya harus melakukan hubungan intim jika saya berharap untuk hamil?
  • Apakah ada perubahan gaya hidup yang bisa saya dan pasangan saya terapkan untuk meningkatkan kemungkinan hamil?
  • Apakah Anda merekomendasikan pengujian tertentu? Jika iya, tes apa?
  • Apakah ada obat yang dapat meningkatkan kemampuan saya untuk hamil?
  • Apa efek samping mungkin dapat ditimbulkan oleh obat tersebut?
  • Bisakah Anda menjelaskan pilihan pengobatan kami secara rinci?
  • Apa pengobatan yang Anda rekomendasikan untuk situasi saya?
  • Bagaimana tingkat keberhasilan Anda selama ini dalam membantu pasangan mencapai kehamilan?
  • Apakah Anda memiliki brosur atau materi cetak lain yang bisa saya miliki?
  • Website apa yang Anda rekomendasikan?

Jangan ragu untuk meminta dokter Anda untuk mengulang informasi atau untuk mengajukan pertanyaan tindak lanjut.

Apa yang bisa Anda harapkan dari dokter
Beberapa pertanyaan potensial yang mungkin akan diajukan dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya meliputi :

  • Berapa lama Anda telah mencoba untuk hamil?
  • Seberapa sering Anda melakukan hubungan intim?
  • Apakah Anda pernah hamil? Jika demikian, apa hasil dari kehamilan itu?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi panggul atau perut?
  • Apakah Anda pernah dirawat karena kondisi ginekologi?
  • Pada usia berapa Anda pertama kali mulai mengalami menstruasi?
  • Rata-rata, berapa hari selang antara awal satu siklus menstruasi dan awal siklus menstruasi Anda berikutnya?
  • Apakah Anda mengalami gejala-gejala pramenstruasi, seperti nyeri payudara, perut kembung atau kram?

Tes Dan Diagnosis
Jika Anda masih tidak dapat hamil dalam jangka waktu yang wajar, cari bantuan dari dokter untuk evaluasi dan pengobatan infertilitas lanjut.
Tes kesuburan yang diperlukan mungkin termasuk :

  • Tes ovulasi. Kit prediksi ovulasi yang tersedia di apotik dan toko obat- sebuah tes yang dapat Anda lakukan di rumah – bisa mendeteksi lonjakan luteinizing hormone (LH) yang terjadi sebelum ovulasi. Jika hasil tes ovulasi yang Anda lakukan di rumah belum pernah positif, tes darah untuk progesteron – hormon yang diproduksi setelah ovulasi – dapat mendokumentasikan bahwa Anda sedang berovulasi. Kadar hormon lainnya, seperti prolaktin, juga perlu diperiksa.
  • Hysterosalpingography. Selama hysterosalpingography, kontras sinar-X disuntikkan ke dalam rahim Anda dan sinar-X diambil untuk menentukan apakah rongga rahim Anda normal dan apakah ada cairan yang melewati keluar dari rahim dan tumpah dari saluran tuba Anda. Jika kelainan ini ditemukan, Anda mungkin akan membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Pada beberapa wanita, tes itu sendiri dapat meningkatkan kesuburan, mungkin dengan membilas dan membuka saluran tuba.
  • Memeriksa cadangan ovarium. Pengujian ini membantu menentukan kualitas dan kuantitas telur yang tersedia untuk ovulasi. Perempuan yang berisiko kehabisan persediaan telur – termasuk wanita yang berusia lebih tua dari 35 tahun -mungkin perlu menjalani rangkaian tes darah dan pencitraan.
  • Tes hormon lainnya. Tes hormon lainnya ini memeriksa kadar hormon ovulasi serta hormon tiroid dan hipofisis yang mengontrol proses reproduksi.
  • Tes pencitraan. USG panggul ini digunakan untuk mendeteksi penyakit rahim atau tuba falopi. Kadang-kadang hysterosonography juga bisa digunakan untuk melihat rincian dalam rahim yang tidak terlihat pada USG biasa.
    Tergantung pada situasi Anda, terkadang pengujian untuk infertilitas kemungkinan juga termasuk:
  • Tes pencitraan lain. Tergantung pada gejala Anda, dokter Anda mungkin meminta Anda untuk menjalani histeroskopi untuk mendeteksi adanya penyakit atau kelainan pada rahim atau tuba falopi.
  • Laparoskopi. Bedah minimal invasif ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bawah pusar Anda dan memasukkan perangkat tampilan yang tipis untuk memeriksa saluran tuba, ovarium dan uterus. Laparoskopi dapat mengidentifikasi endometriosis, jaringan parut, penyumbatan atau penyimpangan dari saluran tuba, dan masalah pada ovarium dan uterus.
  • Pengujian genetik. Pengujian genetik membantu mendeteksi kelainan atau cacat genetik yang menyebabkan infertilitas.

Perawatan Dan Obat-obatan
Perawatan dan pengobatan untuk infertilitas Anda akan tergantung pada penyebab, usia Anda, lamanya infertilitas yang Anda derita dan preferensi pribadi. Karena infertilitas adalah gangguan yang kompleks, pengobatan nantinya akan mencakup komitmen keuangan, fisik, psikologis dan waktu yang signifikan. Meskipun beberapa wanita membutuhkan hanya satu atau dua terapi untuk mengembalikan kesuburan, namun pada sebagian lainnya infertilitas mungkin memerlukan beberapa jenis pengobatan mungkin agar mereka dapat hamil.

Perawatan bisa dilakukan melalui berbagai cara, bisa dengan mengembalikan kesuburan – dengan cara pengobatan atau operasi – atau membantu reproduksi melalui teknik reproduksi canggih.

Restorasi kesuburan: Memacu ovulasi dengan obat kesuburan
Obat kesuburan, yang mengatur atau menginduksi ovulasi, adalah pengobatan utama untuk wanita yang tidak subur karena gangguan ovulasi. Secara umum, obat ini bekerja seperti hormon alami – follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) – untuk memicu ovulasi. Obat kesuburan juga digunakan pada wanita yang mengalami ovulasi untuk mencoba merangsang telur yang lebih baik atau telur tambahan. Obat kesuburan ini termasuk :

  • Clomiphene citrate. Clomiphene citrate (Clomid, Serophene) diambil melalui mulut dan merangsang ovulasi dengan memicu kelenjar hipofisis untuk melepaskan lebih banyak FSH dan LH, yang merangsang pertumbuhan folikel ovarium yang mengandung telur.
  • Gonadotropin. Obat ini tidak bertujuan untuk merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan lebih banyak hormon. Perawatan ini disuntikkan untuk merangsang ovarium secara langsung. Obat gonadotropin termasuk menopause gonadotropin atau hMG (Repronex, Menopur) dan FSH (Gonal-F, Follistim AQ, Bravelle). Semua obat ini bertindak dengan merangsang produksi telur. Gonadotropin lain, human chorionic gonadotropin (Ovidrel, Pregnyl), digunakan untuk mematangkan telur dan memicu pelepasan pada saat ovulasi.
  • Metformin. Metformin (Glucophage, dan lain-lain) digunakan ketika infertilitas yang Anda derita telah terbukti atau diduga disebabkan oleh resistensi insulin, biasanya pada wanita dengan diagnosis PCOS. Metformin membantu meningkatkan resistensi insulin, yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya ovulasi.
  • Letrozole. Letrozole (Femara) termasuk ke dalam kelas obat-obatan yang dikenal sebagai inhibitor aromatase dan bekerja dengan cara yang mirip dengan clomiphene. Letrozole dapat menyebabkan ovulasi. Namun, efek obat ini pada awal kehamilan belum diketahui, sehingga tidak begitu sering digunakan untuk ovulasi induksi.
  • Bromocriptine. Bromokriptin (Parlodel, Cycloset) dapat digunakan ketika masalah ovulasi disebabkan oleh kelebihan produksi prolaktin (hiperprolaktinemia) oleh kelenjar pituitari.

Risiko obat kesuburan
Menggunakan obat kesuburan membawa beberapa risiko, seperti :

  • Kehamilan dengan kelipatan. Obat oral membawa risiko kehamilan ganda yang cukup rendah (kurang dari 10 persen) dan sebagian besar berisiko mengakibatkan kehamilan kembar, tetapi kemungkinan Anda meningkat menjadi sekitar 15 sampai 20 persen jika menggunakan obat suntik. Obat kesuburan suntik juga membawa risiko utama kembar tiga atau lebih (kehamilan ganda dengan tingkat yang lebih tinggi). Umumnya, semakin banyak janin yang Anda kandung, semakin besar risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah dan masalah perkembangan di kemudian hari. Kadang-kadang obat yang disesuaikan dapat menurunkan risiko kelipatan, jika foliker berkembang terlalu banyak.
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS). Penggunaan obat kesuburan suntik untuk menginduksi ovulasi dapat menyebabkan OHSS, di mana ovarium Anda menjadi bengkak dan nyeri. Tanda dan gejala biasanya berlangsung selama seminggu dan termasuk sakit perut ringan, kembung, mual, muntah dan diare. Namun, jika Anda hamil, gejala Anda mungkin akan bertahan hingga beberapa minggu. Pada beberapa kasus, kemungkinan untuk mengembangkan OHSS dalam bentuk yang lebih parah juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat, ovarium yang membesar dan menyakitkan, cairan di perut dan sesak napas.
  • Risiko jangka panjang terkena tumor ovarium. Sebagian besar studi pada wanita yang menggunakan obat kesuburan menunjukkan bahwa ada sedikit risiko jangka panjang. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan obat kesuburan selama 12 bulan atau lebih tanpa kehamilan yang sukses bermungkinan atau risiko yang lebih besar mengidap tumor ovarium borderline di kemudian hari. Jadi risiko tumor ovarium ini lebih tinggi pada wanita yang tidak pernah memiliki kehamilan walaupun sudah mengambil obat kesuburan. Hal ini mungkin terkait dengan masalah mendasar dari pengobatan yang diambil. Namun, karena tingkat keberhasilan biasanya lebih tinggi dalam beberapa siklus pertama, mengevaluasi kembali penggunaan obat setiap beberapa bulan dan berkonsentrasi pada perawatan yang memiliki potensi kesuksesan paling tinggi tampaknya akan tepat untuk menghindari risiko ini.

Restorasi kesuburan: Bedah
Beberapa prosedur bedah dapat mengatasi masalah atau meningkatkan kesuburan wanita. Namun, perawatan bedah untuk kesuburan tergolong langka dewasa ini karena perawatan kesuburan lain memiliki keberhasilan yang lebih tinggi. Prosedur bedah dalam hal ini termasuk :

  • Operasi laparoskopi atau histeroskopi. Operasi ini dapat menghapus atau mengoreksi kelainan yang menurunkan tingkat kehamilan. Hal ini dapat mencakup mengoreksi bentuk rahim yang tidak normal, menghilangkan polip endometrium dan beberapa jenis fibroid yang mengubah bentuk rongga rahim atau perlengketan pelvis atau rahim. Hal ini dapat meningkatkan peluang Anda untuk mencapai kehamilan.
  • Operasi ligasi tuba reversal (mikroskopis). Setelah tuba seorang wanita diikat untuk kontrasepsi permanen (ligasi tuba), operasi dapat dilakukan untuk menyambung kembali tuba tersebut dan mengembalikan kesuburan. Dokter Anda dapat menentukan apakah kemungkinan keberhasilan Anda menjalani operasi ligasi tuba reversal cukup baik atau apakah fertilisasi in vitro (IVF) mungkin akan menjadi pilihan yang lebih baik untuk Anda.
  • Operasi tuba. Jika tuba falopi Anda tersumbat atau berisi cairan (hydrosalpinx), operasi laparoskopi dapat dilakukan untuk menghilangkan perlengketan, melebarkan tabung atau membuat pembukaan tuba baru. Namun, hal ini jarang dilakukan, karena tingkat kehamilan biasanya lebih tinggi dengan prosedur fertilisasi in vitro (IVF). Untuk hydrosalpinx, penghapusan tabung Anda (salpingectomy) atau menghalangi tabung yang dekat dengan rahim dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil dengan metode IVF.

Bantuan reproduksi
Metode bantuan reproduksi yang paling umum digunakan adalah :

  • Intrauterine insemination (IUI). Selama IUI, jutaan sperma yang sehat ditempatkan di dalam rahim mendekati waktu ovulasi.
  • Teknologi reproduksi berbantu. Metode ini dilakukan dengan mengambil telur matang dari seorang wanita, membuahi telur tadi dengan sperma seorang pria di sebuah piring di laboratorium, kemudian mentransfer embrio ke dalam rahim setelah pembuahan. IVF adalah teknologi reproduksi berbantu yang paling efektif. Siklus IVF membutuhkan waktu beberapa minggu dan memerlukan tes darah berkali-kali dan suntikan hormon setiap hari.

Penanganan dan Dukungan
Menangani infertilitas dapat membuat Anda lelah secara fisik dan emosional. Untuk mengatasi naik turunnya pengujian infertilitas dan pengobatan, pertimbangkan strategi berikut ini :

  • Siapkan diri Anda dengan baik. Ketidakpastian pengujian infertilitas dan perawatan bisa menimbulkan berbagai kesulitan dan membuat Anda stres. Mintalah dokter Anda untuk menjelaskan langkah-langkah untuk terapi yang Anda pilih sehingga Anda dan pasangan Anda dapat mempersiapkan diri untuk masing-masing terapi tersebut. Memahami proses dapat membantu mengurangi kecemasan Anda.
  • Mencari dukungan. Meskipun infertilitas dapat menjadi masalah yang sangat pribadi, tetaplah berkomunikasi dengan pasangan, anggota keluarga dekat atau teman-teman untuk mendapatkan dukungan. Banyak kelompok dukungan online yang memungkinkan Anda untuk menjaga anonimitas Anda saat Anda mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan infertilitas. Segera cari bantuan profesional jika beban emosional yang dirasakan terlalu berat bagi Anda atau pasangan Anda.
  • Olahraga dan makan makanan yang sehat. Menjaga rutinitas latihan fisik moderat dan diet yang sehat dapat meningkatkan pandangan Anda dan membuat Anda tetap fokus menjalani hidup Anda meskipun Anda memiliki masalah infertilitas.
  • Mempertimbangkan pilihan lain. Tentukan alternatif – adopsi, donor sperma atau sel telur, atau bahkan memutuskan untuk tidak memiliki anak – sedini mungkin saat Anda memulai proses pengobatan infertilitas. Hal ini dapat mengurangi kecemasan selama perawatan dan kekecewaan jika konsepsi tidak terjadi atau gagal.

PENCEGAHAN
Jika Anda adalah seorang wanita dan berencana untuk hamil segera atau di masa depan, Anda dapat meningkatkan kesempatan Anda memiliki kesuburan yang normal jika Anda :

  • Pertahankan berat badan normal. Wanita yang kelebihan dan kekurangan berat badan akan berisiko lebih besar memiliki gangguan ovulasi. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, berolahragalah yang cukup. Latihan fisik yang berat dan intens lebih dari tujuh jam seminggu terbukti berkaitan dengan penurunan ovulasi.
  • Berhenti merokok. Tembakau memiliki beberapa efek negatif pada kesuburan, belum lagi kesehatan umum dan kesehatan janin. Jika Anda merokok dan sedang mempertimbangkan kehamilan, berhentilah merokok dari sekarang.
  • Hindari alkohol. Penggunaan alkohol berat dapat menyebabkan kesuburan menurun. Dan penggunaan alkohol dapat mempengaruhi kesehatan janin yang sedang berkembang. Jika Anda berencana untuk hamil, hindari alkohol, dan jangan minum alkohol saat Anda sedang hamil.
  • Mengurangi stres. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan yang mengalami stres psikologis memiliki hasil yang lebih buruk dengan pengobatan infertilitas. Jika Anda bisa, berusahalan untuk menemukan cara untuk mengurangi stres dalam hidup Anda sebelum mencoba untuk hamil.
  • Batasi kafein. Beberapa dokter menyarankan membatasi asupan kafein kurang dari 200 sampai 300 miligram per hari.