Ketika Bacaan Cerita Seks Mempengaruhi Kehidupan Seksualitas

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Cerita seks merupakan narasi yang sengaja dibuat dengan berbagai kisah, tentang hubungan seksual pria dan wanita. Tujuannya untuk membuat orang yang membaca seakan-akan larut dalam cerita, sehingga berkeinginan untuk melakukan hubungan intim.

Cerita seks menampilkan adegan-adegan seksual

Umumnya di dalam sebuah cerita seks itu menampilkan adegan-adegan hubungan persetubuhan yang dicampur dengan berbagai ungkapan-ungkapan erotis. Tulisan tersebut membuat pembacanya menjadi ikut terbawa suasana, sekaligus membayangkan adegan yang dituliskan di dalam cerita.

Misalnya saja kisah atau cerita seks yang muncul di internet, umumnya dibuat seolah-olah dialami sendiri oleh  sang penulis. Padahal kenyataannya cerita seks tersebut kebanyakan hanya fiktif atau imajinasi dari penulisnya saja. Lantas apakah cerita-cerita seks tersebut bisa mempengaruhi kehidupan seksualitas?

Cerita seks dapat mempengaruhi kehidupan seksual

Tidak dipungkiri jika cerita-cerita tersebut akan mempengaruhi kehidupan seksualitas seseorang. Kehidupan seksual yang terinsiprasi dari cerita tersebut dapat juga mendorong munculnya penyimpangan. Penyimpangan yang dimaksud seperti perzinahan atau perselingkuhan.

Terlebih jika cerita seks tersebut dinikmati oleh para remaja yang sebetulnya belum boleh melakukan hubungan intim. Tentu saja kondisi ini dapat menyebabkan dampak negatif bagi generasi muda, seperti perilaku seks di luar nikah.

Cerita seks berbahaya bagi anak-anak dan remaja

Dewasa ini banyak cerita-cerita seks yang bermunculan di internet, sekaligus dapat diakses secara mudah oleh siapa saja. Rata-rata pengguna internet cukup mengetik kata kunci “cerita seks” pada browser, kemudian berbagai pilihan bermunculan.

Tentu saja bebasnya mengakses cerita seks di internet itu, memberikan kekhawatiran bagi para orangtua yang masih memiliki anak-anak remaja. Arahan dan bimbingan sangat diperlukan guna menjaga anak-anak agar tidak terjemurus dalam pergaulan bebas akibat cerita-cerita seks.

Orangtua perlu melakukan tindakan

Orangtua memang tidak bisa melarang secara langsung putra-putrinya dalam memanfaatkan internet. Namun dengan pengarahan yang tepat untuk tidak membaca cerita-cerita seks, maka anak-anak mempunyai pengendalian diri yang baik dalam menghindari sisi-sisi negatif.

Selain itu pemahaman tentang nilai-nilai agama juga sangat penting diterapkan agar anak-anak dan remaja dapat menghindari pengaruh negatif dari cerita seks. Anak atau remaja yang gemar membaca cerita seks, bisa saja tumbuh menjadi pribadi yang perilakunya tidak normal.

Anak yang gemar membaca cerita seks kecederungannya akan sering memiliki pikiran kotor. Hal tersebut umumnya dapat dilihat dari kalimat-kalimat yang diucapkan sehari-hari. Terkadang justru anak tersebut menceritakan cerita seks yang telah dibaca kepada teman-teman sepermainannya.

Gelagat anak-anak yang sedang membahas sesuatu yang terlarang ini, membuatnya menjadi terbiasa untuk melawan norma-norma sosial. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang haus akan aktivitas seks, sehingga tak jarang terjerumus pada gaya hidup seks bebas. Alhasil cerita-cerita seks yang cukup memberikan pengaruh pada kehidupan seksualitas, tidak layak dikonsumsi oleh anak atau remaja. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here