Khitan Turunkan Risiko AIDS Pada Pria

SehatFresh.com – HIV/AIDS paling berisiko menular melalui hubungan seksual. Pada pria, ternyata khitan (sirkumsisi) bisa mengurangi risiko penularan penyakit mematikan ini. Menurut penelitian, penularan penyakit HIV/AIDS ini bisa ditekan hingga lebih dari 60 % dengan berkhitan. Maka disimpulkan bahwa pria yang berkhitan berisiko lebih rendah terkena HIV/AIDS ketimbang pria yang tidak berkhitan.

Menurut penelitian dari University of the Witwatersrand, Afrika Selatan, khitan merupakan pencegahan yang sederhana dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Penelitian jangka panjang bahkan menunjukkan khitan memiliki manfaat lebih besar dari yang selama ini diketahui. Sejumlah ahli menyebut manfaat khitan sebagai “vaksin melalui operasi”. Pasalnya, khitan memiliki efek pencegahan yang efektif dan murah.

Berdasarkan pengkajian hasil penelitian yang dilakukan oleh Center of Disease Control (CDC) dari 28 studi berskala internasional sepanjang tahun 2000-an, disimpulkan bahwa khitan pada pria dapat menurunkan risiko infeksi HIV hingga 44%. Angka ini meningkat menjadi 71% terutama pada kelompok risiko tinggi yang rentan terkena infeksi HIV. Dari tiga studi klinis yang dilakukan di Afrika, di mana prevalensi HIV/AIDS tinggi, khitan terbukti menurunkan kejadian infeksi HIV hingga 60% di Afrika Selatan, 51% di Uganda dan 53% di Kenya.

Dari sejumlah penelitian yang terkait dengan manfaat khitan dalam mengurangi risiko infeksi HIV, mekanisme medis terkait hal ini belum diterangkan secara pasti. Hasil penelitian yang diliris oleh American Society for Microbiology pada bulan April 2013 melaporkan bahwa koloni mikroba yang hidup dan berkembang dalam kulup penis diyakini berpengaruh terhadap pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Peneliti dari Translational Genomic Research Institute, Lance Price, melakukan sebuah percobaan kepada sekelompok pria Uganda melaui analisis genetik terhadap mikroba yang hidup di dalam penis. Studi tersebut dimonitor selama satu tahun untuk membandingkan kondisi dan jenis mikroba sebelum dan setelah prosedur khitan dilakukan. Pemeriksaan awal sebelum khitan menunjukkan kesamaan karakteristik mikroba pada dua kelompok pria yang dikhitan maupun yang tidak. Setelah 12 bulan, pada pria yang dikhitan ditemukan adanya penurunan angka pertumbuhan mikroba yang dapat hidup dalam kondisi oksigen yang rendah (anaerob) sebesar 81% disertai dengan peningkatan bakteri aerob.

Tingginya jumlah bakteri anaerob pada pria yang tidak dikhitan dapat mengaktifkan sel Langerhans yang terdapat dalam kulup penis, Pengaktifan sel ini memudahkan virus seperti HIV untuk menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Khitan membawa dampak baik yang cukup besar. Dari segi ekologi, pemotongan kulup seperti mengubah suatu ekosistem, di mana terjadi peningkatan jumlah oksigen dan penurunan kelembaban pada penis.

Meski demikian, rasa percaya diri yang berlebihan pada pria yang sudah dikhitan perlu dikhawatirkan. Pasalnya, tidak ada yang bisa menjamin perlindungan hingga 100%, bahkan vaksin sekalipun. Pasalnya, satu upaya perlindungan tidaklah cukup. Dalam hal ini, khitan adalah bagian dari upaya perlindungan diri selain dari pemakaian kondom.

Sumber gambar : duniafitnes.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY