Kiat Mengatasi Rasa Takut Berlebihan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda memiliki seorang anak usia remaja yang penakut? Bisa jadi pola asuh yang Anda terapkanlah yang membuat anak merasa takut kepada hal-hal di sektarnya. Remaja merupakan aset berharga di dalam keluarga yang harus dididik dengan cara yang tepat. Perkembangan usia remaja mengarah pada pencarian jati diri. Setiap remaja memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda, ada yang pemberani dan ada pula yang selalu merasa takut. Perkembangan seorang anak sangat ditentukan oleh pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tua, sehingga apabila remaja tersebut merasakan ketakutan peran orang tua sangatlah besar dalam memecahkan masalah ini. Sebagai orang yang paling dekat dengan anak, orang tua biasanya memiliki cara atau strategi untuk mengatasi rasa takut pada anak-anaknya.

Namun, apabila rasa takut pada remaja terasa sulit untuk diatasi, kemungkinan ada sesuatu yang salah dengan pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Rasa takut yang dialami anak usia remaja secara terus menerus akan mengganggu perkembangannya. Dampak negatif yang ditimbulkan pada remaja yang sering takut adalah peningkatan tekanan darah dan detak jantung, apabila dibiarkan bisa saja mengganggu sistem kesehatan. Dampak lain pada remaja yang takut secara berlebihan yaitu terhambatnya daya eksplorasi, dan kemampuan beradaptasi yang kurang yang seharusnya didapatkan saat usia remaja.

Sebelum terjadi dampak negatif tersebut, kita sebabagi orang tua harus mengambil inisiatif untuk membantu mengatasi masalah pada anak usia remaja yang takut secara berlebihan. Karena dengan membantu mereka, diharapkan dapat menstimulasi para remaja yang penakut untuk mengekspresikan perasaan dengan tepat.

Berikut ini adalah kiat-kiat yang harus diketahui oleh orang tua untuk mengatasi rasa takut berlebihan pada remaja.

  1. Kenali sumber rasa takut

Remaja biasanya memiliki sifat yang mudah berubah-ubah dan kemampuan dalam mengungkapkan apa yang dirasakan masih minim. Sebagai orang terdekat, sebaiknya kita mampu mengenali hal yang menjadi sumber rasa takut mereka. Sikap kita dalam menggali informasi pada remaja haruslah dengan cara yang baik dan tidak terkesan mewawancarai. Gunakan bahasa yang baik serta berikan stimulus pada remaja untuk mengungkapkan perasaannya.

  1. Beri rasa aman dan nyaman

Ciptakan suasana yang membuat remaja merasa aman ketika kita sedang mendekatinya. Pastikan bahwa Anda akan membantu dan melindunginya.

  1. Hargai perasaan takut pada remaja

Sebagai orang tua, jangan sekali-kali kita meremehkan rasa takut pada remaja, apalagi mencibir rasa takut mereka. Yakinkan bahwa Anda memahami rasa takutnya, dan jelaskan bahwa hal itu adalah wajar jika dialami pada masa remaja.

  1. Ajak remaja melakukan kegiatan positif

Semakin banyak kegiatan yang dilakukan oleh remaja, akan membantu mengurangi rasa takut yang mereka alami. Kegiatan-kegiatan positif seperti berolahraga, pergi ke tempat ibadah, berdonasi, dan kerja bakti, bisa memfokuskan perasaan mereka untuk hal-hal yang positif pula.

  1. Ajarkan menghadapi sumber rasa takut

Jangan langsung mengajari mereka untuk menghadapi sumber rasa takut dengan cara yang kita miliki, tetapi ajaklah mereka berdiskusi untuk mengamati sumber rasa takut secara pelan-pelan dan cari cara untuk mengatasinya sesuai dengan kemampuan anak.

  1. Perkenalkan pada hal-hal baru di sekitar

Dengan memperkenalkan hal-hal baru sesering mungkin pada mereka, hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehingga kemungkinan untuk mengalami rasa takut berkurang. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here