Klasifikasi Fistula Ani

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus ataupun bisa juga ke organ lain seperti ke vagina. Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Mayoritas penyakit supurativ anorektal terjadi karena infeksi dari kelenjar anus (cyptoglandular). Kelenjar ini terdapat di dalam ruang intersphinteric. Diawali kelenjar anus terinfeksi, sebuah abses kecil terbentuk di daerah intersfincter. Abses ini kemudian membengkak dan fibrosis, termasuk di bagian luar kelenjar anus di garis kripte. Ketidakmampuan abses untuk keluar dari kelenjar tersebut akan mengakibatkan proses peradangan yang meluas sampai perineum, anus atau seluruhnya, yang akhirnya membentuk abses perianal dan kemudian menjadi fistula.

Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 – 40 tahun, berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang. Sebagian besar fistula terbentuk dari sebuah abses, tetapi tidak semua abses akan menjadi fistula. Setidaknya sekitar 40% pasien dengan abses akan terbentuk fistula.

Terdapat berbagai jenis fistula, mulai dari fistula sederhana hingga fistula kompleks yang bercabang cabang dan melibatkan otot sphincter ani (otot yang mengatur proses defekasi). Parks membagi fistula ani menjadi 4 type klasifikasi, yaitu:

  • Fistula Transsphingter. Fistula transsphingter disebabkan oleh abses ischiorektal, dengan perluasan jalur melalui sphingter eksterna. Keadaan ini berawal dari dalam ruang di antara muskulus sfingter eksterna dan interna, kemudian melewati muskulus sphingter eksterna dan bermuara sepanjang satu atau dua inchi di luar lubang anus, membentuk huruf ‘U’ dalam tubuh, dengan lubang eksternal berada di kedua belah lubang anus (fistula horseshoe). Jenis ini terjadi sekitar 25% dari semua fistula. Jalur utama menyebrang sphincter externus yang terdapat pada tingkat manapun dibawah puborectalis sampai serat terendah dari sphincter externus
  • Fistula Intersphingter. Fistula ini terbatas pada ruang intersphingter dan sphingter interna, berawal dalam ruang di antara muskulus sfingter eksterna dan interna dan bermuara berdekatan dengan lubang anus yang disebabkan oleh abses perianal. Kasus ini terjadi sekitar 70% dari semua fistula. Semua jalur inflamasi pada posisi medial striated muscle atau sphincter externus.
  • Fistula Suprasfingter. Fistula jens ini disebabkan oleh abses supralevator yang melewati otot levator ani, diatas puncak otot puborektal dan masuk ke dalam ruang intersphingter. Keadaan ini berawal dari ruangan diantara m. sfingter eksterna, dan interna dan membelah ke atas muskulus pubrektalis lalu turun di antara puborektal dan m.levator ani lalu muncul satu atau dua inchi di luar anus. Terjadi sekitar 5 % dari semua fistula. Kejadiannya sangat jarang, dan jalur utamanya menyebrang melewati levator ani.
  • Fistula Ekstrasphingter. Fistula jenis ini berawal dari rektum atau colon sigmoid dan memanjang ke bawah, melewati muskulus levator ani dan berakhir di sekitar anus. Fistula ini biasa disebabkan oleh abses appendiceal, abses diverticular, atau Crohn’s Disease. Kejadian ini terjadi sekitar 1% dari semua fistula.  Biasanya akibat sepsis intrapelvis atau operasi bedah yang tidak tepat dari fistula yang lain, dan jalurnya diluar semua kompleks sphincter.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY