Klasifikasi Hipoksia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hipoksia merupakan kondisi berbahaya, karena otak, hati, dan organ lainnya bisa rusak dengan cepat ketika tidak mendapat oksigen yang cukup. Kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi prematur, disebabkan paru-parunya belum berkembang sempurna.

Hipoksia adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Hipoksia bisa merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, yaitu rendahnya pasokan oksigen pada pembuluh darah bersih pada pembuluh arteri.

Anda harus selalu waspada akan hipoksia saat berada pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah seperti pegunungan, dalam penerbangan, berada di dalam air, atau di area kebakaran.

Terdapat 4 macam klasifikasi hipoksia berdasarkan Best dan Taylor:

  • Hipoksia hipoksik (pembuluh darah arteri berkurang). Merupakan bentuk tersering dari hipoksia, terjadi ketika terdapat gangguan pertukaran oksigen di paru-paru. Beberapa penyebabnya antara lain: kondisi di mana tekanan parsial oksigen menurun, seperti: pada ketinggian tertentu dari permukaan laut. Kondisi yang memblokade pertukaran oksigen pada tingkat alveolus dengan pembuluh darah kapiler, seperti: pneumonia (radang paru), asma, tenggelam. Faktor lain-lain, seperti penjeratan leher, terhirupnya asap (pada kebakaran), penyakit jantung bawaan seperti Tetralogy of Fallot, dan faktor lainnya.
  • Hipoksia anemik (Hemoglobin berkurang). Terjadi ketika tubuh tidak mampu mengangkut oksigen yang tersedia ke jaringan target. Penyebab hal ini antara lain: anemia berat karena kehilangan darah baik akut maupun kronis. Anemia yang bersifat ringan-sedang tidak akan menyebabkan hipoksia anemik karena tubuh masih dapat mengkompensasi walaupun pasien akan tetap mengalami hipoksia jika melakukan aktivitas, keracunan karbon monoksida (CO), faktor obat-obatan seperti aspirin, sulfonamid, nitrit. Keadaan methemoglobinemia (kondisi di mana terdapatnya met hemoglobin , suatu pigmen darah hemoglobin yang tidak normal, pada darah). Penyakit seperti anemia sel sabit, anemia defisiensi besi, anemia aplastik, anemia hemolitik, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Hipoksia stagnan/iskemik ( tidak cukup ke jaringan). Hipoksia jenis ini terjadi ketika tidak adanya aliran darah yang cukup ke jaringan target. Organ yang paling terpengaruh adalah ginjal dan jantung karena mereka memiliki kebutuhan oksigen yang tinggi. Hipoksia jaringan ditandai oligema jaringan atau aliran darah ke jaringan sangat rendah, sehingga yang dihantarkan ke jaringan tidak cukup meskipun pembuluh dan konsentrasi haemoglobin normal. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan arteriolar dan vasokonstriksi
  • Hipoksia histotoksik. Jenis Hipoksia ini terjadi ketika jaringan tubuh tidak dapat menggunakan oksigen yang sudah dialirkan ke mereka. Kasus ini bukan merupakan hipoksia sebenarnya karena tingkat oksigenisasi jaringan dapat normal atau lebih dari normal. Penyebab hal ini sebagian besar berupa racun, antara lain: keracunan sianida, konsumsi alkohol,dan

David J Pierson mengemukakan bahwa adanya jenis hipoksia lain yaitu : Hipoksia Afinitas Oksigen. Jenis ini adalah jenis Hipoksia akibat berkurangnya kemampuan haemoglobin untuk melepas oksigen.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY