Klasifikasi Leukemia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sel darah putih adalah sel yang dibutuhkan tubuh untuk membunuh infeksi yang muncul, namun bagaimana jika sel darah putih yang dihasilkan tidak dapat berfungsi dengan baik tersebut diproduksi sangat banyak oleh tubuh? Kondisi seperti ini akan berdampak buruk pada kesehatan karena tubuh tidak mempunyai cukup sel darah putih yang sehat untuk melawan penyakit.

Leukimia adalah nama dari penyakit ini, penyakit yang akrab disebut dengan kanker darah ini adalah suatu keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan adanya peningkatan sel darah putih (leukosit) abnormal. Pada penderita Leukimia sel darah putih yang dihasilkan tidak dapatĀ  berfungsi dengan baik dan berlebihan, jumlah yang berlebihan ini akan menumpuk pada sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Beberapa faktor melatar belakangi orang untuk terkena Leukimia seperti faktor luar seperti radiasi, bahan kimia beracun, usia, riwayat keluarga, faktor genetik yang merusak kromosom, etnik, dan Virus-1 (HTLV-1) yang diyakini menjadi penyebab penyakit ini.

Pada tahun 2000, terdapat sekitar 256.000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209.000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.

Melihat bahwa banyaknya yang terkena Leukimia adalah baiknya untuk mengetahui apa saja klasifikasi dari Leukimia. Berikut adalah beberapa klasifikai Leukimia, Leukimia dapat diklasifikasikan atas dasar:

  1. Perjalanan alamiah penyakit yaitu akut dan kronis.
  • Leukimia Kronis. Ini adalah fase tahap awal dari gejala-gejala yang ada, pada fase ini sel darah putih masih bisa melakukan beberapa fungsinya secara normal. Namun seiring berjalannya waktu kondisi semakin memburuk karena jumlah sel-sel darah meningkat yang akhirnya akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening atau infeksi. Penderita yang masuk kedalam tahap ini biasanya tidak memiliki gejala apapun dalam pendeteksiannya pun dokter biasanya mendeteksi penyakit leukemia kronis dengan penelitian rutin.
  • Leukemia Akut. Pada tipe ini penyakit berjalanan sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Pada saat ini sel-sel leukemia menghasilkan sel-sel darh putih dengan jumlah yang banyak dan tidak dapat menjalakan pekerjaan sel darah putih normal. Apabila tidak segera diobati maka penderita dapat meninggal hanya dalam hitungan minggu atau bahkan hari.
  1. Tipe sel predominan yang terlibat yaitu limfoid dan mieloid
  • Ketika leukemia memengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik.
  • Ketika leukemia memengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, maka disebut leukemia mielositik.
  1. Jumlah leukosit dalam darah
  • Leukemia leukemik, ini adalah keadaan bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat sel-sel abnormal
  • Leukemia subleukemik, ini adalah keadaan bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, terdapat sel-sel abnormal
  • Leukemia aleukemik, ini adlah keadaan bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak terdapat sel-sel abnormal.

Dengan mengombinasikan dua klasifikasi pertama yaitu perjalanan alamiah penyakit yaitu akut dan kronis dan tipe sel predominan yang terlibat yaitu limfoid dan mieloid, maka leukemia dapat dibagi lagi menjadi:

  • Leukemia limfositik akut (LLA), jenis ini banyak menyerang anak-anak. Faktor kuat dalam terjangkitnya Leukimia jenis ini adalah faktor genetik atau keturunan. Selain itu terkenanya penyakit ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang diantaranya adalah karena imunologik, faktor kurangnya ketahanan terhadap berbagai macam zat kimia hingga kurang mampunya tubuh seorang anak terhadap pengaruh dari radiasi.
  • Leukemia limfositik kronis (LLK). Tipe ini adalah tipe yang paling ringan yang sering ditemui pada usia 45-60 tahun, faktor penyebab dari Leukemia ini biasanya adalah faktor genetik.
  • Leukemia mielositik akut (LMA). Tipe ini pun dinilai sangat berbahaya karena pada saat ini sel darah putih banyak mengandung granula dan dapat merusak sumsum tulang.

Leukemia mielositik kronis (LMK) yang merupakan sebuah fase kronik dari kanker. Yang ditandai dengan adanya peningkatan granulosit disertai dengan anemia, penurunan berat badan, pembesaran limpa dan terkadang juga disertai dengan naiknya suhu tubuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY