Klasifikasi Rhinitis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hidung merupakan salah satu alat pengindraan yang sering terkena masalah kesehatan, sepertinya pada bagian ini rentan sekali untuk terkena penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti alergi. Pernahkan Anda mengalami alergi yang menyebabkan hidung Anda terasa tidak nyaman? Sebaiknya Anda jangan menyepelekan kondisi tersebut karena bisa saja itu merupakan rhinitis. Pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit ini dan apa saja klasifikasinya.

Rinitis didefinisikan sebagai peradangan dari membran hidung yang ditandai dengan gejala kompleks yang terdiri dari kombinasi beberapa gejala seperti bersin, hidung tersumbat, hidung gatal dan rinore. Mata, telinga, sinus dan tenggorokan juga dapat terkena efek dari rhinitis

Rhinitis adalah istilah untuk peradangan mukosa. Menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua:

  • Rhinitis akut (coryza, commond cold). Rhinitis jenis ini merupakan peradangan membran mukosa hidung dan sinus-sinus aksesoris yang disebabkan oleh suatu virus dan bakteri. Penyakit ini dapat mengenai hampir setiap orang dan sering kali terjadi pada musim dingin dengan insidensi tertinggi pada awal musim hujan dan musim semi.
  • Rhinitis kronis. Rhinitis jenis ini adalah suatu peradangan kronis pada membran mukosa yang disebabkan oleh infeksi yang berulang, karena alergi, atau karena rinitis vasomotor.

Sedangkan berdasarkan penyebabnya rhinitis dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Rhinitis alergi yang terjadi terus menerus (perennial). Rhinitis alergi adalah penyakit umum yang paling banyak di derita oleh perempuan dan laki-laki yang berusia 30 tahunan. Merupakan inflamasi mukosa saluran hidung yang disebabkan oleh alergi terhadap partikel, seperti debu, asap. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, rinitis alergi harus dianggap penyakit yang serius karena karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
  • Rinitis alergi musiman (Hay Faver). Rhinitis jenis alergi ini biasanya terjadi pada musim semi atau penghujan. Umumnya disebabkan kontak dengan alergen dari luar rumah, seperti benang sari dari tumbuhan yang menggunakan angin untuk penyerbukannya, debu dan polusi udara atau asap.

Seperti diketahui bahwa alergen menjadi salah satu penyebab timbulnya rhinitis, alergen pun dibagi kedalam beberapa jenis sesuai cara masuknya, antara lain:

  • Alergen inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel, bulu binatang.
  • Alergen ingestan yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan misalnya susu, telur, coklat, ikan, udang.
  • Alergen injektan, yang masuk melalui kontak kulit atau jaringan mukosa.
  • Alergen kontaktan, yang masuk melalui kontak kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik, perhiasan.
  • Rhinitis non alergi

Rhinitis non allergi disebabkan oleh infeksi saluran napas (rhinitis viral dan rhinitis bakterial, masuknya benda asing kedalam hidung, deformitas struktural, neoplasma, dan massa, penggunaan kronik dekongestan nasal, penggunaan kontrasepsi oral, kokain dan anti hipertensif.

Rhinitis non-alergi ini dibagi kedalam beberapa jenis antara lain:

  • Rhinitis vasomotor

Rhinitis vasomotor terjadi karena terdapat gangguan fisiologik lapisan mukosa hidung yang disebabkan oleh bertambahnya aktivitas parasimpatis.

  • Rhinitis medikamentosa

Rhinitis medikamentosa adalah suatu kelainan hidung berupa gangguan respon normal vasomotor sebagai akibat pemakaian vasokonstriktor topical (obat tetes hidung atau obat semprot hidung) dalam waktu lama dan berlebihan .

  • Rhinitis atrofi

Rhinitis Atrofi adalah satu penyakit infeksi hidung kronik dengan tanda adanya atrofi progesif tulang dan mukosa konka.

Meskipun bukan penyakit yang serius dan berbahaya, namun rhinitis bisa sangat menganggu kualitas kehidupan penderitanya. Selain itu jika rhinitis semakin parah maka Anda akan semakin mengeluarkan biaya yang cukup banyak dalam menangani panyakit ini, akan lebih baik jika Anda segera memriksakan diri ke dokter untuk melakukan konsultasi dan penanganan medis lebih lanjut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY