Kolagen Dan Kecantikan

SehatFresh.com – Kolagen adalah protein struktural utama dalam kulit, yang memainkan peran kunci dalam memberikan bangunan struktural untuk sel, jaringan, dan organ. Kolagen juga memberikan kekuatan dan daya tahan kulit serta bertanggung jawab atas kehalusan dan penampilan kulit yang sehat. Oleh karenanya, penurunan produksi kolagen mengarah pada munculnya keriput dan penuaan.

Kolagen diciptakan oleh fibroblas, yang merupakan sel-sel kulit khusus yang terletak di dermis. Fibroblas juga memproduksi protein kulit struktural lain seperti elastin (protein yang membuat kulit sehat kembali) dan glikosaminoglikan (GAG). GAG membentuk substansi dasar yang membuat dermis terhidrasi. Untuk mengaktifkan produksi protein kulit struktural, sel fibroblas secara khusus membentuk reseptor pada membran luar yang bertindak sebagai situs pengikat yang memberikan sinyal molekul dengan bentuk senada dapat sesuai. Ketika reseptor terikat oleh kombinasi sinyal molekul yang benar, fibroblas mulai produksi kolagen.

Fibroblas awalnya memproduksi sub unit kolagen pendek yang disebut prokolagen, yang diangkut keluar dari sel fibroblas dan kemudian bergabung bersama untuk membentuk molekul kolagen lengkap. Vitamin C bertindak sebagai kofaktor selama proses ini. Tanpa tingkat vitamin C yang memadai, pembentukan kolagen menjadi terganggu. Gangguan ini menyebabkan berbagai gangguan seperti penyakit kudis.

Sintesis kolagen terjadi terus-menerus sepanjang hidup untuk memperbaiki dan mengganti jaringan kolagen yang rusak atau membangun struktur selular baru. Degradasi dan daur ulang kolagen tua atau rusak adalah proses alami yang sehat yang digunakan untuk membuat fragmen protein yang dibutuhkan untuk membangun struktur selular baru, seperti dalam proses penyembuhan. Seiring bertambhanya usia, kadar kolagen menurun karena penurunan dalam produksi kolagen itu sendiri dan peningkatan degradasi yang menyertai penuaan.

Cara terbaik untuk mempertahankan kulit agar tetap awet muda dan sehat adalah dengan melindungi kolagen yang sehat saat ini dan meminimalisir degradasi kolagen di kemudian hari. Menghindari radiasi UVA/UVB dan mencegah kerusakan radikal bebas adalah dua kunci dalam hal ini.

Radiasi ultraviolet (UVA dan UVB) yang berasal dari matahari adalah kontributor paling produktif untuk penuaan kulit dini, menyumbang sekitar 90 persen dari tanda-tanda yang berhubungan dengan penuaan kulit. Paparan UV harus dibatasi dan penting untuk menggunakan tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit dari kerusakan akibatnya. Langkah preventif kedua dalam melindungi tingkat kolagen adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan yang kaya antioksidan. Antioksidan melawan radikal bebas dari sinar UV, polusi, asap rokok, dan proses metabolisme internal, sehingga mencegah degradasi serat kolagen yang ada dan melindungi sel fibroblas agar tetap berfungsi sehat.

Mempromosikan sintesis kolagen baru

Ada banyak cara untuk mempromosikan sintesis kolagen baru. Pertama adalah dengan meningkatkan asupan vitamin C. Sebagai kofaktor yang diperlukan dalam sintesis kolagen, vitamin C terbukti dapat meningkatkan produksi kolagen. Satu studi menunjukkan bahwa paparan vitamin C berkepanjangan pada sel jaringan ikat manusia dapat merangsang peningkatan sintesis kolagen hingga delapan kali lipat.

Cara kedua untuk mempromosikan sintesis kolagen adalah dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula. Menurut Dr Patricia Farris, dalam buku “The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger”, makan terlalu banyak gula memberi dampak buruk bagi kecantikan. Hal ini menyebabkan penuaan dini pada kulit melalui proses yang disebut glikasi. Kelebihan gula dalam darah menempel pada lipid, asam nukleat dan protein (terutama kolagen) untuk membentuk advanced glycation end ­products (AGEs), yang dapat mempercepat proses penuaan dan menyebabkan kulit keriput.

Cara lain untuk mempromosikan sintesis kolagen adalah dengan menggunakan exfoliant kimia, seperti alpha hydroxy dan polyhydroxy acid, yang memecah ikatan antara sel-sel dari stratum korneum dan mengelupas kulit. Pengelupasan dapat merangsang pembaharuan sel. Pengelupasan kimia juga telah terbukti meningkatkan ketebalan kulit. Para ilmuwan menghubungkan penebalan kulit ini dengan sintesis glikosaminoglikan dan kolagen dalam dermis.

Sumber gambar : gennecollagensoap.org

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY