Kolesterol Dalam Telur

raw eggs isolated on white background

SehatFresh.com – Telur ayam termasuk salah satu makanan yang mengandung nutrisi terlengkap dan mudah didapat. Sayangnya, telur ayam memiliki reputasi buruk di mana sering dihubung-hubungkan dengan kandungan kolesterolnya yang tinggi. Banyak orang berasumsi bahwa mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi seperti telur akan meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Kuning telur memang mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Namun, para ahli telah mempelajari bahwa kadar kolesterol yang terkandung pada makanan tidak bisa disamakan dengan kadar kolesterol dalam darah, di mana kolesterol dalam darah erat kaitannya dengan risiko serangan jantung dan stroke. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi telur tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah secara keseluruhan pada 115 orang dewasa yang sehat. Selain itu, ada juga penelitian terbaru lainnya yang menemukan beberapa bukti bahwa makan telur utuh dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang dapat menjaga kesehatan jantung. Belum ada yang benar-benar membuktikan bahwa telur harus menjadi kekhawatiran utama untuk dikonsumsi. Bahkan, hasil penelitian dari British Nutrition Foundation menunjukkan bahwa diet kolesterol dalam makanan seperti telur hanya berefek kecil terhadap kolesterol darah, terutama bila dibandingkan dengan efek dari asupan lemak jenuh yang tinggi dari makanan.

Ada beberapa nutrisi khusus pada kuning telur yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Kuning telur merupakan salah satu sumber makanan yang tinggi akan kandungan choline (kolin). Kolin diketahui dapat membantu menjaga fungsi neurologis dan mengurangi peradangan. Ada juga bukti bahwa makanan yang mengandung kolin dapat membantu perkembangan otak janin ketika dikonsumsi ibu hamil. Kuning telur juga mengandung dua karotenoid yakni lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Dan asam amino pada telur adalah yang paling mudah dicerna tubuh manusia. Oleh karena, Anda tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi telur secara utuh tanpa harus memisahkan kuning dan putih telur sebelum mengonsumsinya.

Meski demikian, tetap ada batasan dalam mengonsumsi telur. Karena pada dasarnya apa pun yang berlebihan itu tidak baik. Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi telur secara moderat, yaitu 4 hingga 5 butir per minggunya jika ingin mendapatkan manfaat kesehatannya yang maksimal. Akan lebih baik lagi jika telur diproses dengan cara direbus, tidak digoreng atau diproses dengan sedikit minyak. Namun, jika Anda masih ragu untuk mengonsumsi telur (kuning telur), Anda bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter atau ahli gizi. Hal ini mengingat kondisi tubuh setiap individu berbeda-beda.

Sumber gambar : www.acuisina.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY