KOLITIS ULSERATIVA

Definisi
Kolitis ulserativa adalah penyakit inflamasi usus yang menyebabkan peradangan jangka panjang dan ulkus (luka) di saluran pencernaan. Kolitis ulserativa mempengaruhi lapisan terdalam usus besar (kolon) dan rektum. Gejala biasanya berkembang dari waktu ke waktu, bukan tiba-tiba.

Kolitis ulserativa dapat melemahkan dan kadang-kadang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun belum ada diketahui obatnya, perawatan dapat sangat meringankan tanda-tanda dan gejala penyakit ini dan bahkan memberi remisi jangka panjang.

Gejala
Gejala kolitis ulserativa dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan lokasi peradangan. Oleh karena itu, dokter sering mengklasifikasikan kolitis ulserativa sesuai dengan lokasinya.
Anda mungkin memiliki tanda-tanda dan gejala berikut, tergantung pada bagian mana dari usus besar yang meradang:

  • Diare, sering dengan darah atau nanah
  • Nyeri perut dan kram
  • Nyeri rektal
  • Pendarahan rektal – sejumlah kecil darah pada tinja
  • Urgensi untuk buang air besar
  • Ketidakmampuan untuk buang air besar meskipun urgensi
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Pada anak-anak, kegagalan untuk tumbuh

Kebanyakan penderita kolitis ulserativa memiliki gejala ringan hingga sedang. Kasus kolitis ulserativa dapat bervariasi, dengan beberapa penderitanya memiliki remisi jangka panjang.

Jenis- jenis
Kolitis ulserativa diklasifikasikan sesuai dengan seberapa besar pengaruhnya pada usus Anda. Kondisi ini bisa ringan dan terbatas pada rektum (ulcerative proctitis). Atau dapat mempengaruhi bagian lain dari usus, biasanya dengan gejala yang lebih parah. Orang yang menderita kolitis ulserativa pada usia yang lebih muda lebih mungkin untuk memiliki gejala yang parah.

Kapan Anda Harus ke Dokter?
Temui dokter jika Anda mengalami perubahan terus-menerus dalam kebiasaan buang air besar atau jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala seperti:

  • Nyeri perut
  • Darah pada tinja
  • Diare yang sedang berlangsung yang tidak diatasi dengan obat over-the-counter
  • Diare yang membangunkan Anda dari tidur
  • Demam yang tanpa sebab yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari

Meskipun kolitis ulserativa biasanya tidak fatal, itu adalah penyakit serius yang dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Penyebab
Penyebab pasti dari kolitis ulserativa masih belum diketahui. Sebelumnya, diet dan stres diduga menjadi penyebabnya, tetapi sekarang dokter mengetahui bahwa faktor-faktor ini dapat memperburuk tetapi tidak menyebabkan kolitis ulserativa.
Salah satu penyebabnya adalah kerusakan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh mencoba untuk melawan virus atau bakteri yang menyerang, reaksi kekebalan yang abnormal menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di saluran pencernaan juga.
Keturunan juga tampaknya berperan dalam perkembangan kolitis ulserativa, yang lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga yang juga menderita penyakit ini. Namun, kebanyakan penderita kolitis ulserativa tidak berkaitan dengan riwayat keluarga.

Faktor Risiko
Kolitis ulserativa mempengaruhi perempuan dan laki-laki pada jumlah yang sama. Faktor risiko mungkin termasuk:

  • Usia. Kolitis ulserativa biasanya dimulai sebelum usia 30 tahun. Tapi, itu dapat terjadi pada semua usia, dan beberapa orang mungkin tidak mengalami penyakit ini sampai usia 60 tahun.
  • Ras atau etnis. Meskipun kulit putih memiliki risiko tertinggi untuk mengidap penyakit ini, ini dapat terjadi pada ras apapun. Jika Anda dari keturunan Yahudi Ashkenazi, risiko Anda lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga. Anda berisiko lebih tinggi jika memiliki kerabat dekat, seperti orang tua, saudara atau anak, yang juga menderita penyakit ini.
  • Penggunaan isotretinoin. Isotretinoin (Amnesteem, Claravis, Sotret, sebelumnya Accutane) adalah obat yang kadang-kadang digunakan untuk mengobati jaringan parut jerawat cystic atau jerawat. Beberapa studi menunjukkan itu adalah faktor risiko untuk penyakit inflamasi usus, tapi hubungan yang jelas antara kolitis ulserativa dan isotretinoin belum ditemukan.

Komplikasi
Kemungkinan komplikasi kolitis ulserativa meliputi:

  • Pendarahan hebat
  • Lubang pada usus besar (kolon berlubang)
  • Dehidrasi berat
  • Penyakit hati (jarang terjadi)
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Radang kulit, sendi dan mata, dan luka pada lapisan mulut
  • Peningkatan risiko kanker usus besar
  • Pembengkakan usus yang terjadi secara cepat (megakolon toksik)
  • Peningkatan risiko pembekuan darah pada vena dan arteri

Persiapan Sebelum ke Dokter
Gejala kolitis ulserativa mungkin akan menyebabkan Anda harus mengunjungi dokter keluarga atau dokter umum. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengunjungi seorang spesialis yang menangani penyakit pencernaan (gastroenterologis).
Karena konsultasi berlangsung singkat, dan karena sering ada banyak halangan, disarankan bagi Anda untuk mempersiapkan janji konsultasi. Berikut ini beberapa informasi untuk membantu Anda bersiap-siap untuk janji pertemuan Anda dan hal yang dapat diharapkan dari dokter Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Mengetahui adanya pembatasan pra-janji. Pada saat membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelum konsultasi, seperti membatasi diet Anda.
  • Tuliskan gejala yang Anda alami, termasuk yang mungkin tampak tidak berhubungan dengan penyakit kolitis ulserativa.
  • Tuliskan informasi penting pribadi, termasuk tekanan besar atau perubahan kehidupan yang baru Anda alami.
  • Buatlah daftar semua obat-obatan, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi. Pastikan untuk memberitahu dokter Anda bahwa Anda mengkonsumsi obat herbal juga.
  • Mintalah seorang anggota keluarga atau teman untuk menemani Anda. Kadang-kadang bisa sulit untuk mengingat semua informasi yang diberikan kepada Anda selama janji. Seseorang yang menemani Anda mungkin ingat sesuatu yang Anda keliru atau lupa.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada dokter.
    Waktu Anda dengan dokter Anda sangat terbatas, mempersiapkan daftar pertanyaan akan membantu Anda menciptakan konsultasi yang efektif. Buatlah pertanyaan Anda dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting untuk mengantisipasi habisnya waktu. Untuk kolitis ulserativa, beberapa pertanyaan dasar yang dapat Anda tanyakan kepada dokter meliputi:
  • Apa penyebab paling mungkin dari gejala saya?
  • Apakah ada kemungkinan penyebab lain dari gejala saya?
  • Apa jenis tes yang saya butuhkan? Apakah tes ini memerlukan persiapan khusus?
  • Apakah kondisi ini sementara atau berlangsung lama?
  • Perawatan apa yang tersedia, dan yang Anda rekomendasikan?
  • Apa efek samping yang mungkin saya alami akibat perawatan tersebut?
  • Apakah ada resep atau obat over-the-counter yang saya butuhkan untuk mengatasi gejala saya?
  • Apa jenis tindak lanjut perawatan yang saya butuhkan? Seberapa sering saya perlu melakukan kolonoskopi?
  • Apakah ada alternatif untuk pendekatan utama yang Anda sarankan?
  • Saya memiliki kondisi kesehatan lainnya. Bagaimana saya bisa mengatasinya dengan baik secara bersamaan?
  • Apakah ada makanan tertentu yang saya tidak bisa makan lagi?
  • Apakah saya bisa tetap bekerja?
  • Dapatkah saya memiliki anak?
  • Apakah ada alternatif generik untuk obat yang Anda resepkan?
  • Apakah ada brosur atau bahan cetak lainnya yang saya dapat saya miliki? Website apa yang anda rekomendasikan?
  • Apa yang dapat Anda harapkan dari dokter?

Dokter mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan. Dokter Anda mungkin akan bertanya:

  • Kapan Anda pertama kali mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala Anda telah terus-menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda mengalami sakit perut?
  • Apakah Anda mengalami diare? Seberapa sering?
  • Apakah Anda baru saja kehilangan berat badan tanpa sengaja?
  • Apakah ada sesuatu yang tampaknya dapat meringankan gejala Anda?
  • Apakah ada yang tampaknya dapat memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami masalah hati, hepatitis atau penyakit kuning?
  • Apakah Anda memiliki masalah pada sendi, mata, ruam kulit atau luka, atau memiliki luka di mulut Anda?
  • Apakah Anda pernah bangun dari tidur pada malam hari karena diare?
  • Apakah Anda baru-baru ini bepergian? Jika iya, kemana?
  • Apakah ada orang lain di rumah Anda yang juga sakit diare?
  • Apakah Anda mengonsumsi antibiotik baru-baru ini?
  • Apakah Anda secara teratur menggunakan obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain) atau naproxen sodium (Aleve, Anaprox)?
    Tes dan Diagnosis
    Dokter mungkin akan mendiagnosa kolitis ulserativa setelah mengesampingkan kemungkinan penyebab lain untuk tanda-tanda dan gejala. Untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis kolitis ulserativa, Anda mungkin harus menjalani satu atau lebih dari tes dan prosedur berikut:
  • Tes darah. Dokter Anda mungkin menyarankan tes darah untuk memeriksa anemia – suatu kondisi dimana sel darah merah tidak cukup untuk membawa oksigen yang memadai untuk jaringan tubuh Anda – atau untuk memeriksa tanda-tanda infeksi.
  • Sampel feses. Sel darah putih dalam tinja Anda dapat menunjukkan kolitis ulserativa. Sampel tinja juga dapat membantu mengesampingkan gangguan lain, seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit.
  • Kolonoskopi. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat seluruh usus besar Anda menggunakan tabung tipis yang fleksibel dan bercahaya yang dipasangi kamera. Selama prosedur, dokter juga dapat mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) untuk analisis laboratorium. Kadang-kadang sampel jaringan dapat membantu konfirmasi diagnosis.
  • Sigmoidoskopi fleksibel. Dokter menggunakan tabung ramping yang fleksibel dan bercahaya untuk memeriksa sigmoid, bagian terakhir dari usus. Jika usus Anda sangat meradang, dokter mungkin melakukan tes ini, bukan kolonoskopi total.
  • Sinar-X. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang parah, dokter mungkin menggunakan tes sinar-X standar pada daerah perut Anda untuk menyingkirkan komplikasi serius, seperti usus berlubang.
  • CT scan. CT scan perut atau pelvis dapat dilakukan jika dokter Anda mencurigai komplikasi dari kolitis ulserativa atau peradangan dari usus kecil. CT scan juga dapat mengungkapkan berapa banyak dari usus besar yang mengalami peradangan.

Perawatan dan Obat-obatan
Pengobatan kolitis ulserativa biasanya melibatkan terapi obat atau operasi.
Beberapa kategori obat mungkin efektif dalam mengobati kolitis ulserativa. Jenis pengobatan yang Anda jalani akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda. Obat-obatan yang bekerja dengan baik untuk beberapa penderita mungkin tidak bekerja untuk penderita lain, sehingga mungkin diperlukan waktu untuk menemukan obat yang membantu mengatasi penyakit Anda. Selain itu, karena beberapa obat memiliki efek samping yang serius, Anda harus mempertimbangkan manfaat dan risiko pengobatan.

Obat anti-inflamasi
Obat anti-inflamasi sering menjadi langkah pertama dalam pengobatan penyakit radang usus. Obat ini meliputi:

  • Aminosalicylates. Sulfasalazine (Azulfidine) efektif dalam mengurangi gejala kolitis ulserativa, tetapi memiliki sejumlah efek samping, termasuk gangguan pencernaan dan sakit kepala. Beberapa aminosalicylates-5, termasuk mesalamine (Asacol, Lialda, Rowasa, Canasa, dan lain-lain), balsalazide (Colazal) dan olsalazine (Dipentum) tersedia dalam bentuk oral dan enema atau supositoria. Obat ini dipakai tergantung pada daerah usus yang terpengaruh. Obat ini telah dikaitkan dengan masalah ginjal dan pankreas, namun pada kasus yang langka.
  • Kortikosteroid. Obat-obatan ini, yang meliputi prednison dan hidrokortison, umumnya dicadangkan untuk kolitis ulserativa sedang hingga parah yang tidak merespon pengobatan lain. Obat-obatan ini diberikan secara oral, intravena, atau dengan enema atau supositoria, tergantung pada lokasi yang terkena dampak. Kortikosteroid memiliki banyak efek samping, termasuk wajah bengkak, rambut wajah berlebihan, keringat malam, insomnia dan hiperaktif. Efek samping yang lebih serius termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, osteoporosis, patah tulang, katarak, glaukoma dan peningkatan kemungkinan infeksi. Mereka biasanya tidak diberikan untuk jangka panjang.

Penekan sistem kekebalan tubuh
Obat ini juga mengurangi peradangan, tetapi mereka melakukannya dengan menekan respon sistem kekebalan tubuh yang dimulai proses peradangan. Bagi sebagian orang, kombinasi obat ini bekerja lebih baik dari satu obat saja. Kortikosteroid juga dapat digunakan dengan sistem penekan kekebalan – kortikosteroid dapat menginduksi remisi, sedangkan penekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu menjaganya.
Obat penekan kekebalan meliputi:

  • Azathioprine (Azasan, Imuran) dan mercaptopurine (Purinethol, Purixam). Ini adalah imunosupresan yang paling banyak digunakan untuk pengobatan penyakit radang usus. Mengonsumsi obat ini mengharuskan Anda menindaklanjuti secara rutin dengan dokter Anda dan melakukan tes darah secara teratur untuk mencari efek samping, termasuk efek pada hati dan pankreas. Efek samping lainnya termasuk menurunkan resistensi terhadap infeksi dan kemungkinan kecil untuk mengembangkan kanker seperti kanker limfoma dan kulit.
  • Siklosporin (Gengraf, Neoral, Sandimmune). Obat ini biasanya disediakan penderita yang tidak merespon obat lain dengan baik. Siklosporin memiliki potensi efek samping yang serius, seperti ginjal dan kerusakan hati, kejang, dan infeksi fatal, dan bukan untuk penggunaan jangka panjang. Ada juga risiko kecil terkena kanker, jadi beritahu dokter jika Anda sebelumnya sudah menderita kanker.
  • Infliximab (Remicade), adalimumab (Humira) dan Golimumab (Simponi). Obat-obatan, yang disebut inhibitor tumor necrosis factor (TNF) alpha, atau “biologis,” bekerja dengan menetralisir protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh. Obata-obatan ini penderita kolitis ulserativa sedang hingga parah yang tidak merespon atau tidak dapat mentoleransi pengobatan lainnya. Orang dengan kondisi tertentu tidak dapat mengambil inhibitor TNF-alpha. TBC dan infeksi serius lainnya telah dikaitkan dengan penggunaan obat imunosupresan. Obat ini juga berhubungan dengan risiko kecil terkena kanker tertentu seperti kanker limfoma dan kulit.
  • Vedolizumab (Entyvio). Obat ini baru disetujui untuk pengobatan kolitis ulserativa bagi orang yang tidak menanggapi atau tidak dapat mentoleransi biologis dan perawatan lainnya. Ia bekerja dengan menghalangi sel-sel inflamasi dari menuju tempat infeksi. Hal ini juga dikaitkan dengan risiko kecil infeksi dan kanker.

Obat lain
Anda mungkin perlu obat tambahan untuk mengatasi gejala spesifik kolitis ulserativa. Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat over-the-counter. Dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih dari obat berikut ini.

  • Antibiotik. Penderita kolitis ulserativa yang mengalami demam kemungkinan akan memerlukan antibiotik untuk membantu mencegah atau mengendalikan infeksi.
  • Obat anti-diare. Untuk diare berat, loperamide (Imodium) mungkin efektif. Gunakan obat anti-diare dengan hati-hati, karena dapat meningkatkan risiko megakolon toksik.
  • Pereda nyeri. Untuk nyeri ringan, dokter dapat merekomendasikan acetaminophen (Tylenol, dan lain-lain) – tetapi tidak ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain), naproxen sodium (Aleve, Anaprox), dan natrium diklofenak (Voltaren, Solaraze), yang dapat memperburuk gejala dan meningkatkan tingkat keparahan penyakit.

Suplemen zat besi. Jika Anda mengalami pendarahan usus kronis, Anda dapat mengalami anemia defisiensi besi dan membutuhkan suplemen zat besi.

Operasi
Bedah sering dapat menyembuhkan kolitis ulserativa. Tapi itu biasanya berarti mengangkat seluruh usus besar dan rektum (proctocolectomy). Dalam kebanyakan kasus, ini melibatkan prosedur yang disebut anastomosis ileoanal yang tidak membutuhkan ‘tas’ untuk mengumpulkan tinja. Dokter bedah Anda membuat sebuah kantong dari ujung usus kecil Anda. Kantong tersebut kemudian terpasang langsung ke anus, yang memungkinkan Anda untuk membuang limbah yang relatif normal.

Dalam beberapa kasus kantong tidak memungkinkan. Sebaliknya, ahli bedah membuat lubang permanen di perut (stoma ileum) yang dilalui feses untuk mengumpulkannya dalam kantong yang terpasang .

Surveilans kanker
Anda akan membutuhkan skrining yang lebih sering untuk kanker usus besar karena risiko Anda meningkat. Jadwal yang disarankan akan tergantung pada lokasi penyakit Anda dan berapa lama Anda telah memilikinya.

Jika penyakit Anda melibatkan lebih dari rektum, Anda akan memerlukan pengawasan kolonoskopi setiap satu atau dua tahun. Anda akan memerlukan kolonoskopi surveilans segera setelah delapan tahun didiagnosis, jika mayoritas usus Anda terpengaruh, atau 10 tahun jika hanya sisi kiri usus yang terpengaruh.
Jika selain kolitis ulserativa Anda memiliki kondisi langka yang disebut primary sclerosing cholangitis, Anda perlu memulai pengawasan kolonoskopi setiap satu atau dua tahun setelah Anda telah didiagnosis menderita kolitis ulserativa.

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumah
Kadang-kadang Anda mungkin merasa tak berdaya ketika menghadapi kolitis ulserativa. Tapi perubahan dalam diet dan gaya hidup dapat membantu mengontrol gejala dan memperpanjang waktu antara munculnya suar.

Tidak ada bukti kuat bahwa apa yang dimakan benar-benar menyebabkan penyakit radang usus. Tapi makanan dan minuman tertentu dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala, terutama selama suar.
Menyimpan buku harian makanan sangat membantu untuk melacak apa yang Anda makan, serta bagaimana perasaan Anda. Jika Anda menemukan beberapa makanan yang menyebabkan gejala Anda terjadi, Anda dapat mencoba berhenti memakannya. Berikut adalah beberapa saran yang dapat membantu:

Makanan yang harus dibatasi atau dihindari

  • Batasi produk susu. Banyak orang dengan penyakit inflamasi usus menemukan bahwa masalah seperti diare, sakit perut dan gas membaik dengan membatasi atau menghilangkan produk susu. Anda mungkin laktosa intoleran – yaitu, tubuh Anda tidak bisa mencerna gula susu (laktosa) pada produk susu. Menggunakan produk enzim seperti Lactaid juga dapat membantu.
  • Cobalah makanan rendah lemak. Jika Anda memiliki penyakit Crohn pada usus kecil, Anda mungkin tidak dapat mencerna atau menyerap lemak normal. Sebaliknya, lemak melewati usus Anda, membuat diare memburuk. Cobalah menghindari mentega, margarin, saus krim dan makanan yang digoreng.
  • Batasi serat, jika itu masalah makanan. Jika Anda memiliki penyakit radang usus, makanan tinggi serat, seperti buah-buahan segar dan sayuran dan biji-bijian, dapat membuat gejala lebih buruk. Jika buah-buahan mentah dan sayuran mengganggu Anda, cobalah mengukus, memanggang atau merebusnya. Secara umum, Anda mungkin memiliki lebih banyak bermasalah dengan makanan di sejenis kubis, seperti brokoli dan kembang kol, dan kacang-kacangan, biji-bijian, jagung dan popcorn. Anda mungkin diminta untuk membatasi serat atau menjalani diet rendah residu jika Anda memiliki penyempitan usus (striktur).
  • Hindari masalah makanan lainnya. Makanan pedas, alkohol dan kafein dapat membuat tanda dan gejala lebih buruk.

Langkah-langkah diet lainnya

  • Makanlah dalam porsi kecil. Anda mungkin menemukan Anda merasa lebih baik makan lima atau enam porsi kecil sehari daripada dua atau tiga porsi yang lebih besar.
  • Minum banyak cairan. Cobalah untuk minum banyak cairan setiap hari. Air adalah yang terbaik. Alkohol dan minuman yang mengandung kafein merangsang usus dan dapat membuat diare lebih buruk, sementara minuman berkarbonasi sering menghasilkan gas.
  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin. Karena penyakit Crohn dapat mengganggu kemampuan Anda untuk menyerap nutrisi dan karena diet Anda mungkin terbatas, multivitamin dan suplemen mineral dapat membantu. Periksa dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen.
  • Berkonsultasi dengan ahli gizi. Jika Anda mulai untuk kehilangan berat badan atau makanan Anda menjadi sangat terbatas, konsultasikanlah dengan seorang ahli diet terdaftar.

Stres
Meskipun stres tidak menyebabkan penyakit radang usus, ini juga dapat membuat tanda-tanda dan gejala lebih buruk dan dapat memicu suar.

  • Untuk membantu mengendalikan stres, cobalah:
  • Olahraga. Bahkan olahraga ringan dapat membantu mengurangi stres, meredakan depresi dan menormalkan fungsi usus. Bicarakan dengan dokter Anda tentang rencana olahraga yang tepat untuk Anda.
  • Biofeedback. Teknik pengurangan stres ini akan membantu Anda mengurangi ketegangan otot dan memperlambat detak jantung Anda dengan bantuan mesin umpan balik. Tujuannya adalah untuk membantu Anda memasuki keadaan rileks sehingga Anda dapat mengatasi stres dengan lebih mudah.
  • Relaksasi reguler dan latihan pernapasan. Sebuah cara yang efektif untuk mengatasi stres adalah dengan melakukan relaksasi dan latihan pernapasan. Anda dapat mengambil kelas yoga dan meditasi atau praktek di rumah dengan menggunakan buku, CD atau DVD.

Pengobatan Alternatif
Banyak penderita gangguan pencernaan telah menggunakan beberapa bentuk terapi komplementer dan alternatif. Namun, ada beberapa studi yang dirancang dengan baik untuk keamanan dan efektivitasnya.
Beberapa terapi yang umum digunakan antara lain:

  • Suplemen herbal dan bergizi. Mayoritas terapi alternatif tidak diatur oleh FDA. Produsen dapat mengklaim bahwa terapi mereka aman dan efektif tetapi tidak perlu membuktikannya. Terlebih lagi, bahkan tumbuh-tumbuhan alami dan suplemen dapat memiliki efek samping dan menyebabkan interaksi berbahaya. Katakan kepada dokter Anda jika Anda memutuskan untuk mencoba suplemen herbal.
  • Probiotik. Para peneliti menduga bahwa menambahkan lebih dari bakteri menguntungkan (probiotik) yang biasanya ditemukan di saluran pencernaan dapat membantu memerangi penyakit. Meskipun penelitian terbatas, ada beberapa bukti bahwa menambahkan probiotik bersama dengan obat lain mungkin membantu, tapi ini belum terbukti.
  • Minyak ikan. Minyak ikan bertindak sebagai anti-inflamasi, dan ada beberapa bukti bahwa menambahkan minyak ikan untuk aminosalicylates mungkin membantu, tapi ini belum terbukti. Minyak ikan dapat menyebabkan diare.
  • Aloe vera. Gel aloe vera mungkin memiliki efek anti-inflamasi untuk penderita kolitis ulserativa, tetapi juga dapat menyebabkan diare.
  • Akupunktur. Hanya satu percobaan klinis yang telah dilakukan untuk mengetahui manfaatnya. Prosedur ini melibatkan penyisipan jarum halus ke dalam kulit, yang dapat merangsang pelepasan obat penghilang rasa sakit alami pada tubuh.
  • Kunyit. Kurkumin, senyawa yang ditemukan dalam rempah-rempah kunyit, telah digabungkan dengan terapi kolitis ulserativa standar dalam uji klinis. Ada beberapa bukti tentang manfaatnya, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.