Komplikasi Emboli Air Ketuban pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Emboli air ketuban atau amniotic fluid embolism (AFE) adalah masuknya cairan ketuban dan komponen-komponennya ke dalam sirkulasi darah ibu. Komponen tersebut yaitu seperti rambut janin, lapisan lemak janin dan lapisan kulit janin.

Cairan ketuban yang masuk ke dalam sirkulasi darah, maka dapat menyumbat pembuluh darah di paru-paru ibu. Jika sumbatan di paru-paru semakin meluas bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung. Akibatnya timbul gangguan-gangguan pada jantung dan paru-paru. Keadaan ini sering terjadi selama persalinan atau segera setelah melahirkan (postpartum).

Dalam kasus emboli air ketuban ada 2 fase yang terjadi yaitu:

  1. Fase I, terjadi penumpukan air ketuban di paru-paru kemudian terjadi vasospasme/kejang mendadak pembuluh darah sehingga menyebabkan aliran darah ke jantung kiri berkurang dan curah jantung menurun. Dampak tersebut mengakibatkan komplikasi gagal jantung kiri dan gangguan pernafasan. Jika ibu dalam kasus fase I selamat maka kemungkinan akan berlanjut pada fase II.
  2. Fase II ini adalah fase perdarahan yang ditandai dengan perdarahan besar dengan atonia uteri/uterus tidak berkontraksi dengan baik dan Coagulation Intaravakuler Diseminata ( DIC ) adalah suatu keadaan dimana bekuan-bekuan darah kecil tersebar di seluruh aliran darah, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah kecil dan berkurangnya faktor pembekuan yang diperlukan untuk mengendalikan perdarahan. Kedua komponen ini dapat menimbulkan syok dan terjadi kematian dalam waktu sangat singkat.

Kesimpulan pada komplikasi yang dapat terjadi pada emboli air ketuban yaitu:

  1. Penyumbatan kapiler paru-paru tersebut akan menimbulkan edema/kelebihan cairan paru-paru yang luas dan akhirnya mengakibatkan gagal jantung atau henti jantung.
  2. Gangguan pembekuan darah.
  3. Syok ditandai dengan tekanan darah menurun, nadi cepat dan lemah, kesadaran menurun.
  4. Kematian ibu dan bayi.

Emboli air ketuban masih sulit untuk dideteksi dan masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi. Serta ditetapkan sebagai kasus dengan kegawatdaruratan obstetrik yang fatal dan tidak dapat dicegah. Namun terdapat beberapa gejala permulaan yang timbul yaitu ibu tampak gelisah, mual, muntah, syok, perdarahan dan sesak nafas. Dari gejala tersebut petugas kesehatan dapat mengenali dan melakukan tindakan penatalaksanaan dengan pemberian therapy yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here