Komplikasi Keracunan Timbal yang Mungkin Terjadi pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Timbal adalah logam yang secara alami ditemukan di kerak bumi yang telah banyak digunakan dalam berbagai aktivitas manusia, seperti pertambangan dan manufaktur. Termasuk logam beracun, paparan timbal terhadap manusia dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan yang serius pada anak-anak. Terutama balita sangat rentan terhadap efek racun timbal dan berisiko mengalami komplikasi yang bersifat permanen.

Berbagai penyebab keracunan dekat dengan kehidupan kita. Timbal sejak dulu sering digunakan dalam cat sebagai pewarna dan menambah daya tahan cat. Mainan anak yang terbuat dari plastik juga mungkin mengandung timbal. Pada produk plastik, timbal digunakan sebagai penstabil dan pelentur plastik. Baterai pada mainan anak juga bisa menjadi sumber paparan timbal.

Sifat alami keingintahuan anak di mana anak cenderung memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka meningkatkan risiko anak menelan benda yang mengandung atau berlapis timah yang berada di dekatnya, entah itu mainan, serpihan cat dinding yang mengelupas ataupun debu yang terkontaminasi timbal.

Begitu masuk ke dalam tubuh, timbal mengalir ke organ tubuh seperti otak, ginjal, hati dan tulang. Timbal akan terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu. Anak-anak yang kekurangan gizi lebih rentan terhadap keracunan timbal karena tubuh mereka menyerap lebih banyak timbal terutama jika mereka kekurangan nutrisi yang berperan dalam menghambat penyerapan timbal, seperti zat besi, vitamin C dan kalsium. Paparan timbal pada awalnya tidak akan langsung mengakibatkan gejala. Namun, seiring dengan terjadinya paparan timbal berkelanjutan, timbal akan meracuni hampir semua sistem tubuh dari waktu ke waktu.

Tubuh yang memiliki kadar timbal tinggi juga berisiko mengalami anemia, hipertensi, gangguan ginjal, hingga toksisitas pada organ reproduksi.  Secara neurologis, timbal dapat meracuni otak dan sistem saraf anak yang berdampak mengurangi kecerdasan intelektual (IQ), mengganggu fokus, meningkatkan perilaku antisosial, dan mengurangi pencapaian akademik. Efek neurologis tersebut mungkin tidak dapat dipulihkan. Pada tingkat yang sangat tinggi, keracunan timbal dapat menyebabkan koma, kejang dan bahkan kematian. Jika anak bisa bertahan setelah keracunan timbal parah, ia mungkin harus melanjutkan hidup dengan keterbelakangan mental.

Tidak ada angka baku untuk konsentrasi timbal darah yang aman dalam tubuh. Namun, semakin sering tubuh terpapar timbal, gejala dan komplikasinya akan semakin parah. Bahkan, kadar timbal darah 5 mcg/dL sudah dianggap tidak aman untuk anak-anak. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here