Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Dianjurkan Berpuasa

0
2
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keistimewaan, karena seluruh umat Islam di dunia wajib melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh. Berpuasa adalah aktivitas menahan segala bentuk minum, makan, dan hawa nafsu mulai dari imsyak sampai waktunya berbuka. Lantas bagaimana dengan ibu hamil, apakah boleh melaksanakan ibadah puasa?

Ibu hami jika ingin menjalani puasa sangat diperbolehkan, namun dengan pertimbangan medis tertentu. Dalam hal ini berbagai pemeriksaan medis harus dilakukan guna mendapatkan kondisi tubuh yang objektif. Jika dianggap sehat dan kuat, maka ibu hamil boleh menjalankan ibadah puasa.

Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi bagi ibu hamil yang memutuskan untuk berpuasa. Pemenuhan nutrisi tidak jauh berbeda dengan kondisi saat tidak berpuasa. Hanya saja perbedaan pemenuhan nutrisi tersebut dilakukan ketika sahur dan berbuka puasa.

Kandungan gizi dan nutrisi yang seimbang kurang lebih 2.500 kalori dalam satu hari. Komposisinya antara lain 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Pemenuhan terhadap nutrisi dapat dilakukan dengan makanan empat sehat lima sempurna.

Ibu hamil dapat memenuhi asupan nutrisi dengan mengonsumsi nasi, lauk pauk, sayur, buah-buahan, hingga susu ketika berbuka puasa dan sahur. Jika diperlukan ibu hamil juga boleh menambahkan suplemen vitamin yang aman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama menjalani ibadah puasa.

Kemudian juga ada beberapa zat yang cukup penting untuk tubuh dalam menjaga kondisi kehamilan. Diantaranya zat besi, asam folat, hingga kalsium. Asam folat dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sedangkan zat besi bisa didapatkan dari sayuran. Sementara itu kalsium bisa diperoleh dari ikan atau susu.

Hanya saja ibu hamil akan diberikan kelonggaran untuk membatalkan puasanya atau tidak berpuasa, apabila kondisi tubuhnya sama sekali tidak memungkinkan. Dengan catatan ibu hamil tersebut harus mengganti puasanya di hari lain atau membayar fidyah. Berikut ini beberapa kasus ibu hamil yang dianjurkan untuk membatalkan puasa atau tidak berpuasa.

  1. Ibu hamil yang memiliki penyakit diabetes atau kencing manis

Ibu hamil dengan penyakit kencing manis (diabetes) tidak dianjurkan untuk  berpuasa. Pasalnya selain harus melaksanakan terapi pengobatan diabetes secara teratur, ibu hamil perlu mematuhi program makan yang dibuat. Tujuannya agar kadar gula darah bisa stabil.

  1. Ibu hamil yang memiliki penyakit hipertensi atau darah tinggi

Ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi tidak dianjurkan berpuasa karena harus mengikuti terapi pengobatan. Naik atau turunnya tekanan darah harus dihindari selama kehamilan guna menjaga kondisi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

  1. Ibu hamil yang mengalami pendarahan

Ibu hamil yang mengalami pendarahan jelas tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Pasalnya jika tetap dipaksakan berpuasa dapat membahayakan keadaan ibu hamil dan janin dalam kandungan.

  1. Ibu hamil yang mengalami dehidrasi

Ibu  hamil bisa mengalami dehidrasi apabila sering mual hingga muntah-muntah berlebihan. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan kekurangan cairan, sehingga tubuh ibu hamil menjadi lemas. Tidak dianjurkan bagi ibu hamil menjalani puasa dalam keadaan dehidrasi atau kekurangan cairan.

  1. Ibu hamil yang mengalami gangguan sistem pencernaan

Ibu hamil biasanya sering mengalami gangguan sistem pencernaan berupa sakit maag atau sakit lambung. Jika ibu hamil berpuasa maka lambung kosong, sehingga dapat meningkatkan asam lambung yang membahayakan janin. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY