Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Dianjurkan untuk Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Meski mendapat kelonggaran untuk tidak melakukan berpuasa saat sedang hamil, ternyata masih banyak ibu hamil yang memilih untuk tetap melaksanakan puasa. Dalam beberapa kondisi, ibu hamil memang diperbolehkan untuk berpuasa. Tapi, dalam kondisi lain ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk tetap berpuasa, kodisi tersebut seperti :

  1. Pendarahan

Ibu hamil yang memiliki keluhan pendarahan akan sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan janin yang dikandung jika melakukan puasa. Dengan kondisi yang mengalami pendarahan, ibu hamil akan mengalami lemas dan sangat tidak  memungkinkan untuk berpuasa.

  1. Kehamilan anak kembar

Saat ibu mengandung anak kembar, nutrisi yang dibutuhkan akan lebih banyak. Tentu resiko kehamilan anak kembar juga lebih besar. Karena itu, bagi ibu yang mengandung janin kembar tidak dianjurkan utuk berpuasa.

  1. Usia kehamilan trimster pertama

Trimester pertama adalah saat usia kehamilan masih 0-12 minggu. Pada fase ini, organ-organ tubuh bayi mulai mengalami proses pembentukan. Untuk membantu proses pembentukan organ tubuhnya, janin membutuhkan banyak nutrisi dan gizi yang harus dipenuhi ibu hamil.

Selain itu, pada trimester pertama biasanya ibu hamil akan mengalami morning sickness, yang membuat ibu hamil menjadi lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. Karena hal ini, ibu yang sedang hamil pada usia trimester pertama tidak dianjurkan untuk berpuasa.

  1. Memiliki riwayat penyakit

Jika wanita yang sedang hamil memiliki riwayat penyakit, seperti diabetes, asma, hipertensi, penyakit jantung atau penyakit lainnya yang mengharuskan ibu hamil mengkonsumsi obat secara teratur, maka tidak dianjurkan untuk mengikuti ibadah puasa. Hal ini karena riwayat penyakitnya bisa membahayakan janin.

  1. Pernah mengalami keguguran

Bagi ibu hamil yang sebelumnya pernah mengalami keguguran akan tidak dianjurkan untuk melakukan puasa. Tidak dianjurkannya berpuasa merupakan bentuk antisipasi keguguran yang sebelumnya.

  1. Memasuki bulan kelahiran

Waktu melahirkan memang bisa diprediksi oleh dokter, tapi prediksi ini bisa saja meleset menjadi lebih cepat atau malah lebih lambat. Inilah yang perlu diwaspadai pada ibu yang memasuki bulan kelahiran. Sebaiknya, tidak perlu berpuasa. Dikhawatirkan, kelahiran terjadi ketika sang ibu sedang berpuasa, sedangkan melahirkan membutuhkan banyak sekali energi yang akan dikeluarkan.

  1. Kondisi yang menurun

Ketika kondisi ibu yang sedang hamil menurun, maka berpuasa sangat tidak dianjurkan. Penurunan kondisi bisa berupa pusing, muntah-muntah, pingsan, tekanan darah menurun dan dehidrasi.

  1. Mengalami hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami muntah-muntah berkelanjutan, selama lebih dari 3 kali. Keadaan lemas pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum membuatnya tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa.

Bagi ibu hamil yang tetap menginginkan berpuasa, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan. Karena dengan berpuasa Anda juga harus memikirkan kebutuhan nutrisi dan gizi bagi Anda dan jajin dalam kandungan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here