Kondisi Kelainan Bentuk Rahim pada Wanita dan Dampaknya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rahim merupakan organ reproduksi yang vital bagi wanita, dengan kata lain rahim sudah seperti mahkota dari seorang wanita. Rahim berfungsi sebagai tempat tumbuhnya janin setelah terjadi pembuahan sperma dan ovum. Posisi rahim berada di dalam rongga panggul, bentuk rahim mirip buah pir yang berukuran sekepalan tangan.

Namun, posisi rahim tiap wanita berbeda-beda. Posisi dan bentuk rahim seorang wanita dapat mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Rahim wanita terhubung dengan saluran telur (tuba fallopi) di bagian atas dan pada bagian bawah terdapat vagina. Kelainan bentuk rahim sering kali membuat banyak wanita khawatir. Seperti apakah kelainan bentuk rahim dan apa saja dampaknya?

Arcuate uterus

Bentuk rahim ini terlihat normal seperti bentuk rahim pada umunya. Namun, ada sedikit lekukan pada bagian atas rahim. Kelainan bentuk ini masih memungkinkan bagi wanita untuk mengandung.

Bicornuate uterus

Pada kelainan ini, bentuk rahim seperti bentuk hati dengan lekukan dalam di bagian atas, dan sering di sebut dengan uterus dengan dua tanduk. Kelainan bentuk rahim ini tidak mempengaruhi kesuburan, namun risiko keguguran dan mengalami kelahiran prematur menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang memiliki bentuk rahim normal.

Unicornuate uterus

Kelainan bentuk rahim ini memiliki kondisi rahim yang hanya berukuran setengah dari kuran normal dan memiliki satu saluran tuba fallopi. Kelainan bentuk rahim ini biasa disebut dengan uterus dengan satu tanduk yang disebabkan oleh jaringan yang membentuk rahim tidak berkembang degan baik. Rahim bentuk ini tetap memiliki dua tuba fallopi, namun hanya satu yang tarhubung ke rahim. Wanita yang memiliki kelainan bentuk ini tetap bisa hamil namun risiko untuk keguguran lebih besar.

Uterus didelphys

Uterus didelphys merupakan kondisi bentuk rahim yang memiliki dua rongga bagian dalam, dua serviks dan dua vagina. Kelainan ini dapat disebut dengan kelainan rahim ganda. Wanita yang memiliki bentuk rahim ini tetap bisa hamil dan melahirkan namun risiko mengalami ketidaksuburan, keguguran, kelainan bentuk ginjal serta kelahiran prematur lebih besar.

Septate uterus

Septate uterus memiliki risiko sulit hamil dan keguguran. Kelainan ini memiliki bentuk rahim yang dimana bagian dalam rahim dibagi oleh dinding otot atau jaringan ikat fibrosa (septum).

Agenesis uterus

Kelainan bentuk rahim ini sangat jarang ditemui. Agenesis uterus disebabkan oleh kegagalan pembentukan duktus muller, kelainan ini membuat rahim dan vagina tidak terbentuk dengan baik, berukuran kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Agnesis rahim dapat ditandai dengan tidak mengalami menstruasi walaupun usia sudah mencapai 16 tahun. Kelainan ini membuat wanita sulit hamil karena kondisi rahimnya tidak ideal untuk pertumbuhan janin. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here