Kondisi Psikologis Remaja Akibat Konsumsi Narkoba dan Alkohol

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif (psikotropika) serta alkohol dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Tak hanya fisik, kondisi psikologis pemakainya pun bisa terganggu. Apa saja dampak psikologis tersebut?

  • Perubahan mood

Narkoba dan alkohol adalah zat-zat yang mengubah mood seseorang (mood altering substance). Jenis-jenis narkoba tertentu, terutama alkohol dan narkoba yang termasuk dalam kelompok uppers, seperti shabu-shabu, dapat memunculkan perilaku agresif yang berlebihan dari si pengguna serta seringkali mengakibatkannya melakukan perilaku atau tindakan kekerasan. Parahnya, emosi seorang pecandu narkoba atau alkohol sangat labil dan bisa berubah tanpa sebab kapan saja.

  • Sugesti

Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba atau alkohol. Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya ‘perang’ dalam diri seorang pecandu. Di satu sisi, ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba atau alkohol. Di bagian lain dalam dirinya ingin mencegahnya. ‘Peperangan’ ini sangat melelahkan.

  • Obsesif

Dampak mental yang lain adalah pikiran dan perilaku obsesif. Pikiran seorang pecandu menjadi terobsesi pada narkoba atau alkohol. Salah satu dari keduanya adalah satu-satunya hal yang ada di dalam pikirannya. Ia akan menggunakan semua daya pikirannya untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk membelinya. Tetapi, ia tidak pernah memikirkan dampak dari tindakan yang dilakukannya, seperti mencuri, berbohong dan sebagainya.

  • Kompulsif

Ia juga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif. Maksudnya, ia selalu mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Misalnya, seorang pecandu yang sudah keluar dari sebuah tempat pemulihan mengetahui bahwa ia belum bisa mengendalikan penggunaan narkoba atau alkohol. Tapi, saat sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah bisa mengendalikan penggunaannya dan akhirnya kembali menggunakan narkoba atau alkohol.

  • Depresi

Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman, masyarakat, atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba serta alkohol. Biasanya, seseorang menjadi pemakai narkoba atau alkoholik karena ia berpikir bahwa keduanya dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya. Namun, semua itu tidak benar. Ia akan diselimuti perasaan kesal dan tertekan terus-menerus.

  • Retardasi

Satu hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa salah satu dampak buruk narkoba dan alkohol adalah mengakibatkan pecandu memiliki suatu retardasi mental dan emosional. Sebagai gambaran, seorang pecandu berusia 16 tahun saat ia pertama kali menggunakan narkoba atau alkohol. Ia berhasil berhenti dari kecanduan di usia 26 tahun. Secara fisik, ia berusia 26 tahun. Tetapi, sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Ada 10 tahun yang ‘hilang’ saat ia menggunakan narkoba atau alkohol. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here