Kondisi yang Membahayakan untuk Melakukan Induksi Persalinan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada dasarnya seorang ibu pasti menginginkan persalinan secara alami dan normal. Resiko dari persalinan normal akan lebih kecil pada saat proses persalinan berlangsung. Namun ada kalanya kondisi ibu membuatnya harus melakukan tindakan induksi pada persalinannya.

Menjalani dan melakukan induksi untuk mempercepat persalinan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan indikasi. Oleh karena itu, pastikan kondisi Anda sesuai dengan prosedur jika ingin melakukan induksi. Perlu Anda ketahui bahwa induksi persalinan tidak bisa dilakukan dengan sembarang keinginan Tidak semua Ibu hamil juga dapat di induksi. Ada kondisi-kondisi yang menyebabkan induksi harus dilakukan dan sebaliknya.

Induksi persalinan merupakan salah satu cara untuk memberikan rangsangan dalam proses persalinan. Induksi dilakukan karena tidak adanya tanda-tanda melahirkan pada sang ibu yang waktu kehamilannya sudah dinyatakan cukup, sehingga dibutuhkan rangsangan untuk memunculkan rasa mulas yang membantu mempermudah bayi keluar secara normal.

Pemberian induksi pada proses persalinan harus memperhatikan kondisi ibu dan bayi. Salah satunya ada usia kehamilan. Usia kehamilan yang melebihi 42 minggu dan belum terjadi tanda-tanda akan melahirkan, maka kemungkinan besar tindakan induksi dibutuhkan untuk dilakukan. Selain usia kehamilan, kondisi yang harus diperhatikan adalah kondisi dan riwayat kesehatan ibu hamil.

Lalu, keadaan apa sajakah tidak disarankan untuk melakukan induksi? Berikut akan dijabarkan satu-persatu.

  1. Ibu mengalami placenta praevia atau yang biasa disebut dengan kelainan letak plasenta yang menghalangi jalan lahir.
  2. Kondisi panggul ibu yang sempit. Hal ini akan membuat bayi akan sulit keluar melalui panggul dan vagina. Perlu diingat bahwa tujuan dari melakukan induksi adalah agar ibu dapat melahirkan lewat persalinan normal.
  3. Ibu memiliki riwayat operasi cesar sebelumnya. Terlebih pada ibu yang memiliki riwayat operasi cesar yang masih kurang dari 2 tahun. Jika tetap dilakukan induksi, maka akan terjadi kontraindikasi yang menyebabkan dinding rahim akan mudah dan rentan sobek karena belum pulih secara total.
  4. Kelainan letak janin. Kondisi ini disebut dengan malposisi. Jika bayi dalam posisi melintang atau kepalanya miring, maka akan menghalangi jalan lahir. Jika induksi dilakukan pada kondisi seperti ini, akan sia-sia karena jalan lahirnya tertutupi.
  5. Induksi sangat tidak disarankan untuk wanita yang mengidap infeksi herpes genital.
  6. Ibu pernah mengalami operasi cesar dengan sayatan besar.
  7.  Ibu pernah mengalami operasi besar pada rahim.
  8. Kondisi serviks uteri yang belum matang.
  9. Adanya kondisi yang menggambarkan ketidaksesuaian kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina.
  10. Kondisi kepala janin belum turun ke dalam rongga panggul.

Dengan memperhatikan kondisi-kondisi tersebut di atas, maka diharapkan akan memberikan pemahaman untuk lebih memperhatikan kondisi agar bisa memperkecil resiko dalam persalinan. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here