Kondisi yang Menyebabkan Anak tidak Boleh Imunisasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi anda yang sedang memiliki buah hati masih bayi pasti sering datang ke puskesmas atau ke dokter untuk mengecek kesehatannya dan memberikan imunisasi rutin kepada anak.

Imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang atau anak-anak agar memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tertentu. Imunisasi juga disebut vaksinasi, vaksinasi berasal dari kata vacca yang berarti sapi. Diberi istilah tersebut karena vaksin pertama kali berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi).

Imunisasi pada anak ada dua macam yaitu imunisasi yang dapat muncul ketika seseorang bersinggungan dengan patogen maka sistem kekebalan tubuh akan melawan penyakit tersebut (imunisasi aktif) dan imunisasi pasif atau imunisasi yang memindahkan elemen pra sintetis dari sistem kekebalan yang tidak terdapat dalam tubuh ke dalam tubuh seseorang untuk melawan penyakit.

Sedangkan jenisnya, ada imunisasi BCG, imunisasi DPT, imunisasi DT, tetanus toksoid, campak, MMR, Hib, varisella, HBV, pneumokokus konjugata, tipa dan hepatitis.

Untuk imunisasi-imunisasi tersebut semua anak pasti akan atau wajib mendapatkanya, sehingga sistem kekebalan tubuh anak anda siap untuk menetralkan bahaya dari virus atau bakteri sebelum dapat memasuki sel tubuh dan mampu mengenali serta menghancurkan sel yang telah terinfeksi sehingga virus tersebut tidak menyebar.

Namun apabila anak mengalami beberapa hal seperti dibawah ini, maka anak tidak boleh diberikan imunisasi :

  1. Sakit berat atau demam tinggi

Ketika anak sakit berat dan atau demam tinggi sebaiknya jangan dulu diberi imunisasi. Demam tinggu dengan suhu badan anak mencapai 38,5 derajat celcius atau lebih akan berbahaya, sehingga berikan imunisasu setelah suhu badan turun dan tidak demam. Salah satu imunisasi yang dapat menimbulkan demam adalah imunisasi DPT ( melindungi tubuh dari penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus).

  1. Memiliki reaksi alergi yang berat atau reaksi anafilatik

Keadaan lain yang tidak boleh dilakukan imunisasi yaitu ketika anak memiliki reaksi anafilaktik. Reaksi anafilaktik yaitu reaksi hipersensitivitas yang muncul secara tiba- tiba terhadap imunisasi yang dilakukan sebelumnya.

  1. Menderita penyakit gangguan imun berat

Bila anak menderita gangguan sistem imun berat seperti sedang menjalani terapi steroid dan HIV dalam jangka panjang maka tidak boleh diberi imunisasi atau vaksin hidup (polio oral, MMR, BCG, dan cacar air).

  1. Alergi terhadap telur

Jika anak memiliki alergi terhadap telur hati-hati atau tunda imunisasi influenza. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY