Konsumsi Vitamin A pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan merupakan keadaan yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan khususnya seorang ibu. Kehamilan juga merupakan kondisi yang sangat riskan dan perlu penangan serius sampai waktu bersalin.

Ibu hamil memerlukan asupan nutrisi, mineral, dan gizi. Diperlukan juga vitamin selama kehamilan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan kehamilannya. Salah satu yang dibutuhkan ibu hamil adalah vitamin A, vitamin A adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati. Vitamin ini penting bagi bayi dalam proses perkembangan embrionya, pertumbuhan sel mata, jantung, telinga, kesehatan kulit, melawan infeksi, serta membantu pertumbuhan tulang dan metabolisme lemak. Sedangkan bagi ibu hamil, vitamin A dapat membantu perbaikan berbagai jaringan setelah melahirkan serta mempertahankan penglihatan normal dan membantu ibu melawan infeksi

Vitamin A sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu retinoid dan karotenoid. Vitamin A retinoid adalah vitamin A yang sumbernya berasal dari hewan seperti telur, susu, dan daging, sedangkan vitamin karotenoid adalah vitamin A dari tumbuhan seperti buah, sayur dan biji-bijian.

Vitamin A memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil dan ibu yang akan melahirkan. Diantara manfaat-manfaat vitamin A tersebut, yang paling penting bagi pertumbuhan janin meliputi pemacu pertumbuhan hati, pertumbuhan embrio, pengembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, tulang, pernapasan dan sistem saraf pusat,serta memperlancar sistem peredaran darah pada bayi yang masih ada dalam kandungan.

Vitamin A juga sangat penting untuk membantu perbaikan jaringan postpartum dalam mempermudah proses kelahiran secara normal serta menjaga terjadinya infeksi pada proses persalinan.

Ibu hamil dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti buah-buahan dan sayuran yang kaya akan beta-karoten, seperti sayuran dan buah-buahan yang berwarna orange, kuning, dan hijau (wortel , cabai merah, bayam , kacang panjang, kangkung, sawi, tomat, brokoli, paprika, apel, manga, buah naga, pepaya). Beta-karoten adalah sumber vitamin A yang sangat mudah larut dalam air. Konsumsi vitamin A dari jenis retinol cukup dianjurkan meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Ibu hamil dapat memperoleh vitamin A jenis retinol dari daging, susu, dan sereal. Perlu diingat bahwa tidak dianjurkan mengonsumi vitamin jenis ini terlalu banyak.

Selain dari makanan yang dikonsumsi, sumber Vitamin A bisa didapatkan melalui konsumsi suplemen. Ibu hamil perlu memperhatikan kandungan Vitamin A yang terdapat pada suplemen tersebut, karena asupan vitamin A berlebihan atau dalam dosis tinggi bisa berbahaya bagi janin, yaitu menyebabkan bayi lahir cacat dan toksisitas hati (keracunan hati).

Ibu hamil harus memperhatikan risiko bayi lahir cacat akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dan serta menjauhi obat-obatan mengandung isotretionin atau berhubungan dengan retinol. Begitupun dengan perempuan yang sedang berusaha untuk hamil, disarankan menghindari obat-obatan tersebut, karena konsumsi dalam dosis tinggi tepat sebelum pembuahan atau selama kehamilan bisa membuat bayi lahir cacat.

Kehamilan seharusnya menjadi hal yang sangat berarti dan membahagiakan. Sebaiknya ibu hamil tetap memperhatikan dosis dan perlilaku sehat lainnya untuk menjaga kehamilan tetap kuat dan sehat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY