Kontraksi Palsu Menjelang Persalinan

Tanda-tanda semakin mendekatnya persalinan bisa saja muncul beberapa hari, seminggu, atau sehari sebelum bayi lahir. Tidak sedikit ibu hamil yang terkecoh dan memutuskan ke rumah sakit bahkan sampai menginap, namun masih diizinkan pulang oleh dokter karena belum waktunya melahirkan.

Menjelang kelahiran, ibu akan mengalami kontraksi yang konsisten (teratur). Kontraksi terjadi pada otot-otot rahim (myometrium) akibat dari peningkatan produksi hormon oksitosin menjelang persalinan. Kontraksi ini merupakan suatu proses yang mendorong janin untuk keluar secara perlahan melalui uterus bawah hingga akhirnya lahir. Namun, ibu juga mungkin akan mengalami kontraksi palsu di mana ibu menyangka bayinya segera lahir, tetapi ternyata belum saatnya. Pada akhir masa kehamilan, otot-otot pada dinding rahim mulai berlatih kontraksi, inilah yang disebut kontraksi palsu.

Kontraksi palsu atau dalam istilah medisnya disebut dengan Braxton Hicks ditandai dengan rasa nyeri pada perut yang kemudian menjalar ke tubuh bagian bawah. Hal ini terjadi karena otot-otot rahim yang tegang membuat otot perut menjadi mengencang dan terasa keras jika disentuh. Ibu hamil biasanya mulai merasakan kontraksi palsu saat kehamilan masuk trimester kedua atau ketiga. Tapi, pada beberapa bumil, ada juga yang merasakannya saat awal-awal kehamilan. Kontraksi palsu ini akan makin sering terjadi saat mendekati proses persalinan.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kontraksi palsu, seperti pergerakan bayi dalam rahim, setelah berolahraga, mengangkat beban terlalu berat, dehidrasi, atau bahkan setelah melakukan aktivitas seksual dengan suami. Bagi beberapa ibu hamil, kontraksi palsu ini sama sekali tidak menganggu karena tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi, ada juga yang tidak nyaman dan terganggu akibat rasa sakit yang dirasakannya. Itulah yang menyebabkan kontraksi palsu ini seringkali disalahartikan sebagai kontraksi asli sehingga ibu menyangka bayinya akan segera lahir.

Sisi positifnya, kontraksi palsu bisa melunakkan mulut rahim sehingga melancarkan usaha ibu saat mendorong bayi melewati jalan lahir. Maka dari itu, selama tidak merasa terganggu, ibu tidak perlu panik jika mengalami kontraksi palsu. Anggap saja kontraksi ini sebagai latihan saat nanti ibu merasakan kontraksi yang sebenarnya menjelang persalinan.

Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, pastinya belum bisa membedakan antara kontraksi palsu dan yang asli. Ciri utama dari kontraksi palsu adalah rasa nyeri yang semakin lama makin menghilang. Sedangkan kontraksi asli justru akan makin menguat. Pola waktu terjadinya kontraksi palsu juga tidak beraturan dan bisa terjadi kapan saja, sedangkan kontraksi asli jarak waktunya akan makin berdekatan. Jika ibu merasakan nyeri di perut, coba ubah posisi duduk atau tidur ibu. Jika nyeri menghilang, maka ibu sedang merasakan kontraksi palsu, karena pada kontraksi asli rasa nyeri tidak akan hilang jika ibu mengubah posisi duduk atau tidur.

Jika pada usia kandungan belum 37 minggu ibu merasakan beberapa kali kontraksi, itu masih normal. 4 minggu menjelang persalinan, ibu akan mengalami kontraksi lebih sering. Meski tidak berbahaya, ibu perlu mewaspadai kontraksi yang terjadi lebih dari empat kali dalam waktu satu jam, terutama jika usia kandungan kurang dari 37 minggu. Jika itu terjadi, segera periksa ke dokter kandungan karena dikhawatirkan itu bukan hanya sekedar kontraksi palsu tapi merupakan tanda-tanda kelahiran prematur.

*pic bidanku.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY