Korioamnionitis Dan Kehamilan

SehatFresh.com – Korioamnionitis adalah infeksi bakteri yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Istilah untuk kondisi ini mengacu pada korion (membran luar) dan amnion (kantung berisi cairan), yang mengelilingi janin. Korioamnionitis terjadi ketika bakteri menginfeksi korion, amnion, dan cairan di sekitar janin (cairan ketuban).

Korioamnionitis juga dikenal sebagai amnionitis atau infeksi intra-amnion. Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau infeksi serius pada ibu dan bayi. Korioamnionitis ini paling sering terlihat pada kelahiran prematur.

Korioamnionitis biasanya berkembang karena infeksi. Infeksi dapat terjadi ketika bakteri yang biasanya hadir dalam vagina yang naik ke dalam rahim, di mana janin berada. E. coli, streptokokus grup B, dan bakteri anaerob adalah penyebab paling umum dari korioamnionitis. Korioamnionitis tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi beberapa wanita mungkin mengalami demam, denyut jantung yang cepat, nyeri uterus serta keputihan yang berubah warna atau berbau busuk.

Ibu hamil menjadi lebih berisiko terhadap korioamnionitis jika memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut :

  • Hamil di usia muda(kurang dari 21tahun)
  • Kehamilan pertama
  • Proses persalinan yang panjang
  • Kelahiran prematur
  • Mengalami pecah membran
  • Beberapapemeriksaanvaginasaat persalinan(hanya pada wanitadenganpecah membran)
  • Infeksipada salurangenitalbawah yang telah ada sebelumnya
  • Pemantauan janinatauuterusyang berlebihan

Korioamnionitis biasanya dianggap sebagai darurat medis. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk :

  • Bakteremia(infeksi pada aliran darah)
  • Endometritis(infeksi pada lapisan rahim)
  • Meningkatkan kebutuhan prosedur caesar
  • Pendarahan berat saat persalinan
  • Pembekuan darah diparu-parudan panggul

Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan korioamnionitis, terutama yang dilahirkan prematur, berada dalam bahaya komplikasi serius. Korioamnionitis dapat menyebabkan infeksi pada selaput otak dan tulang belakang, yang disebut meningitis.

Jika ibu hamil didiagnosis dengan korioamnionitis, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan bakteri. Ibu dan bayi juga akan diberi antibiotik setelah melahirkan untuk memastikan agar tidak ada infeksi lagi yang bisa membahayakan kesehatan keduanya. Jika infeksi terdeteksi sebelum kelahiran dan kondisi bayi berada dalam bahaya, maka persalinan meski pun itu prematur, mungkin menjadi pilihan pengobatan terbaik yang tersedia.

Sejatinya, dokter akan melakukan segala upaya untuk mencegah perkembangan infeksi. Mereka melakukan hal ini dalam beberapa cara, seperti :

  • Melakukan skrininguntukvaginosis bakteri(radangvagina) ditrimesterkedua
  • Melakukan skrininguntuk infeksistreptokokusgrupBsetelah kehamilan mencapai usia 35-37minggu
  • Mengurangi jumlahpemeriksaanvaginayang dilakukanselama persalinan
  • Meminimalkanfrekuensipemantauan internal

Sumber gambar : dewikurniase.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY