Kriotherapy atau Pencegahan Kanker dan Terapi Konisasi pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernah mendengar istilah tentang kriotherapy, pencegahan, dan terapi konisasi pada wanita? Artikel ini akan mengupasnya khusus untuk Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Pencegahan Kanker Kriotherapy?

Krioterapi merupakan metode pencegahan atau pengobatan yang dipakai secara khusus dalam untuk merusak sel kanker dengan penggunaan dry ice dan alat khusus lainnya. Apabila terlanjur ditemukan sel kanker, maka sel kanker bisa dirusak sejak dini. Krioterapi merupakan terapi dingin untuk menghilangkan rasa nyeri dan berbagai macam gangguan kesehatan yang lainnya.

Terapi dingin atau kriotherapy merupakan terapi memakai es atau Cold Baths. Proses terapi dingin dapat berguna dalam penyerapan suhu jaringan untuk menurunkan suhu jaringan. Ada beberapa manfaat jika Anda melakukan kriotherapy selain sebagai pencegahan terjadinya kanker serviks sebagai berikut:

  1. Menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada bagian rheumatoid, fibromyalgia, tendisitis, dan migrain.
  2. Memperbaiki kemampuan atletik, menguatkan otot, memperbaiki kecepatan gerak dan menguatkan, dan mempercepat pemulihan tubuh.
  3. Melancarkan sistem metabolisme dalam tubuh dengan cara membakar kalori lebih banyak lagi.
  4. Meningkatkan energi tubuh sehingga aktivitas klien dapat lebih baik. Terutama bagi yang sehari-harinya beraktivitas berat.
  5. Menghaluskan dan menyehatkan penampilan kulit, menghilangkan berbagai macam persoalan kulit termasuk selulit, sehingga kulit tampak lebih elastis dan kenyal. Mengobati dan mengobati penyakit dermatitis, psoriasis dan mendaur ulang jaringan kulit.
  6. Membuat kadar endorfin semakin meningkat sehingga dapat menghilangkan rasa stres, frustasi, dan membuat kualitas tidur lebih baik sehingga tidur bisa lebih nyenyak.

Apa yang Dimaksud dengan Terapi Konisasi?

Konisasi atau biasa disebut sebagai cone biopsy dalam istilah kedokteran merupakan terapi yang bertujuan untuk membuat sayatan-sayatan yang bentuknya kerucut di area serviks dan kanal serviks. Jaringan yang bentuknya kerucut dapat diangkat dari daerah leher rahim. Pembuatan kerucut ini bisa memakai pisau bedah, laser, atau pun menggunakan kawat tipis yang sebelumnya sudah dipanaskan dengan listrik yang prosesnya biasa disebut dengan LEEP atau LEETZ).

Terapi ini dipakai untuk menemukan dan mengobati kanker serviks di saat masih tahap awal atau stadium 0 atau I. Apabila sudah dilakukan biopsi, maka bisa melakukan konisasi atau pembentukan jaringan yang bentuknya kerucut, kemudian diangkat dan diperiksa dengan menggunakan mikroskop. Batas tepi pada bagian kerucut yang mengandung kanker atau pra-sel kanker dapat melakukan pengobatan sehingga semua sel kanker bisa diangkat.

Demikian informasi mengenai kriotherapy, pencegahan, dan terapi konisasi. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca wanita untuk mewaspadai dan melakukan pencegahan sejak dini dari penyakit kanker serviks yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit kanker serviks masih bisa diupayakan dengan berbagai macam terapi jika masih stadium 0 hingga stadium 1. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY