Kualitas Nutrisi Cerminkan Kualitas Kesehatan

SehatFresh.com – Saat ini, penjual jenis makanan instan atau cepat saji kian marak. Makanan cepat saji banyak digemari karena praktis dan mudah didapat di mana-mana. Memang, tidak ada seorang pun yang makan dengan gizi sempurna sepanjang waktu, dan makan fast food atau junk food sesekali tidak akan menyebabkan masalah besar. Namun, bila telah menjadi kebiasaan, hal tersebut secara negatif dapat memengaruhi kesehatan. Makanan cepat saji tinggi akan kandungan garam dan gula, sehingga dianggap miskin nutrisi. Tubuh membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang tepat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari agar dapat berfungsi secara optimal. Itulah mengapa penting untuk memerhatikan kualitas nutrisi dari makanan, bukan hanya sekedar asal kenyang.

Kualitas makanan mengacu pada keseimbangan nutrisi per volume makanan. Bukan berita baru lagi bahwa konsumsi makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, gula tambahan dan kalori bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan. Makanan dianggap mengandung nutrisi rendah ketika mengandung terlalu sedikit nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral dan terlalu banyak komponen makanan seperti natrium, gula tambahan dan lemak jenuh.

Makan makanan rendah nutrisi meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit kronis, sementara mengonsumsi makanan bernutrisi memberikan perlindungan dari berbagai ancaman yang membahayakan kesehatan. Ketika Anda secara teratur mendapat asupan kalori berlebih, risiko berat badan dan obesitas meningkat. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko diabetes. Makan terlalu banyak garam, lemak jenuh atau lemak trans meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan, pola makan telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker. Menurut World Health Organization (WHO), dengan makan makanan bergizi, maka Anda telah berupaya menurunkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker pada usus besar, payudara dan ginjal.

Tidak hanya membawa dampak buruk pada kesehatan fisik saja, makanan rendah nutrisi juga membawa efek merugikan bagi kesehatan mental. Pasalnya, otak juga memerlukan nutrisi yang memadai untuk dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Nature”, edisi Juli 2008.

Makanan berkualitas tinggi adalah makanan yang padat nutrisi dan diproses minimal. Beberapa contoh termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak dan lemak sehat seperti yang ditemukan pada ikan. Sedangkan, makanan rendah nutrisi secara umum adalah makanan olahan dan cenderung tinggi akan kandungan gula, garam atau lemak.

Tak hanya hal dalam pemilihan makanan, porsi yang tepat juga penting untuk diperhatikan. Misalnya tidak terlalu banyak mengonsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, cara mengolah atau memasak bahan makanan juga harus diperhatikan. Pasalnya, bahan makanan yang dimasak terlalu lama bisa merusak kandungan nutrisi dalam makanan tersebut.

Sumber gambar : www.islamina.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY