Lakukan Ini Bila Kondom Bocor saat Dipakai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – ‘Kecelakaan’ bisa saja terjadi ketika Anda berhubungan seks, misalnya kondom yang bocor saat digunakan. Padahal, Anda dan pasangan memiliki tujuan tertentu untuk menggunakan kondom. Jika kondom bocor saat digunakan, maka reaksi tepat perlu Anda lakukan.

Kini sudah banyak pasangan yang menggunakan kondom untuk menghindari penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/AIDS, sifilis, atau chlamidia. Sejumlah pasangan juga mengenakan kondom untuk menunda kehamilan. Meski begitu, kondom tidak 100% aman, lho. Kondom, misalnya, bisa saja bocor saat digunakan ketika berhubungan seks. Dan ini bisa saja merusak tujuan Anda.

Berikut adalah beberapa langkah yang sebaiknya Anda lakukan bila kondom bocor saat dikenakan:

  • Hal pertama yang perlu dilakukan ialah jangan panik. Segera hentikan aktvitas seksual dan tarik keluar penis pelan-pelan.
  • Segera merendam ‘Miss V’ atau ‘ P’ dengan cairan khusus organ intim. Setidaknya, hal ini akan membantu mencegah penularan bakteri.
  • Bila merendam organ intim dirasakan kurang cukup, maka mandilah. Cobalah untuk mencuci daerah genital dengan menggunakan air hangat dan sabun yang tidak membuat iritasi saat mandi. Untuk wanita, jangan menggunakan douche karena mungkin tidak akan memberi perlindungan apapun.
  • Cari tahu kapan tepatnya kondom pecah atau robek. Apakah kondom tersebut masih berada di penis atau telah menghilang di dalam vagina? Apakah Anda baru saja memulai hubungan seks tersebut atau sudah dekat dengan puncak ejakulasi? Atau, apakah kebocoran kondom terjadi setelah ejakulasi?
  • Jika terjadi sebelum ejakulasi, maka hal ini tergolong aman terkendali. Biasanya, penyebab kondom robek karena sudah kadaluarsa sehingga membuatnya cepat robek. Tapi, jika robek saat ejakulasi, maka sebaiknya diskusikan dengan pasangan. Sebelumnya, pastikan kondom sudah dibuang secara aman.
  • Apakah Anda menggunakan ‘pelumas’ yang berbasis air atau minyak? Penggunaan ‘pelumas’ minyak bisa menipiskan kondom sehingga meningkatkan kemungkinan rusak.
  • Pastikan bahwa Anda menggunakan kondom dengan ukuran benar. Kondom dengan ukuran terlalu kecil dapat menyebabkan kondom bocor.
  • Pastikan pula kondom digunakan sesuai dengan instruksi yang diberikan, misalnya tidak terkena cahaya atau panas saat disimpan.
  • Jika ada waktu luang keesokan atau beberapa hari setelah kejadian, kunjungilah dokter. Cobalah jelaskan pada dokter mengenai apa yang terjadi serta apa saja hal-hal yang mungkin terjadi. Untuk mengetahui apakah ada pembuahan yang terjadi, biasanya membutuhkan waktu. Namun untuk beberapa tes bisa diketahui hasilnya dalam waktu singkat.
  • Jika terkena infeksi PMS, biasanya akan muncul gejala seperti ruam di daerah kelamin, keluarnya cairan dari penis atau vagina, timbul nyeri, kadang disertai dengan gejala mirip flu.
  • Dan terakhir, pastikan kondom yang bocor tersebut belum pernah dipakai sebelumnya. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY