Langkah Pencegahan Penularan Difteri pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang hidung dan tenggorokan. Infeksi yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria ini bisa mengakibatkan komplikasi serius. Bakteri tersebut akan memproduksi toksin yang dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Jika infeksi memengaruhi saraf pernapasan, otot pernapasan bisa lumpuh dan mengakibatkan sulit bernapas. Toksin juga dapat memengaruhi otot jantung yang kemudian berkembang menjadi miokarditis (pembengkakan otot jantung). Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak.

Kasus difteri banyak dijumpai pada anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun. Agar anak tidak terkena difteri, orangtua tentu harus mengambil langkah pencegahan sejak dini. Ya, meski bisa berakibat fatal, difteri masih bisa disembuhkan dan bahkan dicegah. Langkah pencegahan yang paling efektif adalah imunisasi.

Vaksin DPT (difteri, pertusis dan tetanus) adalah salah satu imunisasi wajib untuk anak-anak agar terhindar dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, yang ketiganya dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu, anak-anak harus mendapatkan imunisasi difteri lengkap, yaitu:

  • Anak yang berusia kurang dari 1 tahun harus mendapat 3 kali imunisasi DPT, yaitu ketika anak berusia 2, 4, dan 6 bulan.
  • Antara usia 1 hingga 5 tahun, anak harus mendapatkan dua kali imunisasi DPT ulang.
  • Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diselenggarakan pemerintah, anak mendapat imunisasi DPT ketika kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.
  • Anak yang berusia 7 tahun ke atas dan orang dewasa tetap direkomendasikan untuk mendapat imunisasi DPT ulang (booster) setiap 10 tahun.

Pada dasarnya, pola hidup sangat memengaruhi seberapa kuat sistem imun dapat melawan berbagai bibit penyakit yang menyerang tubuh. Selain imunisasi, penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan makanan sarat nutrisi, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan istirahat yang cukup setiap hari, serta membiasakan pola hidup bersih, seperti:

  • Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet.
  • Tidak mennyentuh mata, hidung atau mulut, Jika harus menyentuh wajah, pastikan tangan dalam keadaan bersih.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju saat batuk atau bersin.
  • Menghindari kontak jarak dekat seperti mencium, memeluk, atau berbagi peralatan makan dengan orang-orang yang sedang sakit. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here