Lebih Dekat Dengan Tipe Depresi

SehatFresh.com – Depresi adalah penyakit mental yang tidak asing di telinga kita. Lebih dari sekedar merasa sedih, depresi klinis adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, dan tidak berharga terus-menerus. Merasa sedih akibat berbagai peristiwa kehidupan adalah hal yang normal. Peristiwa menyedihkan dan memilukan pasti akan terjadi dalam kehidupan setiap orang, dan menanggapinya secara emosional dianggap sehat. Namun, merasa sedih terus-menerus tanpa adanya harapan adalah hal yang tidak normal, dan harus diperlakukan sebagai kondisi medis yang serius.

Individu mengalami depresi dengan cara yang berbeda.. Jika tidak diobati, depresi bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan menjadi lebih buruk. Kabar baiknya, depresi adalah kondisi medis yang dapat diobati, dan orang-orang yang mencari pengobatan umumnya merasakan perbaikan dalam gejala mereka.

Depresi memengaruhi individu dengan cara yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis depresi. Jenis depresi seseorang akan menentukan jenis perawatan medisnya. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, ada dua kategori utama depresi, yaitu gangguan depresi mayor dan dysthymia.

Gangguan depresi mayor (major depressive disorder)

Meskipun banyak orang menggunakan kata “depresi”, profesional medis lebih suka menggunakan istilah “gangguan depresi mayor” atau “depresi mayor”. Gangguan depresi mayor juga biasanya diartikan sebagai “depresi klinis”. Orang dengan depresi mayor mengalami kesedihan, kekosongan, dan putus asa yang hampir konstan, setidaknya dua minggu. Mereka tidak dapat menikmati kegiatan yang pernah mereka senangi dan menjadi sulit untuk makan, tidur, bekerja, atau berinteraksi dengan orang lain. Gangguan depresi mayor adalah penyakit yang melemahkan yang serius dapat memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan kehidupan seseorang.

Dalam beberapa kasus, gangguan depresi mayor disertai dengan perilaku tertentu atau disebabkan oleh faktor tertentu yang menimbulkan gejala. Profesional medis membaginya menjadi lima subtipe depresi mayor, yaitu :

  • Depresi atipikal: Orang dengan depresi atipikal umumnya berada pada puncak emosi tertinggi ketika mendengar kabar baik atau kabar buruk. Beberapa ahli kesehatan mental percaya bahwa depresi atipikal mungkin sebenarnya merupakan bentuk gangguan bipolar yang lebih ringan, yang dikenal dengan nama cyclothymia. Depresi atipikal seringkali pertama terjadi dalam tahun-tahun remaja dan dapat berlanjut hingga kehidupan dewasa.
  • Depresi postpartum: Dengan derajat sedang sampai berat, depresi ini dapat terjadi pada wanita setelah melahirkan.
  • Seasonal affective disorder (SAD): Orang dengan SAD mengalami depresi setiap tahun pada akhir musim gugur atau awal musim dingin karena sinar matahari yang terbatas akibat perubahan musim
  • Depresi melankolik: Orang yang menderita depresi melankolik umumnya mengalami anhedonia parah (ketidakmampuan untuk menemukan kesenangan dalam hal-hal positif), penurunan berat badan yang signifikan, agitasi psikomotor, dan rasa bersalah.
  • Depresi katatonik: Orang dengan depresi katatonik umumnya menderita gangguan psikomotor yang parah, di mana mereka mungkin menjadi tidak mampu bergerak secara tiba-tiba, atau sebaliknya.

Dysthymia

Meskipun gejalanya lebih ringan dari depresi mayor, dysthymia sama seriusnya karena umumnya berlangsung lebih lama. Pada tipe ini, seseorang mengalami suasana hati yang tertekan untuk setidaknya dua tahun, bersama dengan setidaknya dua dari gejala-gejala seperti; rendah diri, putus asa, kurang konsentrasi, kurang nafsu makan atau makan berlebihan, insomnia atau tidur berlebihan, kebimbangan, atau kekurangan energi.

Sumber gambar : nuranisadl.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY