Lebih Jauh Tentang Kesehatan Seksual

SehatFresh.com – Apa yang terpikir dalam benak Anda ketika diminta untuk mendefinisikan kesehatan seksual? Mungkin yang terpikir adalah tentang terbebasnya seseorang dari penyakit-penyakit seksual. Ini memang benar, tapi bebas dari penyakit seksual hanyalah salah satu aspek dari kesehatan seksual. Garis besarnya, kesehatan seksual didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik, psikologis, dan sosial yang terkait dengan seksualitas. Ini menunjukkan bahwa kesehatan seksual mencakup banyak aspek dalam kehidupan.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial. Hal ini berarti bahwa sehat tidak hanya merujuk pada keadaan terbebas dari penyakit atau kecacatan. Sehat berarti tidak menglami keluhan fisik serta terbebas dari tekanan psikologis serta mampu berinteraksi dan berperan secara sosial dengan lingkungannya. Hal ini berlaku pula untuk menggambarkan kesehatan seksual. Jadi, seseorang bisa dikatakan bahwa dirinya sehat secara seksual jika bisa memilih pasangan seksual, merasakan kenikmatan seksual, terbebas dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan penyakit menular seksual, serta terbebas dari segala paksaan dan kekerasan.

Kesehatan adalah salah satu aspek dari hak asasi manusia. Oleh karenanya, kesehatan seksual juga merupakan bagian dari hak asasi manusia. Ini berarti kesehatan seksual harus diakui dan dilindungi setiap orang karena setiap orang berhak mendapatkannya. Karena hak seksualitas dimiliki setiap individu sebagai bagian dari hak asasi manusia, maka setiap pelanggaran atas hak-hak tersebut dianggap sebagai pelanggaran hak asasi. Bahkan, WHO telah merumuskan hak-hak seksual setiap manusia. Melalui World Association for Sexology, telah dirumuskan hak seksual manusia dalam poin-poin penting berikut ini :

  1. Hak memperoleh kebebasan seksual
  2. Hak memperoleh otonomi seksual, integritas seksual, dan seksualitas tubuh yang aman
  3. Hak memperoleh privasi seksual
  4. Hak memperoleh keadilan seksual
  5. Hak memperoleh kenikmatan seksual
  6. Hak mengekspresikan seksualitas secara emosional
  7. Hak menyatakan kebebasan secara seksual
  8. Hak bebas dan bertanggung jawab menentukan pilihan reproduksi
  9. Hak memperoleh informasi seksual berdasarkan kajian ilmiah
  10. Hak memperoleh pendidikan seksual yang komprehensif
  11. Hak memperoleh perawatan kesehatan seksual

Sumber gambar : www.hellodoctor.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY