Lebih Tahu Penyebab Bibir Sumbing Setelah Baca Ini!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bibir sumbing merupakan cacat lahir yang kasusnya sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bibir sumbing umumnya baru diketahu saat bayi lahir. Tandanya berupa belahan pada bibir, seperti celah kecil ataupun memanjang yang membentang dari bibir ke gusi atas, langit-langit mulut, atau bahkan hidung. Ini terjadi karena struktur wajah yang berkembang pada bayi ketika masih dalam kandungan tidak menutup sepenuhnya. Memiliki bayi yang lahir dengan kondisi sumbing membuat banyak ibu merasa frustasi. Meski pada akhirnya dapat dikoreksi, tentu akan lebih baik kalau bibir sumbing ini dicegah, yaitu dengan mengandalikan faktor risikonya.

Jika orang tua memiliki riwayat bibir sumbing, anak menjadi lebih berisiko lahir dengan bibir sumbing. Namun, anak masih besar kemungkinannya untuk lahir normal. Faktor risiko terkait genetik memang tak bisa dikendalikan. Yang bisa Anda lakukan adalah mengandalikan faktor risiko yang berkaitan dengan lingkungan. Adapun faktor risiko untuk bibir sumbing yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Kurang gizi. Kekurangan asam folat diduga kuat meningkatkan risiko bibir sumbing. Pasalnya, asam folat merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam mencegah kemungkinan bayi terlahir cacat. Untuk itu, kebutuhan asam folat harus dicukupi tiap harinya, terutama pada trimester pertama kehamilan.
  • Mengonsumsi obat-obatan. Bibir sumbing juga dapat terjadi karena efek samping obat. Secara umum, ibu hamil memang tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat karena berpotensi mengganggu pertumbuhan janin. Bahkan, ada obat-obat tertentu yang tidak boleh digunakan oleh ibu hamil. Untuk amannya, konsultasikan dengan dokter kandungan jika Anda hendak mengonsumsi obat atau memakai kosmetik tertentu saat hamil.
  • Menderita diabetes. Sejumlah penelitian ilmiah melaporkan bahwa ibu hamil yang menderita diabetes sebelum kehamilan lebih berisiko melahirkan bayi dengan kondisi sumbing.
  • Obesitas saat hamil. Selain diabetes, ibu hamil yang obesitas juga menjadi lebih berisiko memiliki anak dengan kondisi sumbing. Pasalnya, obesitas menandakan bahwa kebutuhan nutrisi tidak tercukupi dengan baik, dan peradangan karena obesitas membuat sistem tubuh tidak berfungsi secara optimal.
  • Merokok. Secara umum, ibu hamil yang sebelum atau semasa hamilnya merokok menjadi lebih berisiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat. Ini karena kandungan rokok dapat mengganggu pertumbuhan janin dan fungsi sistem tubuh ibu hamil. Sedangkan untuk ibu hamil yang menjadi perokok pasif, risikonya belum diketahui secara pasti. Namun, tentunya lebih aman bila ibu hamil sebisa mungkin menghindari juga paparan asap rokok di lingkungan. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY