Lemak Perut Lebih Berbahaya dari Lemak Biasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang ideal. Namun keinginan tersebut hanyalah sebuah keinginan karena tidak semua orang yang memiliki tubuh ideal seperti kegemukan atau obesitas. Obesitas di pengaruhi oleh beberapa faktor. Selain itu orang yang memiliki badan yang berlebihan dianggap lebih mudah terserang oleh berbagai penyakit. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang memiliki tubuh kurus aman akan terhindar dari penyakit.

Orang awam mengartikan obesitas sebagai salah satu penyakit dimana seseorang mengalami kelebihan lemak. Selain membuat hilangnya rasa percaya diri di setiap penampilan, kelebihan lemak tentunya tidak baik bagi kesehatan. Lemak memiliki berbagai jenis dan memiliki efek buruk tersendiri. Menurut Yenita DCN MPH seorang ahli gizi di klinik RSMH Palembang mengatakan bahwa kelebihan lemak disebabkan oleh gaya hidup kurang gerak, pengaturan makan yang tidak tepatm dan faktor genetika atau keturunan. Tahukah anda bahwa kelebihan lemak di perut akan lebih berbahaya dibandingkan dengan kelebihan lemak di bagian tubuh lainnya.

Ada dua jenis lemak perut diantaranya yaitu lemak visceral yaitu lemak yang terdapat di dalam rongga perut dan lemak subcutaneous yaitu lemak yang terdapat di lapisan kulit daerah perut. Lemuk visceral dapat merambat dan menempel di dalam organ tubuh. Lemak tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang besar dan berbahaya. Lemak visceral memicu tubuh untuk melepaskan cytokines, protein sehingga dapat berpengaruh terhadap produksi insulin dan dapat meningkatkan inflamasi di dalam tubuh. Inflamasi dapat dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes karena asam lemak dan faktor inflamator yang terlepas dari lemak visceral dapat bergerak menuju lever. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap produksi kolesterol dan menyebabkan resistensi insulin.

Penjelasan diatas didukung oleh sebuah penelitian yang dlakukan Boston University yang mencoba mengamati keterkaitan lemak perut dan penyakit jantung. Penelitian tersebut dilakukan selama 60 tahun pada 1.106 yang berusia paruh baya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa apabila semakin bertambah lemak dan semakin berkurangnya kepadatan lemak maka akan meningkatkan tekanan darah dan trigliserida. Selain itu orang tersebut akan beresiko lebih besar terjadinya sindrom metabolik dan penyakit jantung.

Menurut Yenita menyatakan bahwa lemak yang berkumpul di sekitar pinggang, obesitas tipe apel lebih besar beresiko terjadinya penyakit yang berkaitan dengan metabolisme lemak dan glukosa seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner dan stroke. Hal tersebut terjadi karena lemak di dalam rongga perut lebih mudah untuk diuraikan dan dapat menumpuk di arteri.

Menurut Dr Calolline Fox mengatakan bahwa lemak perut akan berujung lebih besar pada penyakit jantung tanpa memperdulikan seberapa banyak penambahan bobot yang terjadi. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan mengukur lemak yang bersembunyi dalam perut beserta kepadatannya dapat dijadikan salah satu cara yang akurat dalam menentukan berat badan yang ideal ataukah sehat. Penelitian juga menjelaskan bahwa lemak yang berada di bawah kulit berfungsi untuk melindungi seseorang dari kelebihan minyak di dalam perut. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here