Lemak Tubuh Dan Kehamilan

SehatFresh.com – Banyak wanita khawatir tentang berat badan selama kehamilan. Baik wanita kelebihan berat badan dan wanita dengan lemak tubuh yang rendah, keduanya menghadapi tantangan tersendiri untuk dapat hamil dan mempertahankan kehamilan yang sehat. Dengan bantuan dokter, Anda dapat mengelola masalah berat badan sebelum, selama dan setelah kehamilan untuk membuat Anda dan bayi tetap sehat.

Untuk menentukan apakah Anda kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, maka hitunglah BMI Anda. Anda dapat menghitung BMI dengan mudah secara online. BMI antara 20 dan 24 disebut sebagai “zona kesuburan” oleh beberapa ahli. Kisaran tersebut merupakan tingkat optimal sebagai salah satu penunjang kehamilan yang sehat. Jika Anda berada di luar kisaran ini, Anda mungkin menghadapi kesulitan untuk hamil.

Lemak tubuh memiliki peran penting dalam kesuburan. Lemak membantu mengubah hormon androgen ke estrogen. Jika kadar lemak tubuh Anda terlalu rendah, Anda mungkin tidak berovulasi secara teratur. Jika Anda kekurangan berat badan, atau memiliki BMI kurang dari 19, maka peningkatan berat badan dapat memperbesar peluang Anda untuk konsepsi. Penambahan kalori untuk pola makan harian dengan makan porsi yang lebih besar dengan makanan bergizi seimbang dapat meningkatkan peluang Anda untuk konsepsi.

Pada wanita kurus, peningkatan berat badan sebelum kehamilan sangatlah penting. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam “British Journal of Obstetric and Gynecology” menemukan bahwa wanita dengan BMI 18,5 atau lebih rendah 72 persen lebih mungkin untuk mengalami keguguran pada trimester pertama dibandingkan wanita dengan berat badan rata-rata. The American Pregnancy Association merekomendasikan bahwa wanita kurus harus meningkatkan berat badannya setidaknya 5 sampai 6 pon pada trimester pertama, dan 3 pon lebih untuk wanita dengan berat badan yang sehat sebelum konsepsi.

Di sisi lain, menyimpan lemak tubuh ekstra dapat membuat Anda tidak sensitif terhadap hormon insulin dan menyebabkan kelebihan produksi hormon leptin. Keduanya dapat menyebabkan ovulasi yang tidak teratur atau tidak sama sekali. Menurunkan sedikit berat secara dramatis dapat meningkatkan kesuburan Anda. Hasil penelitian dari “Current Pharmaceutical Design” melaporkan bahwa menurunkan 5% berat badan saja, sudah bisa mempercepat ovulasi. Perlu diingat bahwa jika lemak tubuh Anda terlalu tinggi, hal tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi, Bahkan jika Anda tidak termasuk obesitas, memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi tetap dapat meningkatkan risiko tersebut. Persalinan normal pada wanita yang kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko pendarahan berlebih.

Meskipun Anda tidak boleh diet untuk menurunkan berat badan selama kehamilan, membuat pilihan makanan sehat dan menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan akan sangat menguntungkan bagi kesehatan Anda dan bayi Anda. Pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi hal yang penting dalam hal ini agar berat badan Anda terkontrol dengan baik.

Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY