Lima Infeksi yang Rentan Terjadi Saat Hamil

SehatFresh.com – Masa kehamilan adalah saat-saat yang rentan baik bagi ibu hamil maupun bagi janinnya. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh berubah saat hamil. Seiring dengan menurunnya imunitas tubuh selama kehamilan, maka ibu hamil menjadi rentan infeksi. Bukan hanya itu, kondisi tubuh mereka saat hamil juga cenderung memicu infeksi yang mereka derita menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani.

Berikut ini adalah beberapa infeksi umum yang dapat menyerang wanita pada masa kehamilan :

  1. Toxoplasma

Infeksi toksoplasma ditularkan dari kotoran hewan peliharaan terutama kucing, serta konsumsi daging yang tidak matang . Kebanyakan wanita sudah memiliki virus ini di dalam dirinya sebelum kehamilan dan umumnya telah membangun antibodi untuk melawan virus tersebut. Sayangnya, ada beberapa yang belum mempunyai kekebalan tubuh terhadap virus ini. Infeksi toksoplasma saat hamil berpotensi menyebabkan kebutaan dan kerusakan pada otak bayi. Oleh karena itu, hindari kontak dengan kotoran hewan dan selalu pastikan makanan yang dikonsumsi telah diproses hingga matang.

  1. Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur vagina sering terjadi ketika kondisi alami vagina terganggu sehingga memicu pertumbuhan jamur (candida albicans) secara berlebihan. Infeksi jamur sering terjadi pada wanita hamil terkait dengan perubahan hormon yang berdampak pada kondisi vagina. Wanita yang terkena infeksi jamur biasanya mengalami keputihan serta gatal-gatal. Keluhan ini dapat berlanjut menginfeksi kulit sehingga menimbulkan gejala gatal dan kemerahan. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan ketuban pecah dini yang pada gilirannya menyebabkan bayi lahir prematur.

  1. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) terjadi karena terganggunya keseimbangan bakteri di vagina. BV menyebabkan keputihan dan bau vagina yang tidak sedap. Bila dialami oleh wanita hamil, infeksi ini berisiko menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran atau kelahiran prematur. Bila vagina mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, bau urin yang menyengat, nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam. ISK sering terjadi selama masa kehamilan. Hal ini terkait dengan dampak hormon kehamilan yang menimbulkan perubahan pada saluran kemih sehingga membuatnya lebih rentan terkena infeksi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat mengarah pada infeksi ginjal dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Salah satu bakteri yang menjadi penyebabnya adalah Esschericia coli.

  1. Rubella (campak jerman)

Rubella (campak jerman) dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan yang serius. Gejalanya ditandai dengan sakit kepala, kehilangan nafsu makan, serta radang selaput pada kelopak mata dan bola mata. Infeksi ini berisiko tinggi bagi kehamilan karena dapat menyebabkan keguguran jika terjadi pada trimester pertama kehamilan. Pasalnya, janin juga mungkin mengembangkan sindrom rubella bawaan dalam tiga bulan pertama kehamilan. Oleh karenanya, sebaiknya ibu mendapatkan vaksinasi satu bulan sebelum mencoba untuk hamil sebagai upaya pencegahan untuk menghindari infeksi ini.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY