Lima Penyebab Hormon Pria Tidak Seimbang

SehatFresh.com – Hormon adalah pembawa pesan kimia tubuh yang dilepaskan oleh kelenjar dan dikirim ke berbagai sistem organ untuk membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, pencernaan, fungsi seksual dan sejumlah aspek lain dari fisiologi manusia. Tingkat hormon bervariasi tergantung pada jenis kelamin. Kelebihan dan kekurangan kadar hormon dalam tubuh berefek buruk bagi kesehatan. Bagi kaum pria, ketidakseimbangan hormon bisa diakibatkan dari berbagai faktor, diantaranya:

  1. Obat-obatan

Penyakit tertentu memerlukan perawatan melalui obat yang bisa memengaruhi kadar hormon pria. Misalnya, kanker prostat diobati dengan obat anti-androgen seperti cyproterone dan flutamide. Obat penekan androgen ini dapat menyebabkan efek feminisasi seperti ginekomastia (payudara membesar). Obat lainnya termasuk efavirenz (untuk pengobatan AIDS) antidepresan trisiklik, obat jantung dan kemoterapi.

  1. Pola makan

Stanford University melaporka bahwa diet yang terlalu tinggi yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme. Hormon tiroid memengaruhi kualitas semen yang dihasilkan oleh testis. Ketika asupan yodium yang diterima tubuh menjadi berlebihan, jumlah sperma bisa menjadi rendah dan ini semakin meningkatkan risiko infertilitas.

  1. Rokok, narkoba dan alkohol

Kebiasaan merokok, minum alkohol dan meggunakan narkoba bisa berpengaruh pada keseimbangan hormon. Terkait fungsi reproduksi, misalnya, kebiasaan tersebut dapat menurunkan produksi sperma dan hormon testosteron.

  1. Tumor

Beberapa tumor yang memengaruhi kelenjar dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon, atau sebaliknya di mana produksi hormon menjadi menuruan. Tumor yang aktif secara hormonal bisa menyebabkan ginekomastia dan dampak feminisasi lainnya. Tumor yang mempengaruhi hipotalamus atau kelenjar hipofisis, bisa berakibat pada menurunnya kadar testosteron. Impotensi dan kerontokan rambut dapat terjadi akibatnya.

  1. Gangguan genetik

Kelainan kromosom dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam hormon pria. Sindrom Klinefelter adalah contoh dari gangguan hormonal pria yang disebabkan genetik. Pria dengan sindrom Klinefelter memiliki kromosom Y ekstra yang diwarisi dari salah satu orang tua mereka. Gejala sindrom Klinefelter biasanya bermanifestasi selama masa pubertas. Gejalanya meliputi payudara membesar, penurunan massa otot dan rambut wajah atau tubuh yang sedikit. Kemandulan dan ketidakmampuan belajar terkadang bisa terjadi karena sindrom Klinefelter. University of Maryland Medical Center menyatakan bahwa gangguan langka yang disebut sindrom Kallman adalah penyebab genetik lain yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon pada pria. Hal ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hypogonadotrophic hypogonadism, yang dapat menghambat pubertas dan mengakibatkan infertilitas.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY