Lima Prinsip Meningkatkan Kesehatan Emosional Pada Anak

SehatFresh.com – Kesehatan yang baik tidak hanya soal fisik saja, namun melibatkan juga aspek emosional. Selain sehat secara fisik, orang yang sehat secara emosional akan dapat mengungkapkan emosinya secara sehat dalam cara yang positif. Ketika terkait kesehatan emosional anak, orang tua merupakan kontak pertama seorang anak. Hal ini berarti kesehatan emosional anak tergantung pada bagaimanan orang tua memberlakukan anak-anaknya.

Sifat anak yang cenderung pemarah dapat memengaruhi kesehatannya. Hal ini disebut-sebut dapat mengundang resiko penyakit jantung atau darah tinggi. Begitu pula dengan gangguan emosi negatif seperti rasa sedih dan takut yang berlebihan. Rasa sedih akan membuat melemahnya daya tahan tubuh anak. Sementara rasa takut yang berlebihan, akan membuat anak tidak percaya diri.

Anak adalah aset yang amat berharga bagi orang tua dan bisa dikatakan sebagai investasi nyata di masa mendatang. Setiap anak yang dilahirkan, mereka telah membawa karakter dan sifatnya sendiri. Mereka juga membawa kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Keduanya akan sangat memengaruhi kepribadian, bahkan dapat juga mempengaruhi keberhasilan atau kegagalannya. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak mengembangkan potensi kecerdasannya.

Sama halnya dengan perkembangan fisik, kemampuan emosional anak pun terus berkembang sesuai dengan tahapannya. Umumnya, kecerdasan emosional anak, terus berkembang dimulai dari tahapan awalnya ketika mereka menghabiskan sebagian besar waktunya bersama orang tua di rumah hingga ke tahapan ketika mereka berbagi bersama teman-temannya di sekolah.

Karena dasarnya dimulai dari orang tua, menurut John Gottman, P.Hd dan Joan De Claire (1997:73-103), ada 5 hal yang menjadi acuan penting dalam upaya meningkatkan kesehatan emosi anak, yaitu :

  1. Menyadari emosi anak : Orang tua hendaknya dapat mengidentifikasi dan peka terhadap hadirnya emosi-emosi dalam diri anak. Orang tua yang sadar terhadap emosi-emosi mereka sendiri dapat menggunakan kepekaan mereka untuk menyelaraskan diri dengan perasaan-perasaan anak mereka. Sayangnya, seringkali anak mengungkapakan emosi secara tidak langsung dan membingungkan orang tua. Hal ini menjadi tantangan bagi para orang tua.
  2. Mengakui emosi anak : Dengan mengakui emosi-emosi anak, Anda menolong mereka mempelajari keterampilan-keterampilan untuk menghibur diri mereka sendiri. Hal tersebut akan berguna bagi mereka seumur hidup termasuk ketika mereka mulai berinteraksi dengan teman dan dunia diluar rumah mereka.
  3. Mendengarkan dengan empati: Mendengarkan dengan empati bisa diartikan mendengarkan lebih jauh tidak hanya sekedar mengumpulkan data dengan telinga. Orang tua diharapkan menjadi pendengar dengan empati dengan menggunakan mata sebagai media untuk mengamati petunjuk fisik emosi-emosi anak-anak mereka.
  4. Membantu anak melabeli emosi: Penting bagi orang tua untuk mengarahkan anak agar bisa melabeli emosinya. Hal ini penting agar emosi anak dapat di curahkan atau ditempatkan pada tempat yang tepat, sehingga mereka lebih bisa mengontrol emosinya.
  5. Menentukan batas-batas sambil membantu anak memecahkan masalah: Ketika dihadapkan dengan masalah, anak perlu memahami bahwa perasaan-perasaan mereka bukan yang menjadi sumber masalahnya, yang menjadi masalah adalah perilaku mereka yang keliru. Perasaan dan hasrat sejatinya dapat diterima tetapi tidak semua tingkah laku dapat diterima. Oleh karena itu, orang tua perlu mengarahkan anak agar bisa menentukan batas-batas terhadap tindakannya bukan hanya perasaaannya.

Jiwa dan emosi anak bisa diibaratkan kertas putih, di mana orang tua berperan mengisi dan mewarnainya. Apa isi kertasnya dan apa pula warnanya, hal tersebut mencerminkan siapa yang membesarkannya, sekaligus berpengaruh pada keberhasilan anak nantinya. Kesuksesan seseorang tidak hanya didasari kecerdasan intelektualnya. Bahkan disinyalir bahwa kecerdasan emosional lima kali lebih besar peranannya untuk mengantarkan seseorang jadi sukses. Oleh karena itu kecerdasan emosi perlu dibangun dan dikembangkan pada setiap anak sedini mungkin.

Sumber gambar : www.outlookmatters.com.au

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY