Lima Tanda Bahaya Masa Nifas yang Harus Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sesuai dengan kodratnya, semua wanita akan mengalami masa nifas. Masa nifas adalah masa yang dialami oleh seorang wanita setelah proses melahirkan. Seorang ibu setelah melahirkan akan mengalami masa seperti haid dan biasanya berlangsung selama 6 hingga 7 minggu atau sekitar 40 hari. Masa nifas berakhir dengan ovulasi pertama dan menstruasi akan kembali normal. Pada minggu pertama, darah nifas yang keluar akan disertai dengan rasa nyeri di bagian perut. Namun rasa nyeri ini akan hilang setelah 6 hari. Namun jika lebih dari itu, patut diwaspadai karena jika terlalu lama dibiarkan, pendarahan bisa menjadi penyebab masa nifas yang berbahaya. Berikut ini adalah lima tanda bahaya masa nifas yang harus diwaspadai

  1. Terlalu Banyak Darah yang Keluar

Normalnya, darah yang keluar ketika masa nifas adalah 500-600 ml per 24 jam setelah bayi dilahirkan. Sama seperti ketika sedang haid, seorang wanita biasanya memakai pembalut untuk mencegah darah nifas keluar tembus pada celana dalam. Seorang Ibu harus waspada jika dalam waktu satu jam sudah ganti pembalut lebih dari dua pembalut. Ganti pembalut ini dikarenakan terlalu banyak darah yang keluar. Hal ini menandakan jika masa nifas sangat berbahaya dan harus segera dikonsultasikan dengan Dokter, agar segera mendapatkan penanganan terbaik.

  1. Sakit Kepala Berlebih Disertai Mual

Seiring dengan keluarnya darah pasca melahirkan, seringkali membuat wanita mengalami sakit kepala. Namun, hal ini memang wajar karena kurangnya sel darah merah. Tapi perlu diwaspadai untuk wanita yang mengalami sakit kepala berlebih dan rasa mual setelah melahirkan, maka hal ini sudah tidak wajar karena bisa menjadi salah satu penyebab gangguan penyakit yang disebabkan oleh nifas. Penanganan yang cepat dan tepat tentunya akan lebih mudah ditangani daripada di biarkan terlalu lama.

  1. Penglihatan Kabur atau Rabun

Mengalami rabun merupakan hal wajar yang terjadi pada setiap orang. Hal ini disebabkan karena adanya alergi yang menyebabkan mata menjadi tidak sehat. Bagi ibu yang memiliki gangguan mata, seperti mata minus biasanya disarankan untuk melahirkan secara Caesar atau operasi. Hal ini dilakukan untuk keselamatan sang Ibu, karena khawatir minus pada matanya akan semakin bertambah. Bagi ibu yang mengalami pandangan kabur setelah melahirkan, tentunya hal ini harus segera di tanyakan ke bidan atau dokter terdekat. Karena penglihatan kabur saat wanita mengalami nifas biasanya disebabkan oleh banyaknya darah yang keluar.

  1. Suhu Tubuh Yang Mengalami Peningkatan

Suhu tubuh memang tidak bisa diprediksi, khususnya pada ibu hamil dan setelah proses persalinan. Hal ini di karenakan daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Bagi seorang ibu yang baru saja melahirkan mungkin suhu tubuhnya akan naik turun seiring dengan proses persalinan yang menyebabkan dehidrasi atau kurangnya cairan. Tapi hal ini hanya berlangsung selama 1-3 hari saja. Umumnya suhu tubuh untuk ibu yang baru melahirkan adalah 37-38 derajat celcius. Jika suhu tubuh lebih dari itu, maka sudah tidak wajar sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dengan dokter, agar segera mendapatkan penanganan.

  1. Mengalami Depresi Setelah Melahirkan

Biasanya depresi dialami oleh ibu yang baru pertama kali melahirkan. Pendarahan yang berlebihan seringkali disebabkan karena ibu yang stres setelah proses melahirkan. Hal ini biasanya akan membuat sang ibu enggan menyentuh bayinya karena terlalu stress atau depresi. Jika sudah begini sebaiknya dibawa ke rumah sakit atau ke psikolog agar depresinya segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Umunya wanita setelah melahirkan akan mengalami nifas. Sebaiknya calon ibu selalu mengantisipasi agar tidak kekurangan darah pada saat proses persalinan. Tanyakan kepada dokter terlebih dahulu jika ingin mengkonsumsi obat penambah darah dan jangan sembarangan mengkonsumsi obat karena masih rawan. (AGT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY