Lingkar Pinggang Sebagai Indikator Kesehatan

SehatFresh.com – Pinggang yang ramping dan langsing ternyata lebih dari sekedar nilai keindahan pada seorang wanita. Baik pada pria atau wanita, hal tersebut bisa menjadi indikator yang sangat penting terkait kondisi kesehatan saat ini dan kemungkinan penyakit jantung, diabetes dan kanker berkaitan dengan berat badan di masa depan. Lingkar pinggang diakui oleh National Institutes of Health dan American Heart Association sebagai penanda penyakit. Oleh karena itu, lembaga tersebut telah menetapkan pedoman untuk menentukan ukuran pinggang yang sehat.

Dengan mengetahui ukuran lingkar pinggang, resiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dinilai dapat diprediksi lebih akurat. Secara medis, ukuran pinggang ideal pada wanita sebaiknya tidak lebih dari 80 cm, sedangkan pada pria ukurannya tidak lebih dari 90 cm. Berat badan memang memengaruhi ukuran lingkar pinggang, namun tidak secara mutlak dapat menentukan besarnya lingkar pinggang seseorang. Pasalnya, ukuran lingkar pinggang seseorang dapat bervariasi karena dipengaruhi pula oleh berbagai faktor lainnya termasuk jenis kelamin, genetik dan ras.

Mengukur lingkar pinggang dapat dilakukan secara mudah dengan menggunakan alat pengukur (meteran) yang sering digunakan tukang jahit. Untuk mengukur lingkar pinggang, berdirilah tegak dan buang napas pelan-pelan ketika Anda mengukur perut. Pastikan juga agar pita meteran yang digunakan tidak menekan kulit perut. Lihatlah nomor di mana angka 0 bertemu dengan angka terakhir yang melingkari pinggang. Itulah ukuran pinggang Anda.

Pada wanita yang kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih tinggi, ukuran pinggang lebih besar dari 35 inci dianggap beresiko tinggi dan tidak sehat. Sedangkan pada setiap massa tubuh, lingkar pinggang lebih besar dari 33 inci membawa risiko kesehatan tambahan tetapi tidak dianggap berisiko tinggi. Namun, ada pengecualian untuk wanita hamil.

Tidak hanya sebatas masalah kegemukan (obesitas), penelitian mengungkap bahwa semakin besar lingkar pinggang seseorang, maka semakin tinggi juga risiko kematiannya. Peneliti di Mayo Clinic telah mengamati data dari 11 penelitian yang dilakukan pada 600.000 orang di seluruh dunia. Tim peneliti menyimpulkan bahwa orang yang memiliki lingkar pinggang besar lebih besar kemungkinannya untuk meninggal lebih cepat. Setiap tambahan lima cm pada berat badan dinilai dapat meningkatkan risiko kematian hingga sembilan persen pada wanita dan tujuh persen pada pria.

Fakta menunjukkan tidak jarang banyak orang memiliki masalah dengan penambahan berat badan yang berpusat di perut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hal ini berkaitan dengan adanya penumpukan lemak di bagian dalam (lemak visceral), yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Tidak seperti lemak yang terletak di bawah kulit, lemak ini akan memenuhi rongga perut, juga di antara organ dalam dan rongga dada sehingga menigkatkan risiko peradangan di seluruh tubuh. Oleh karenanya, setiap orang perlu waspada dan menjaga ukuran lingkar pinggangnya agar tetap pada tingkat yang sehat.
Berlawanan dengan asumsi di masyarakat, ternyata melakukan sit-up tidak efektif mengurangi lemak visceral. Latihan terbaik untuk pemangkasan lemak di bagian dalam tubuh adalah latihan kardiovaskular secara teratur dengan intensitas sedang. Latihan beban juga telah terbukti mengurangi lemak perut. Oleh karena itu, kombinasi latihan kardio dan kekuatan selama 30 sampai 60 menit per hari adalah strategi efektif untuk mempertahankan atau merampingkan pinggang Anda.

Sumber gambar : natureve.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY