Lingkungan Kerja Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria Lho!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketidaksuburan atau infertilitas menjadi mimpi buruk yang dihadapi sebagian pasangan suami-istri. Penyebab infertilitas bersumber dari beragam faktor, termasuk lingkungan kerja.

Spesialis okupasi RSU Bunda Jakarta mengungkapkan, pajanan dan efek yang mungkin ditimbulkan di lokasi pekerjaan di antaranya adalah paparan panas. Paparan panas, baik dari matahari maupun mesin, berpotensi menurunkan jumlah sperma, motilitas atau kecepatan gerak sperma ke dalam indung telur dan perubahan pada bentuk sperma.

“Radiasi di tempat kerja, layaknya radiasi pengion, bermuatan listrik (yang) diketahui dapat menyebabkan ketiadaan sperma dalam cairan semen (azoospermia). Bahkan, radiasi nonpengion elektromagnetik dengan energi rendah, seperti inframerah dan gelombang mikro, dapat juga menurunkan jumlah motilitas sperma. Misalnya saja, microwave atau medan elektromagnetik,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sekilas, Dr. Kasyunnil menjelaskan tentang faktor lingkungan kerja seperti apa yang bisa mengganggu kesuburan seorang pria. Untuk lebih jelasnya, faktor-faktor di bawah ini dapat mempengaruhi kesuburan laki-laki terkait dengan lingkungan kerja:

  • Suhu atau temperatur

Panas akan mempengaruhi produksi sperma yang sehat. Suhu terbaik untuk memproduksi sperma ialah beberapa derajat di bawah suhu normal tubuh manusia. Jika Anda bekerja di lingkungan yang sangat panas, seperti toko roti atau pabrik besi, hal itu bisa saja mempengaruhi produksi sperma Anda.

  • Pestisida

Beberapa pestisida yang digunakan di peternakan, kehutanan, dan bidang agraris lainnya dianggap memiliki efek yang sama seperti estrogen. Hal ini ada hubungannya dengan kualitas sperma yang buruk. Sperma yang berkualitas buruk tentu saja bisa menyebabkan potensi penurunan kesuburan. Meski begitu, belum ada studi khusus yang membuktikan efek mayor pestisida terhadap kesuburan laki-laki.

  • Logam berat

Beberapa penelitian telah membuktikan efek timbal, mangan, dan merkuri terhadap kesehatan sperma dan jumlah sperma yang menurun. Sistem reproduksi manusia dirancang sensitif terhadap radiasi karena efek radiasi yang buruk terhadap kesuburan pria dan wanita. Pekerjaan yang meliputi paparan sinar X secara rutin dapat meningkatkan risiko sperma abnormal atau mengurangi jumlah sperma

  • Solven

Solven dan hidrokarbon yang digunakan di plastik, produk cat, dan percetakan diyakini memiliki hubungan dengan jumlah sperma yang rendah dan naiknya tingkat abnormalitas sperma. Solven yang disebut glikolester telah terbukti berpengaruh pada produksi sperma sehat.

“Secara medis, pasangan dikategorikan tidak subur atau infertil jika tidak dapat memiliki keturunan secara alamiah setelah rutin berhubungan seksual tanpa pengaman setidaknya selama setahun. Penyebabnya, lebih dari 50% berasal dari faktor pria,” ujar dokter spesialis urologi dari Klinik Urologi RSU Bunda Jakarta Sigit Solichin.

Nah, jadi makin jelas, bukan? Para pria sebaiknya tidak meremehkan faktor-faktor penyebab infertilitas yang salah satunya bisa berasal dari lingkungan kerja. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here