Lingkungan Sehat Ciptakan Remaja Berkarakter

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu tantangan besar menjadi orangtua adalah membentuk keperibadian anak, terutama ketika anak menginjak usia remaja. Masa remaja adalah masa di mana seorang anak berada dalam proses pencarian jati diri. Dalam proses ini, lingkungan berperan penting pada pembentukan karakter remaja dan memengaruhi cara memandang kehidupan di masa dewasa kelak.

  • Lingkungan keluarga

Pembentukan karakter remaja paling utama dipengaruhi perkataan dan tindakan orangtua, baik itu ketika dalam ruang lingkup keluarga maupun dunia luar. Terkait pola asuh, cara orangtua mendisiplinkan anak berkontribusi besar terhadap perilaku anak ketika dewasa kelak. Jika orangtua terbiasa memberikan hukuman fisik (mencubit, memukul, dan sebagainya) ataupun hukuman mental, seperti membentak, anak pun cenderung berperilaku agresif dan rentan terjerumus pergaulan bebas. Oleh karenanya, para orangtua hendaknya menjadi teladan yang baik dan menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif agar anak dapat tumbuh menjadi remaja berkarakter.

  • Lingkungan sekolah

Di sekolah, anak memang menjadi tanggung jawab guru. Namun, bukan berarti orangtua tak ikut andil dalam pendidikan formal karena bagaimana pun orangtua adalah pendidik utama bagi anak-anaknya. Maka dari itu, penting bagi orangtua dan guru untuk saling membangun komunikasi yang baik sehingga bila ada masalah dengan anak, dapat segera dicari solusinya bersama.

  • Lingkungan masyarakat

Sebagai makhluk sosial, remaja perlu teman, baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah. Namun, karakter tiap kelompok dalam lingkungan masyarakat tak selalu sama. Ada yang memberi pengaruh baik dan ada juga yang buruk. Terkadang dalam mengambil keputusan, seringkali remaja juga lebih mendengarkan perkataan teman sepermainan ketimbang orangtuanya. Dalam hal ini, peran orangtua sangat dibutuhkan guna menghindarkan anak dari pengaruh buruk lingkungan pergaulannya. Penting bagi orangtua untuk memantau pergaulan anak, tetapi jangan sampai membuat anak merasa terkekang. Karena sikap orangtua yang otoriter hanya akan membuat anak menjadi pemberontak.

  • Media

Di era digital seperti sekarang ini, para remaja memerlukan “media” untuk mendukung belajarnya, terutama internet. Akan tetapi, media juga membawa dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak. Pasalnya, konten di berbagai media saat ini kerap dipenuhi muatan kekerasan, hate speech, hingga pornografi. Penggunaan media ini pun tak jarang membuat remaja malas belajar. Untuk mencegah pengaruh-pengaruh buruk tersebut, orangtua perlu juga mendorong anak untuk melakukan kegiatan positif di luar rumah, seperti olahraga atau mendalami hobi yang disenangi. Dengan demikian, anak tidak banyak diam di rumah berkutat dengan gadget-nya. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here