Listeria dan Bahayanya Bagi Kehamilan

A woman holds her stomach at the last stages of her pregnancy in Bordeaux April 28, 2010. A January 2010 report indicates that life expectancy and fertility of French women are among the highest in Europe. REUTERS/Regis Duvignau (FRANCE - Tags: SOCIETY HEALTH)

SehatFresh.com – Listeria monocytogenes, merupakan bakteri banyak ditemukan di lingkungan, yang dapat menyebabkan infeksi listeriosis. Wanita hamil 20 kali lebih mungkin terinfeksi daripada orang dewasa sehat lainnya. Bayi yang baru lahir dan orang dengan sistem kekebalan rendah juga rentan terhadap infeksi. Penyebab paling umum dari listeriosis adalah karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Penularannya dapat terjadi mulai dari pemilihan, pengolahan, hingga penyajian makanan.

Pada pemilihan makanan penularan biasanya terjadi pada produk seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, semua jenis daging mentah, serta ikan mentah atau ikan asap. Pada saat pengolahan makanan, penularan juga dapat terjadi jika makanan diolah menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi bakteri.

Jika seorang wanita hamil telah terinfeksi listeria, dia mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun dan karena ia juga mungkin tidak tahu. Gejala seperti flu (demam, menggigil, nyeri tubuh), sakit pinggang, sakit kepala, diare, leher kaku, kebingungan dan pusing merupakan beberapa indikasi adanya infeksi. Jika seorang wanita hamil terinfeksi listeria, infeksi bisa membahayakan janin sejak masih dalam kandungan.

Keguguran atau lahir mati

Jika infeksi terjadi pada awal kehamilan, risiko keguguran semakin tinggi. Jika infeksi terjadi kemudian dalam kehamilan, ini dapat menyebabkan kelahiran mati.

Infeksi pada plasenta atau cairan ketuban

Plasenta memberikan nutrisi dan oksigen ke janin. Cairan ketuban melindungi janin dari infeksi. Jika salah satu dari ini terinfeksi listeria, maka tugasnya tidak dapat berjalan dengan baik. Janin tidak akan menerima nutrisi atau oksigen yang memadai, ini akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin.

Kelahiran prematur

Infeksi listeriosis semakin meningkatkan risiko kelahiran prematur (sebelum 37 minggu). Bayi yang lahir terlalu dini beresiko masalah pernapasan, gangguan jantung, masalah usus dan bahkan kematian.

Infeksi pada bayi

Seorang bayi dapat lahir dengan listeriosis atau mengembangkan infeksi beberapa hari setelah lahir dari paparan sementara di dalam rahim. Masalah bayi dengan listeriosis termasuk infeksi darah, kesulitan bernapas, demam, luka kulit, lesi pada beberapa organ, dan meningitis (infeksi selaput otak). Bayi dengan listeriosis dihadapkan dengan komplikasi jangka panjang atau bahkan kematian.

Pencegahan

  • Untuk mencegah infeksi listeriosis, para ahli sangat menyarankan wanita hamil agar menghindari makanan mentah apa pun dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Daging atau telur yang dimasak setengah matang dan seafood asap juga sebaiknya dihindari.
  • Cuci tangan dengan cara yang benar, di bawah air mengalir dan gunakan sabun. Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan. Selalu ingat juga untuk mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum diolah atau dikonsumsi.

Setelah makanan dimasak, jangan biarkan makanan berada di suhu ruangan selama lebih dari dua jam, simpanlah di lemari es. Ketika memanaskan ulang makanan, maka harus dipanaskan sampai panas beruap.

Sumber gambar : ibu-hamil.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY