Lotus Birth : Antara Fakta Medis dan Kepercayaan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lotus birth merupakan salah satu metode melahirkan bayi dengan menunda pemotongan tali pusat pada saat bayi baru lahir. Hal ini tentunya membiarkan tali pusat masih dalam keadaan menempel atau terhubung dengan bayi. Metode melahirkan ini menjadi suatu perdebatan apakah metode ini baik untuk dilakukan ataukah kurang baik jika dilakukan. Karena menurut beberapa ahli mengatakan membiarkan tali pusat masih terhubung dengan bayinya akan memiliki banyak resiko. Benarkah pernyataan tersebut ?

Bagaimana antara fakta medis dan kepercayaan mengenai lotus birth?

Menurut penjelasan sebuah buku karangan Javier A. Galvan menyatakan adanya sebuah kepercayaan mengenai lotus birth yang lama berkembang kemudian menjadi suatu tradisi kelahiran seorang bayi di kalangan suku Aborigin dari Autralia. Lotus birth di populerkan di dunia melakui gerakan sosial back to nature. Selain itu lotus birth di populerkan oleh seorang bidan yang bernama Jeannine Parvati yang berasal dari Amerika Serikat dan seorang dokter yang bernama Sarah Buckley meempromosikan metode ini melalui sosial media dan gerakan nyata. Mereka mempercayai bahwa apabila seorang bayi dilahirkan dengan metode ini maka bayi akan lebih sehat secara fisik dan spiritual di masa yang akan datang.

Menurut beberapa penelitian memang membuktikan bahwa menunda pemotongan tali pusat selama 1 sampai 3 menit dapat mencegah anemia. Selain itu  menunda pemotongan tali pusat dapat meningkatkan kadar hemolobin, kadar hematokrit, dan kadar simpanan besi. Metode ini baik digunakan untuk bayi prematur karena dapat membuat volume darah bayi meningkat sekitar 20ml/kg BB dan menambah kadar besi sekitar 30-50mg/kg BB. Meskipun metode ini memiliki bukti ilmiah yang menunjukan manfaat penundaan pemotongan tali pusat selama 3 menit akan tetapi apbila di biarkan terlalu lama akan menimbulkan beberapa permasalahan yang dapat membahayakan kesehatan bayi. Hasil penelitian yang menyatakan beberapa permasalah yang akan muncul dari metode lotus birth yaitu terjadinya peningkatan kadar bilirubin (hiperbilirubin), volume sel darah merah meningkat sekitar 65% (polisitemia), peningkatan frekuensi napas pada bayi.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Royal College Obstetric and Gynecologist (RCOG) menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung proses melahirkan dengan menggunakan metode lotus birth. Selain itu mempertahankan ari-ari tetap terhubung dengan bayi dalam waktu berhari-hari tidak memiliki manfaat karena ari-ari merupakan suatu jaringan yang sudah mati saat berada diluar kandungan. Hal ini justru meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada bayi dan dapat mengakibatkan perdarahan akibat ceroboh menarik ari-ari tanpa disengaja karena metode ini memerlukan perawatan yang intens dan telaten.

Menurut kaidah kedokteran berbasis bukti Evidence Based Medicine juga menegaskan bahwa metode lotus birth tidak memiliki pertanggungjawaban medis akan manfaatnya. Karena metode ini belum ada satu penelitian pun yang berhasil membuktikan bahwa metode ini lebih baik untuk dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional yang sudah biasa diterapkan. Sehingga dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa metode ini belum layak untuk diterapkan. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here