Macam-macam Gangguan Makan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Remaja perempuan dan remaja laki-laki bisa mendapatkan tekanan sosial yang berbeda mengenai penampilan mereka. Seperti halnya wanita dewasa, beberapa gadis remaja ingin menurunkan berat badan dan menjadi kurus. Hal semacam ini juga berlaku pada remaja laki-laki. Beberapa anak laki-laki ingin menurunkan berat badannya dan meningkatkan massa otot. Sayangnya, persepsi semacam ini bisa membentuk persepsi standar berat badan yang tidak realistis, yang pada gilirannya bermanifestasi menjadi gangguan makan.

Gangguan makan adalah kondisi serius yang berhubungan dengan perilaku makan persisten yang berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikis. Gangguan makan membuat penderitanya berfokus terlalu banyak pada berat badan, bentuk tubuh dan makanan, yang mengarah ke perilaku makan yang berbahaya. Perilaku ini berdampak pada kemampuan tubuh untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya. Gangguan makan dapat membahayakan jantung, sistem pencernaan, tulang, dan otak yang penyembuhannya bisa lebih sulit dari penyembuhan gangguan makan itu sendiri.

Semakin cepat didiagnosis dan diobati, semakin besar peluang kesembuhannya. Akan tetapi, banyak remaja yang menderita gangguan tidak terdiagnosis dan tidak menerima pengobatan sampai kondisi menjadi stadium lanjut. Berbagai jenis gangguan makan menghasilkan tanda-tanda peringatan yang berbeda. Gangguan makan yang paling umum di kalangan remaja adalah anoreksia, bulimia, dan binge eating disorder (BED).

  • Anoreksia. Anoreksia nervosa atau anoreksia adalah gangguan makan di mana penderitanya memiliki ketakutan yang luar biasa dan tidak rasional bila menjadi gemuk sehingga berbagai cara dilakukan untuk menjadi kurus. Banyak remaja dengan anoreksia sangat membatasi asupan makanan serta melakukan diet, puasa, atau olahraga berlebihan agar berat badannya tidak bertambah. Penderita anoreksia memiliki persepsi berat badan yang menyimpang sehingga mereka mungkin tidak pernah merasa dirinya cukup kurus. Anoreksia ditandai dengan tanda-tanda fisik seperti penurunan berat badan drastis atau berlebihan, kelelahan, rambut rontok, menstruasi tidak teratur pada wanita atau bahkan tidak sama sekali, serta pusing atau pingsan. Remaja dengan anoreksia seringkali tidak hanya membatasi asupan makanannya, tetapi juga membatasi hubungan atau kegiatan sosial. Mereka juga cenderung mudah marah, serta sangat rentan depresi dan kecemasan.
  • Bulimia. Mirip seperti anoreksia, penderita bulimia (bulimia nervosa) cenderung disibukkan dengan menilai kekurangan diri sendiri terutama berat badan dan bentuk tubuh. Tetapi, penderita bulimia seringkali diam-diam makan makanan dalam jumlah besar dan kemudian mencoba untuk menyingkirkan kalori ekstra dengan cara yang tidak sehat. Meskipun hanya makan makanan ringan, penderita bulimia juga terkadang merasa bersalah atas tindakannya dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah kenaikan berat badan. Penderita bulimia mungkin memaksakan diri untuk memuntahkan makanan yang telah dimakan, menggunakan obat pencahar, melakukan enema, atau olahraga Berpuasa dan diet ekstrim juga terkadang dilakukan untuk menebus kegiatan makan mereka. Secara umum, diagnosis klinis mendefinisikan seseorang menderita bulimia jika makan berlebihan kemudian melakukan berbagai upaya tidak sehat untuk menebusnya, rata-rata sekali seminggu selama setidaknya tiga bulan berturut-turut.

Binge eating disorder (BED). Binge eating disorder (BED) ditandai dengan dorongan makan berlebihan yang tak terkendali, seringkali diikuti oleh perasaan malu dan rasa bersalah setelahnya. Tidak seperti orang-orang dengan bulimia, penderita BED biasanya tidak melakukan apa pun untuk mengimbangi kebiasaan makan yang mereka lakukan. Oleh karenanya, remaja dengan gangguan makan ini biasanya kelebihan berat badan. Mereka cenderung merasa tidak memiliki kontrol atas perilakunya dan mereka juga seringkali makan secara diam-diam ketika tidak lapar. Serupa dengan bulimia, BED biasanya didiagnosis jika seseorang makan berlebihan rata-rata sekali seminggu selama setidaknya tiga bulan berturut-turut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY