Macam-Macam Penyakit Autoimun yang Mencederai Darah dan Gejalanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit autoimun pada seseorang akan muncul saat sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan tubuh perlahan-lahan rusak. Alhasil yang seharusnya sistem imun menyerang zat atau organisme asing yang membahayakan tubuh, namun pada kondisi ini justru menyerang tubuh sendiri. Lantas apa saja jenis-jenis penyakit autoimun?

Penyakit lupus

Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang muncul saat sistem imun menyerang balik organ tubuh sendiri. Hal tersebut lantas berdampak buruk pada bagian tubuh lain. Misalnya saja paru-paru, sendi, ginjal, kulit, saraf tubuh, dan anggota tubuh lainnya. Secara umum jenis penyakit ini lebih banyak diderita oleh perempuan, khususnya yang sedang berada di masa subur.

Gejala penyakit lupus mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit didiagnosis. Gejala penyakit lupus ada yang ringan, namun ada pula yang berat. Meski tidak menular, tapi penyakit ini cukup berbahaya. Gejala umum yang biasanya terjadi antara lain ruam kulit, kelelahan, hingga pembengkakan sendi.

Penyakit antiphospholipid antibody syndrome

Antiphospholipid Antibody Syndrome (APS) merupakan salah satu penyakit gangguan autoimun. Antibodi merupakan jenis protein yang umumnya membantu dalam mempertahankan tubuh dari infeksi. Namun situasi pada APS, tubuh justru membuat antibodi yang menyerang fosfolipid (sejenis lemak).

Ketika antibodi menyerang fosfolipid, menyebabkan sel-sel atau organ menjadi rusak. Kerusakan tersebut akhirnya mengakibatkan terbentuknya gumpalan darah di dalam arteri tubuh atau pada pembuluh darah. Gejala yang sering muncul seperti nyeri dada, sesak napas, mual, kulit kemerahan, pembengkakan tungkai, sakit kepala, hingga perubahan cara bicara.

Penyakit vasculitis

Penyakit vaskulitis merupakan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah, sehingga mengakibatkan perubahan dinding pembuluh. Perubahan yang sering terjadi pada tubuh adalah adalah pelemahan, penebalan, penyempitan, hingga munculnya luka.

Gejala yang sering dirasakan penderita vaskulitis, rupanya sangat beragam. Namun biasanya berhubungan dengan berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh yang lain. Gejala umum vaskulitis yang bisa muncul antara lain pegal-pegal, berkeringat saat malam hari, kelelahan, muncul ruam, demam, denyut nadi pada tungkai melemah, gangguan saraf, berat badan turun, hingga sakit kepala.

Penyakit autoimmune hemolytic anemia

Anemia hemolitik merupakan salah satu jenis penyakit anemia yang muncul saat sel darah merah mati, lebih cepat ketimbang kecepatan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah. Kondisi autoimmune hemolytic anemia apabila tidak segera ditangani bisa sangat berbahaya bagi tubuh.

Ciri-ciri penyakit autoimmune hemolytic anemia hampir mirip dengan penyakit autoimun lainnya. Gejala yang biasanya muncul dari penyakit ini adalah kulit pucat, kulit menguning, mata atau mulut berwarna gelap, demam, mudah lelah, pusing, mudah kebingungan, pembesaran limpa atau hati, hingga peningkatan denyut jantung. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here